Opinion

3 Hal yang Jarang Disadari oleh Pengguna Media Sosial di Seluruh Dunia

[Foto: pixabay.com]
Di kalangan generasi millennial, media sosial sepertinya merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Media sosial mengambil porsi terbanyak dari penggunaan internet di kalangan user, khususnya di Indonesia. Jumlahnya pun kian bertambah dari tahun ke tahun dan diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2021.

Meningkatnya popularitas media sosial di kalangan user tentu saja memberikan dampak positif maupun negatif. Sebagai dampak positif, kita bisa melihat banyak sekali hal baru yang kita dapat dari keberadaan media sosial saat ini. Misalnya saja, media sosial dapat digunakan sebagai wadah untuk bertukar informasi, berjejaring dan membentuk pertemanan baru, hingga melakukan aktivitas bisnis atau jual-beli. Namun, di sisi lain, media sosial juga membawa pengaruh negatif bagi usernya. Salah satunya disebutkan bahwa keberadaan media sosial justru membuat penggunya lebih anti-sosial. Dalam artian, mereka hanya hidup dan berinteraksi di dunia maya.

Sebaliknya, di dunia nyata perilaku mereka tidak demikian. Perilaku anti-sosial yang disebutkan dalam penelitian tersebut salah satunya dilihat dari keengganan orang untuk saling bertegur sapa dan bercakap langsung, karena media sosial telah menyediakan sarana untuk hal itu.

Baca Juga:  Hal-Hal yang Harus Diketahui dalam Membangun Startup

Terlepas dari pro dan kontra mengenai media sosial itu sendiri, toh kenyataannya pengguna media sosial di seluruh dunia tetap tumbuh dan menunjukkan tren positif. Faktanya, ada beberapa hal yang oleh para social media users ini tidak disadari. Beberapa fakta tersebut barangkali akan sedikit mencengangkan dan tidak disangka-sangka. Apa saja?

1. Kita menghabiskan 5 tahun 4 bulan untuk mengakses media sosial seumur hidup

Sebuah infografis dari Media Kix mengungkapkan bahwa setiap orang rata-rata menghabiskan 2 jam setiap harinya untuk membuka media sosial. Hasil studi ini juga mengatakan jika waktu kita untuk bermedia sosial seumur hidup dijumlahkan, totalnya mencapai 5 tahun 4 bulan. Tentu bukan waktu yang sebentar untuk hidup manusia yang sebenarnya sangat terbatas.


Selama 5 tahun 4 bulan, seseorang bisa melakukan 32 kali perjalanan pulang-pergi ke bulan, tiga setengah kali mengelilingi Tembok Besar China, atau bahkan melakukan marathon lebih dari 10 kilo.

Jadi, jika selama ini kalian masih bermedia sosial tanpa ada faedahnya, lebih baik berpikir ulang. Diet media sosial mungkin bisa menjadi salah satu alternatif yang harus dilakukan. Jika tidak bisa benar-benar mengurangi total waktu bermedia sosial, paling tidak gunakan waktu kalian di media sosial tersebut untuk melakukan sesuatu yang benar-benar bermanfaat.

Baca Juga:  WhatsApp Tengah Menguji Coba Fitur Baru Bernama "Status"

2. Kita menyumbang jutaan dollar setiap harinya kepada media sosial

Entah disadari atau tidak, sebenarnya selama menggunakan media sosial, kita turut ‘menyumbang’ pendapatan bagi perusahaan media sosial itu sendiri. Bahkan, jumlah yang kita berikan pada mereka bisa mencapai jutaan dollar setiap harinya. Facebook misalnya, memperoleh pendapatan dari iklan setiap bulannya mencapai $7,8 milyar.

Mayoritas, mereka menjual iklan tersebut kepada perusahaan-perusahaan besar seperti Ford, McDonald’s, ataupun Nike. Namun, lagi-lagi, hal itu diperoleh dari banyaknya user Facebook yang cukup prospektif menjadi customer bagi perusahaan-perusahaan yang beriklan di sana. Hal yang sama juga terjadi di Twitter maupun Instagram.

3. Sebagian orang menganggap media sosial adalah penghilang kebosanan yang paling mudah dijangkau, padahal tidak juga

Sebagian besar pengguna internet mengakses media sosial melalui aplikasi di ponselnya. Kenaikan jumlah pengguna media sosial pun tidak terlepas dari kehadiran ponsel pintar yang kian hari semakin banyak dan murah, sehingga bisa dinikmati semua kalangan.

Hadirnya ponsel pintar dengan jaringan internet yang semakin mudah diakses oleh siapa saja menyajikan satu alternatif hiburan bagi setiap orang. Tentu saja, perasaan sedih dan bosan adalah salah satu hal yang paling dihindari setiap orang. Kehadiran ponsel kemudian membuat sebagian orang berpikir bahwa mereka akan menemukan kesenangan dan penghilang penat dari sana. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Baca Juga:  Kenyataan dalam Penerapan Arsitektur Microservices di Startup

Sebuah riset dari Temple University justru mengatakan bahwa semakin sering orang mengakses ponsel, kemungkinan dia untuk merasa bosan semakin tinggi. Jadi, apabila seseorang merasa mengakses ponsel dengan internet adalah penghilang rasa bosan, justru yang terjadi adalah perilakunya yang terus-menerus mengakses ponsel akan menimbulkan kebosanan itu sendiri.

Nah, setelah mengetahui tiga hal mengenai media sosial ini, kalian yakin masih ingin berlama-lama dengan medsos?