Tips & Guide

10 Password yang Paling Sering Jadi Incaran Hacker

[Foto: Wikimedia.org]
[Foto: Wikimedia.org]
Pengguna situs-situs dunia maya seringkali “memudahkan” pekerjaan para hacker alias peretas dengan membuat password atau kata sandi yang mudah ditebak. Para ahli teknologi meneliti kasus peretasan yang menyebabkan 500 juta data pengguna Yahoo dicuri pada September 2016 lalu, dan menyimpulkan beberapa pelajaran untuk melindungi kita dari peretasan.

Bukan hanya Yahoo yang telah menjadi korban peretasan massal. Awal tahun 2016 lalu, sistem komputer di Universitas Central Florida diretas dan akses menuju rekaman keuangan, nomor keamanan sosial, dan informasi kesehatan dari 63,000 mahasiswa, alumni dan staf universitas bocor. Peretasan universitas telah menjadi semacam tren di kalangan para hacker. Tercatat sejak tahun 2006 hingga 2013, 550 universitas di Amerika Serikat telah melaporkan kasus pencurian data digital.

Jeff Yan dari Universitas Lancaster dan beberapa ahli lainnya mengatakan, menggunakan password yang sama untuk banyak situs membuat pengguna jauh lebih rentan terhadap peretasan dibanding yang diperkirakan selama ini.

Menurut para ahli tersebut, kemampuan peretas menggunakan snippets untuk menebak password dari seorang pengguna situs Internet yang spesifik telah disepelekan. Banyak orang mengira peretas hanya mampu mencuri password generik yang bisa digunakan siapa saja, dan mengira password mereka tak bisa ditebak secara individu.

Sistem tebakan online ini tak hanya bisa menebak password lemah yang populer, namun juga password yang digunakan secara berulang di situs-situs berbeda, dan password yang mengandung informasi pribadi yang umum diketahui, seperti tanggal lahir misalnya.

Riset yang mereka lakukan juga menemukan 10 password paling umum yang digunakan orang pada akun Yahoo mereka. Pastikan Anda tidak menggunakan kesepuluh password yang rentan diretas ini:

Password paling “pasaran” adalah 123456. Versi lainnya yang juga populer adalah 12345678 dan 123456789.

Password kedua yang paling populer adalah “password” kemudian “welcome” dan “ninja.”

Password lain yang rentan diretas antara lain “abc123”, “sunshine”, “princess” dan “qwerty.”

Menurut para ahli, password yang juga rentan diretas adalah yang menggunakan nama sendiri, tanggal ulang tahun, nomor ponsel dan variasinya.

Lalu bagaimana cara membuat password yang kuat dan sulit ditebak?

Anda bisa “mengelabui” para hacker dan menyulitkan pekerjaan mereka dengan membuat password yang kuat. Sayangnya, tak semua orang tahu bagaimana caranya. Menurut Mike Peterson dari Embry-Riddle Information Security Analyst, kata sandi yang mudah diretas adalah yang kurang dari delapan karakter, atau yang sering digunakan untuk situs dan sistem yang berbeda-beda. Password yang lemah ini bisa jadi senjata hacker untuk mendapatkan data pribadi dan keuangan Anda.

Dengan menggunakan karakter lebih banyak dari yang dipersyaratkan, Anda bisa mengurangi kemungkinan password diretas. Aturan lain dalam membuat password yang kuat menurut ahli teknologi informasi Dr. Remzi Seker, adalah dengan menggantinya secara berkala, agar password Anda tidak masuk dalam daftar kata sandi rentan peretasan.

Password Anda harus kompleks dan diganti secara berkala untuk mencegah serangan digital,” kata Seker. “Jangan menggunakan kata-kata dalam kamus, karena jika password hanya mengandung kata-kata dalam kamus, bot yang digunakan para peretas bisa menebak kata tersebut dan secara otomatis mendapatkan akses ke dalam sistem Anda. Satu cara sederhana untuk membuat password yang kuat, coba pikirkan satu kalimat panjang dan pilihlah satu huruf dari masing-masing kata. Lalu tambahkan beberapa angka.”

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID