Opinion

3 Manfaat Praktis Artificial Intelligence untuk Bisnis

[Foto: pixabay.com]
Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi salah satu teknologi yang paling banyak diprediksi akan sangat populer ke depannya. Penggunaan AI ke depan semakin meliputi banyak hal, dari mulai kesehatan, pendidikan, hingga bisnis. AI memang menjadi salah satu teknologi yang paling populer karena kemampuannya yang dipandang bisa menyelesaikan hal-hal yang kini belum bisa dilakukan oleh manusia.

Menurut Stanford University, AI merupakan science dan engineering yang dipadukan untuk membuat sebuah mesin cerdas, khususnya program komputer cerdas. AI dikaitkan dengan task yang dilakukan oleh komputer yang berfungsi untuk memahami kecerdasan layaknya manusia. Jadi, bisa dikatakan bahwa AI merupakan mesin kecerdasan buatan yang didesain mampu berpikir seperti manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas seperti halnya manusia dalam jumlah yang besar, yang kapasitas manusia terbatas untuk melakukannya.

AI selama ini berkembang sebagai sebuah ilmu pengetahuan. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, AI kini banyak digunakan untuk kepentingan praktis di berbagai bidang, salah satunya dalam bisnis.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh AI dan dipandang dapat membantu proses bisnis berjalan sangat efektif dan efisien. Beberapa di antaranya akan dirangkum sebagai berikut.

Baca Juga:  Ini Saatnya untuk Mengubah Strategi Penulisan Demi Meningkatkan Penjualan Anda

1. Mesin pembuat report

Bagi sebuah bisnis yang berukuran besar dengan banyak klien dan variabel yang harus dianalisis, report menjadi satu permasalahan yang cukup kompleks. Bisnis seperti agency misalnya, dituntut untuk membuat konten dan campaign dalam jumlah yang sangat besar. Belum lagi, mereka harus menangani klien dengan jenis bisnis yang berbeda-beda dan tentunya tujuan yang berbeda-beda. Mereka akhirnya dituntut untuk membuat banyak sekali jenis report untuk setiap bisnis dan tiap metrics yang dibutuhkan dalam mengukur keberhasilan bisnis tersebut.


Menggunakan tenaga manusia dengan bantual tools yang ada saat ini, mungkin bisa saja dilakukan. Namun, seiring dengan bertambahnya ukuran bisnis, manusia akan menemui titik kapasitasnya. Di saat inilah AI akan sangat berfungsi. Ia memungkinkan bisnis untuk membuat sebuah report yang komprehensif dan beragam sesuai dengan tujuan bisnis dan metricsnya masing-masing. Tentu saja, proses ini dilakukan dalam waktu yang cepat dan data yang bisa dipastikan sangat akurat. Sebab, kecil sekali sebuah kemungkinan eror untuk mesin komputer.

Baca Juga:  Google Kembangkan AI yang Bisa Cegah Kebutaan Pada Penderita Diabetes

AI dipandang memiliki andil yang cukup besar untuk industri berbasis data seperti ini. Karenanya, ke depan peranan AI dalam bidang big data dan reporting akan benar-benar sangat membantu sebuah bisnis untuk tetap berkembang dan bekerja secara efisien.

2. Pembuat konten otomatis

Gartner Symposium di tahun 2015 lalu pernah memprediksi bisnis, khususnya dalam bidang teknologi akan mengalami banyak sekali perubahan. Salah satu perubahan paling mencolok adalah dari segi pembuatan konten. Menurut Gartner, tahun 2018 nanti, sekitar 20% konten dalam sebuah bisnis akan diproduksi oleh mesin. Prediksi itu tentu saja bukan tanpa landasan, mengingat perkembangan teknologi, khususnya di bidang AI memang semakin meningkat dewasa ini. Jadi, tak heran jika kemudian konten pun pada akhirnya juga menjadi bagian yang dihandle oleh mesin.

Konten merupakan nyawa dari sebuah marketing atau bisnis secara umum. Konten adalah value yang disampaikan kepada customer mengenai produk yang ditawarkan. Pemenuhan konten dengan customer yang semakin beragam ke depan tentunya akan semakin bervarian dan di sinilah AI berperan sangat besar.

Baca Juga:  Mengenal Ciri-Ciri Logo Brand yang Berhasil

3. Menghindari kerjaan double untuk industri yang besar

Bekerja dalam industri yang besar barangkali akan memungkinkan struktur tim yang juga sangat besar. Orang-orang akan bekerja bersama untuk menyelesaikan sebuah task yang harus diselesaikan dalam waktu bersama. Dengan manajemen yang baik, segala hal mungkin bisa terkondisikan dengan baik. Namun, ada kalanya manusia lalai dan tidak jarang dalam kondisi seperti ini sebuah pekerjaan mungkin dikerjakan double. Di sisi lain bahkan ada bagian yang belum tersentuh.

Dengan kapasitas manusia yang terbatas, eror semacam itu sangat mungkin terjadi. Itulah sebabnya kemudian kehadiran AI dipandang mampu menyelesaikan permasalahan ini. AI didesain untuk mampu mengontrol banyak pekerjaan dengan sangat tertib, sehingga kesalahan-kesalahan seperti ini akan lebih mudah dihindari.

Pada akhirnya dengan kecanggihan teknologi, banyak hal dalam bisnis yang mau tidak mau harus berubah. Di sini kehadiran AI bukan berarti menghilangkan peran manusia. Justru manusialah akhirnya yang berperan penting untuk membuat AI ini selalu relevan dengan bisnis atau konteks yang sedang dikerjakan.