Tips & Guide

3 Trik Jitu Copywriting yang Mampu Menarik Hati Konsumen

strategy-791197_1280

Salah satu kekuatan besar yang dimiliki oleh sebuah proses marketing adalah dari segi konten. Bisa dikatakan, konten memegang peranan paling vital. Hal itu dikarenakan melalui konten, kita sebagai digital marketer menyampaikan sebuah pesan kepada konsumen. Melalui konten pula, kita meyakinkan mereka untuk benar-benar mau melakukan apa yang kita inginkan untuk mencapai tujuan bisnis.

Secara umum, konten dalam sebuah campaign bisa dibagi menjadi dua, yakni konten visual dan copy. Konten visual meliputi berbagai hal seperti landing page, gambar, ilustrasi, dan lain sebagainya. Sementara, copy merujuk pada kata-kata yang dipakai untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada audience.

Dalam berbagai channel marketing, baik itu iklan, blog, email, maupun media sosial, kedua hal ini memiliki porsi yang sama pentingnya. Namun, dalam tulisan kali ini, kita akan fokus pada pembahasan mengenai copy. Copywriting merupakan proses menulis sebuah “copy” yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan sebuah produk. Tentu sebagai konsumen kita tidak asing dengan berbagai jargon semacam “Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botol Sosro” atau “Indomie Seleraku” yang sangat legendaris. Kedua hal tersebut barangkali bisa mewakili bagaimana sebuah copy berperan penting untuk menciptakan value dari sebuah produk.

Selain dua contoh di atas, ada lebih banyak lagi copy yang dapat kita lihat, baik itu pada landing page, banner, iklan, website, dan berbagai marketing tools lainnya. Jelas sekarang kita paham bahwa dalam sebuah proses marketing, kata-kata menjadi satu hal yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Kunci utama dari proses marketing adalah kepiawaian dalam mengolah kata-kata untuk menarik hati konsumen.

Dalam copywriting, ada banyak sekali teknik yang bisa diterapkan. Selain itu, penting juga bagi seorang digital marketer untuk mengetahui berbagai strategi agar teknik yang telah dipelajari untuk menyusun copy yang baik benar-benar efektif dan membuahkan hasil.

1. Memahami audience

Riset merupakan kunci dari proses copywriting. Seorang copywriter yang baik tentunya mampu mengenali bagaimana tipe dari audience yang akan ia tuju. Oleh karenanya, sebelum melakukan copywriting, lebih dahulu ia akan melakukan riset untuk mengetahui sejauh mana audience memahami produk yang ia tawarkan, apa saja yang dibutuhkan oleh mereka, dan apa yang bisa kita tawarkan melalui produk. Terakhir, seorang copywriter juga harus tahu bagaimana cara menjangkau mereka dengan lebih maksimal melalui copy yang akan ia buat.


Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID