Home  »  Opinion   »  
Opinion

3 Aplikasi untuk Pencarian Jodoh

[Foto: pixabay.com]
Orang tanpa pasangan atau kerap disebut dengan istilah jomblo menjadi satu topik tersendiri di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Dari mulai remaja nanggung yang baru kenal cinta monyet, hingga eksekutif muda yang secara finansial sebenarnya telah cukup mapan, namun juga belum memiliki pasangan.

Istilah jomblo kerap menjadi satu tema yang mengundang banyak tawa. Bisa kita lihat hampir semua program stand up comedy yang muncul di TV pasti pernah membahas hal ini. Belum lagi konten-konten yang banyak tersebar di internet. Dari mulai meme hingga video di YouTube yang digarap dengan serius. Tema ini memang menjadi salah satu tema empuk, apalagi jika target pasarnya adalah anak muda seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Beberapa orang berpendapat tidak memiliki pasangan atau menjadi jomblo adalah suatu pilihan kebebasan. Dengan memilih status jomblo, seseorang merasa tidak dibebani dengan tanggung jawab lebih dan hal-hal lain yang sering menjadi kendala jika seseorang memiliki pasangan. Tetapi, tak jarang pilihan ini menjadi olok-olok dan lelucon tersendiri yang entah kenapa familiar sekali dengan kehidupan kita sehari-hari.

Baca Juga:  Menyikapi Dilema Fresh Graduate dalam Dunia Kerja

Faktanya, keberadaan pasangan memang bisa dibilang penting bagi kehidupan setiap orang. Banyak penelitian yang dilakukan mengungkap manfaat keberadaan pasangan bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Orang dengan pasangan memiliki peluang untuk lebih produktif dalam bekerja, kesehatan fisik yang lebih baik, hingga penghasilan secara ekonomi yang lebih banyak.


Tak heran, di tengah banyaknya bahasan soal jomblo, ada saja usaha yang dilakukan seseorang untuk mencari pasangan. Salah satunya adalah melalui aplikasi digital yang kini banyak bermunculan di Indonesia.

1. Tinder

Tinder mungkin adalah salah satu aplikasi kencan paling populer saat ini. Penggunaannya yang mudah serta kemunculannya yang bisa dibilang baru membuat antusiasme orang untuk menggunakannya cukup tinggi. Aplikasi ini pertama diluncurkan pada September 2012 oleh Sean Rad. Tujuannya adalah untuk membantu memudahkan para remaja untuk memilih teman berkencan sesuai dengan kriteria. User cukup memilih berdasarkan foto yang dilihatnya. Mereka hanya perlu swipe ke kanan jika sesuai dan swipe ke kiri jika tidak menyukai. Aplikasi ini diatur dengan jarak tertentu sehingga memungkinkan untuk terjadi pertemuan secara langsung setelah berkenalan melalui aplikasi. Hingga saat ini pengguna Tinder didominasi usia 18 hingga 30 tahun.

Baca Juga:  Apakah Pilihan Magang di Startup Bagus untuk Mahasiswa?

2. Badoo

Badoo merupakan sebuah aplikas chat yang memungkinkan kamu untuk berinteraksi dengan orang-orang baru dari seluruh belahan dunia. Kamu cukup mengisi data diri dan melengkapi profil untuk bisa menggunakan berbagai fitur di dalamnya. Untuk memilih pasangan yang benar-benar sesuai, kamu bisa menggunakan filter berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang kamu suka. Misalnya saja berdasarkan lokasi, hobi tertentu, ataupun rentang usia.

3. Setipe

Kali ini, aplikasi pencarian jodoh datang dari produk lokal. Berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya, Setipe lebih memfokuskan pada orang-orang yang ingin mencari pasangan dengan serius. Itu sebabnya user dihadapkan terlebih dahulu dengan serangkaian asesmen untuk mengetahui tipe yang paling cocok sebagai pasangan. Setelah itu, aplikasi ini akan menerangkan hasil asesmen agar user mengenali dirinya sendiri terlebih dulu dilanjutkan dengan rekomendasi orang yang sesuai sebagai pasangan. Setipe mengklaim dirinya sudah berhasil membuat ratusan orang menikah berkat aplikasinya. Meski hanya berupa campaign, tapi bisa jadi ini masuk akal mengingat asesmen yang diberikan ketika pertama menggunakan aplikasi ini sungguh mirip dengan pertanyaan-pertanyaan orang tua yang berusaha memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya.

Baca Juga:  Riset Google Tunjukkan Hal-Hal Unik dari Generasi Millennial yang Telah Jadi Orang Tua