Home  »  Opinion   »  
Opinion

10 Hal yang Menggambarkan Betapa Minimnya Penggunaan Teknologi di Korea Utara

[Foto: businessinsider.com]
Sudah menjadi rahasia umum jika masyarakat di Korea Utara begitu dikekang oleh berbagai aturan ketat dari Kim Jong-un. Di bawah kepemimpinan bergaya diktator dan otoriter tersebut juga sangat mempengaruhi penggunaan teknologi di sana.

Meskipun begitu, sudah ada segelintir orang Korea Utara yang mulai bisa merasakan penggunaan perangkat teknologi, mulai dari komputer, ponsel, tablet, bahkan akses internet. Berikut ini adalah 10 hal yang menggambarkan betapa minimnya penggunaan teknologi di Korea Utama, sebagaimana dilansir dari Business Insider.

1. Minimnya orang yang mengakses internet

Kabarnya, akses internet di Korea Utara hanya diberikan kepada penguasa dan segelintir warga negara asing. Di sana, mereka mengakses internet dengan menggunakan jaringan internet Kwangmyong yang benar-benar tertutup.

Tidak seperti internet di Indonesia atau negara lain yang bebas berselancar ke situs manapun, internet di Korea Utara hanya bisa mengakses laman milik lembaga pemerintah. Namun sejak 2015, Korea Utara rupanya juga memiliki laman online shop bernama Okryu.

2. Memblokir Facebook tapi membuat tiruannya

Korea Utara adalah negara yang memblokir Facebook. Kendati begitu, di sana terdapat sebuah jejaring sosial yang merupakan tiruan Facebook. Jejaring sosial yang diciptakan tahun lalu oleh peneliti bernama Doug Madory itu membuat pengguna bisa saling berinteraksi melalui wall. Sekadar informasi, jejaring sosial ini pernah menjadi korban peretasan beberapa waktu lalu.


3. Hanya satu dari 10 orang Korea Utara yang memiliki smartphone

Di Korea Utara, smartphone adalah barang mahal. Terlihat dari kepemilikan smartphone yang tidak terlalu dominan seperti di Korea Selatan. Operator seluler Korea Utara Koryolink mencatat, ada 3 juta pelanggan data. Artinya, mereka juga bisa mengakses internet secara terbatas.

4. Tidak bisa lakukan panggilan ke luar negeri

Operator telepon utama di Korea Utara, Koryolink, tidak mengizinkan adanya panggilan internasional. Pemerintah Korea Utara pun menjalankan aturan ini dengan ketat. Padahal, banyak penduduk Korea Utara yang tinggal di dekat perbatasan dan mendapat kartu SIM dari keluarga mereka yang melarikan diri menyeberang perbatasan. Siapapun yang kedapatan memakai kartu SIM dari luar, maka akan ditangkap.

5. PC hanya untuk orang kaya

Sebagian warga Korea Utara memang sudah mengenal dan mencoba akses internet menggunakan PC. Meski begitu, penggunaan PC terbatas hanya untuk orang-orang kaya. Sementara, mahasiswa masih bisa menggunakan komputer di Universitas Pyongyang. Selain itu, penggunaan komputer juga diperbolehkan di warnet dan sekolah dengan pengawasan ketat.

6. Flashdisk jadi aksesori fashion

Bagi masyarakat yang tinggal di Pyongyang, penggunaan komputer sangatlah terbatas. Oleh karena itu, flashdisk menjadi aksesori fashion yang bisa mendukung gaya anak muda.

7. Memiliki sistem operasi sendiri

Komputer di Korea Utara berjalan di sistem operasi lokal bernama Red Star. Ahli keamanan Jerman Florian Grunov dan Niklauss Schiess menyebut, ada beberapa aplikasi di dalam komputer yakni pemrosesan kata, kalender, dan pemutar musik.

8. Tablet tanpa Bluetooth dan WiFi

Di Korea Utara juga tersedia tablet. Namun, hanya segelintir orang yang bisa memiliki tablet karena harganya sangat mahal. Terlebih, tablet yang beredar tidak dilengkapi koneksi Bluetooth dan WiFi. Menurut informasi, tablet bernama The Woolim dijual seharga Rp 3,5 jutaan. Cukup mahal bagi warga Korea Utara.

9. Channel televisi terbatas

Sebagian besar warga Korea Utara memang memiliki televisi. Namun, siaran yang bisa ditonton sangat terbatas, yaitu hanya program-program stasiun TV Korea Utara yang sebagian besar berisi propaganda pemerintah.

10. Hanya ada dua pilihan operator telekomunikasi

Di Korean Utara hanya ada dua operator telepon seluler, yakni Koryolink dan Byol. Koryolink merupakan operator utama. Kabarnya, Byol akan bergabung dengan Koryolink yang diawasi dengan ketat oleh pemerintah.