Opinion

3 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Blogger

[Foto: pixabay.com]
Saat ini lebih dari satu miliar website ada di seluruh dunia. Setiap harinya, ada sekitar 4,3 juta blog post yang diunggah oleh mereka. Dengan jumlah yang fantastis tersebut, tentu saja menjadi tantangan berat bai para blogger di seluruh dunia untuk tetap eksis dan mempertahankan website atau blognya untuk selalu tampil terdepan dengan performa yang memuaskan.

Setiap orang paham jika Anda gagal dalam merencakan sesuatu, Anda akan terencana untuk gagal. Begitu juga dalam dunia perbloggingan. Meski terlihat sepele, faktanya menyusun plan adalah satu hal wajib yang perlu dilakukan setiap blogger agar website atau blog yang dikelolanya tetap eksis dan diminati pembaca.

Umumnya, para blogger memiliki ide yang meledak-ledak di awal mereka membangun sebuah blog atau website. Namun, lama-kelamaan semangat ini kendor dan nyaris hilang sama sekali. Penyebabnya tentu banyak, dari mulai ide-ide yang mulai susah ditemukan, hingga masalah manajemen yang buruk dalam mengatur konten atau persebarannya. Oleh karena itu, keberadaan plan sangat penting. Tujuannya adalah agar apa yang Anda ciptakan saat ini terencana cukup baik untuk ke depannya.

Baca Juga:  Perlukah Menggunakan Semua Jenis Keyword dalam Campaign di AdWords?

Tak hanya soal planning, ada beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan oleh para blogger di seluruh dunia. Meski tak semuanya berdampak sangat buruk, tetapi jika Anda mengetahuinya, paling tidak Anda bisa berusaha menghindari untuk tujuan yang lebih baik.

1. Anda gagal mengorganisasi ide-ide


Ide adalah sesuatu yang sakral bagi seorang blogger. Hal ini dikarenakan kadang-kadang ide muncul atau bahkan hilang sama sekali di saat yang kita tidak bisa duga. Ketika mood seorang blogger sedang bagus, barangkali ide bisa mengalir dengan sangat lancar. Sebaliknya, ketika suasana tidak mendukung atau sedang dilanda banyak masalah, ide menjadi sesuatu yang sangat mahal. Oleh karena itu, penting bagi seorang blogger untuk mengorganisasi ide-idenya.

Ide tak cukup hanya dipikirkan. Paling konkret, ia bisa ditulis. Misalnya saja dalam form Microsoft Excel atau catatan-catatan kecil. Ide pun tak bisa sekali jadi. Ia perlu diolah dan digodok agar matang dan siap disajikan pada pembaca. Oleh karenanya, penting untuk rajin menuliskan ide untuk kemudian direvisi dan direvisi lagi agar tercipta satu hal yang unik dan benar-benar layak diterima oleh pembaca.

Baca Juga:  Kapan Seorang Founder Harus Mundur dari Bisnisnya?

2. Tidak menggunakan editorial calendar

Seperti yang telah disinggung di awal, planning adalah satu hal yang penting untuk dilakukan oleh para blogger. Tujuannya adalah agar apa yang Anda tulis dan sajikan pada pembaca itu terencana. Sebagian besar blogger memilih untuk menuliskan idenya secara spontan atau mengamati apa yang menjadi tren untuk kemudian diolah sekadarnya dan dilemparkan pada pembaca. Meski cara ini bisa saja digunakan, tetapi hasilnya belum tentu memuaskan. Salah satu yang paling ideal untuk dilakukan adalah menggunakan editorial calendar. Tujuannya adalah kita benar-benar paham apa yang kita tulis dan mengetahui “history” dari konten blog kita secara keseluruhan.

3. Berasumsi bahwa orang akan menemukan kontennya

Asumsi itu membunuh. Pernyataan tersebut barangkali relevan dalam konteks apapun. Asumsi memang akan membunuh, terlebih jika kita menaruh harapan pada asumsi tersebut. Dalam dunia perbloggingan, berasumsi bahwa pembaca akan menemukan Anda adalah satu hal yang keliru. Tentu saja dalam hal ini tugas Anda adalah memberikan “feed” ke mereka. Selain dengan improvisasi di bidang SEO, hal-hal seperti social media sharing ataupun paid promote tetap harus Anda lakukan agar pembaca yang Anda cari menemukan apa yang Anda tulis dan Anda sajikan pada mereka.

Baca Juga:  Inilah Saatnya Brand Anda Dikenal Lebih Banyak Orang