Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

3 Tips Agar Tetap Terhubung dengan Tren di Social Media

[Foto: pixabay.com]
Sebagai seorang social media strategist, kehidupan kita mungkin akan dituntut untuk tidak lepas dari gadget. Social media strategist tidak hanya berperan sebagai orang yang mengoperasikan social media channel dari sebuah bisnis. Tugas social media strategist bisa dikatakan kompleks. Dari mulai proses goals setting, mengukur hasil, hingga membuat report yang berisi keseluruhan proses tersebut. Tak ketinggalan, seorang sociall media strategist juga harus selalu peka terhadap insight dan apapun yang sedang menjadi tren di kalangan netizen. Itulah sebabnya, dalam menjalankan perannya, besar kemungkinan seorang social media strategist dituntut untuk selalu lekat dengan gadget dan kehidupan di social media.

Padahal, jika kita berpikir lebih jauh, social media strategist juga sama halnya seperti manusia biasa. Mereka memiliki jam kerja, kehidupan sosial, dan perlu melakukan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan perannya secara profesional. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar seorang social media strategist. Di satu sisi, bekerja di ranah media sosial yang selalu ‘hidup’ 24 jam dalam seminggu membuatnya seperti tidak bisa memisahkan kehidupan personal dan pekerjaan. Namun, dia juga memiliki kebutuhan-kebutuhan personal yang mengharuskannya lepas dari pekerjaan.

Baca Juga:  Tiongkok Larang Media Lokal Gunakan Jejaring Sosial Sebagai Sumber Berita

Beruntung sebagai millennial kita hidup di suatu era yang selalu menghadirkan kemudahan untuk setiap permasalahan yang muncul, termasuk bagi seorang social media strategist. Nah, beberapa tips berikut ini bisa diterapkan, agar kita selaku social media strategist selalu update dengan setiap tren yang ada di media sosial tanpa harus memantaunya terus-menerus selama 24 jam.

1. Buatlah stream dalam platform Twitter untuk memantau hashtag populer

Jika Anda menggunakan platform Twitter sebagai salah satu social media channel, cara ini adalah hal yang wajib untuk Anda lakukan. Twitter memiliki sistem hashtag yang mengelompokkan berbagai twit dengan tema atau topik tertentu. Anda bisa membuat stream untuk memantau apa saja yang sedang populer di kalangan netizen Twitter.


Ada berbagai tools yang bisa Anda gunakan untuk tetap update dengan hashtag terpopuler. Beberapa di antaranya adalah Hashtags dan HubSpot Social Inbox. Hashtags membantu Anda untuk mengidentifikasi topik apa saja yang sedang populer saat ini. Sementara, untuk membuat stream itu sendiri Anda bisa membuatnya secara manual di platform Twitter atau melalui tools tambahan seperti HubSpot. Yang harus Anda perhatikan dalam proses ini adalah hindari menggunakan hashtag dengan tema general, karena itu akan membuat Anda kesulitan memilah hal-hal yang lebih khusus dan menyebabkan banjir informasi.

Baca Juga:  Apa yang Dibutuhkan Seorang Digital Advertiser Expert?

2. Buatlah list dari para influencer yang relevan dengan bisnis Anda

Jika Anda menggunakan multi-platform seperti Twitter, Facebook, atau LinkedIn, Anda bisa memulai untuk mengamati tren dari para influencer yang relevan dengan bisnis. Anda bisa mengelompokkan post-post mereka untuk mendapatkan insight. Sebab, umumnya apa yang menjadi topik bahasan para influencer, itu pula yang menjadi tren di kalangan consumer. Sehingga, Anda bisa menghemat waktu Anda dengan cukup mendapatkan insight dari mereka yang berperan sebagai influencer di social media.

Anda bisa menggunakan tools tambahan seperti Google Alert untuk berbagai hashtag serta topik yang dibahas oleh para influencer. Dengan Google Alert, Anda bisa terus terhubung dengan influencer ataupun hashtag yang Anda pilih, sehingga Anda tidak perlu terus-menerus memantaunya melalui timeline, tetapi bisa langsung tersaji dengan interface yang lebih nyaman.

3. Bergabung grup di LinkedIn

LinkedIn menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan, terutama untuk B2B company. LinkedIn dipandang lebih profesional dan menyasar langsung ke orang-orang yang menjadi key person dalam sebuah perusahaan, seperti CEO, business development, ataupun para sales dan juga marketing manager.

Baca Juga:  Ponsel Lebih Kotor daripada Toilet! Ini Cara Mudah Membersihkan dan Mensterilkannya

Jika Anda merupakan social media strategist untuk perusahaan B2B ada beberapa hal yang sedikit berbeda dibandingkan social media strategist secara umum yang biasa cenderung berada di perusahaan B2C. Salah satu cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan bergabung ke dalam grup-grup yang berisi orang-orang yang memang relevan dan memiliki value pada bisnis Anda.

Nah, dengan menerapkan tiga tips tersebut, kini Anda mulai bisa menata kehidupan Anda secara seimbang, baik secara personal maupun profesional. Sebab, bagaimanapun kesuksesan kehidupan profesional seseorang salah satunya juga ditentukan oleh aspek personal yang dimiliki oleh masing-masing individu.