Opinion

3 Hal Penting dalam Konten Iklan Berbasis Video

[Gambar Ilustrasi: pixabay.com]
Tahun 2019 diprediksi sebagai titik puncak di mana konten berbasis video akan merajai industri digital. Nantinya, diperkirakan sebanyak 80% konten digital akan berbentuk video. Trend ini tentu saja membawa berbagai pengaruh di industri digital secara umum, termasuk juga dalam industri advertising.

Digital advertising memang menjadi salah satu industri di bidang digital yang sedang naik daun. Posisinya yang strategis, ditambah dengan demand yang semakin tinggi membuat kepopuleran industri kreatif ini sulit untuk padam. Sebagai tantangan, tentu saja para pelaku industri kreatif, terutama di bidang digital advertising setiap harinya harus berinovasi dan melakukan hal-hal baru yang sesuai dengan trend yang terjadi di pasar.

Terkait dengan membanjirnya video sebagai konten utama dalam dunia digital, industri digital advertising juga kini semakin melakukan pembenahan. Misalnya saja kita bisa melihat contoh dari salah satu channel digital advertising paling laris di seluruh dunia, AdWords. Selain memiliki basis utama sebagai penyedia layanan iklan digital dalam format text, Google juga memiliki jenis iklan lain seperti gambar, animasi, maupun video. Pengemasan iklan pun kini semakin beragam dan dinamis sesuai dengan karakteristik millennial yang ke depannya akan menjadi consumer terbesar dalam industri digital.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Terbaik Untuk Memasarkan Brand Anda Dengan Cepat

Bagi seorang digital advertiser, setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan meroketnya trend konten berbasis video di internet. Pertama, semakin populernya industri digital khususnya di bidang advertising secara otomatis akan meningkatkan persaingan. Kedua, berkembangnya industri digital advertising yang sangat dinamis membuat setiap advertiser dituntut untuk harus selalu mempelajari hal baru, termasuk di antaranya penggunaan tools, strategi, maupun proses kreatif pembuatan iklan.


Kreativitas adalah kunci

Membludaknya iklan dalam format video lama-kelamaan bisa dipastikan akan menjadi mainstream. Setiap orang kini bisa menjadi creator. Terlebih saat ini tools yang dibutuhkan untuk membuat konten-konten video juga semakin murah dan mudah didapatkan. Sama halnya seperti sebelum-sebelumnya, setiap konsumen tentu akan mengalami ‘banjir’ konten video yang membuat kejenuhan sebagai salah satu konsekuensinya.

Untuk itu, di sini diperlukan kreativitas tingkat tinggi agar konsumen atau audiens tidak merasa bosan. Kreativitas menjadi satu kunci utama keberhasilan sebuah iklan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, entah berupa brand awareness atau bahkan sales conversion. Tak hanya segar dari segi ide, pengemasan maupun teknik menjadi modal utama yang harus diperhatikan dalam proses kreatif setiap advertiser.

Baca Juga:  5 Cara Tingkatkan Conversion Rate pada Iklan Digital

Mudah untuk dinikmati setiap user atau audiens

Mengonsumsi sebuah konten video secara utuh tentunya bukan hal yang mudah bagi setiap internet user, terutama jika mereka menggunakan mobile gadget seperti smartphone. Mereka harus memastikan ponselnya mendukung untuk video itu diputar, menunggu video termuat secara sempurna, hingga akhirnya mendapatkan pesan dari konten video yang dinikmatinya. Karena proses inilah, Anda selaku advertiser sudah semestinya memastikan iklan yang Anda tawarkan harus benar-benar mudah untuk dinikmati.

Jika audiens sejak awal tidak menikmati iklan, maka hampir mustahil advertiser bisa mencapai tujuan-tujuan bisnisnya. Proses riset diperlukan untuk hal ini. Anda harus mengetahui topik apa yang paling diminati oleh audiens, berapa durasi yang ideal untuk sebuah iklan, dan lain sebagainya. Tak lupa, sebagai digital advertiser, pastikan Anda telah menggunakan teknologi terbarukan untuk memastikan iklan tersebut bisa sampai dengan baik di setiap gadget yang digunakan oleh user.

Konten yang baru tapi lama

Ihwal konten berbasis video, sebenarnya bukan merupakan hal baru bagi konsumen di seluruh dunia. Sebelum digital advertising dalam bentuk online advertising muncul, audiens telah lebih dulu akrab dengan iklan-iklan berbasis konten video melalui media TV maupun videotron. Hanya saja, melihat karakteristik pengguna internet yang lumayan berbeda dengan penikmat TV, di sini diperlukan cara-cara atau strategi baru dalam proses pembuatan maupun eksekusinya. Tentunya, setiap konsumen memang memiliki perbedaan karakteristik dan di sinilah advertiser dituntut untuk selalu tahu lebih dan lebih.

Baca Juga:  5 Tips SEO untuk Meningkatkan Performa Website