Opinion

4 Alasan iPhone X Tak Layak Beli

iPhone x [Foto: Apple]
Kelahiran iPhone X membuat event Apple yang dihelat di Steve Jobs Theater terasa istimewa. Pasalnya selain punya nilai sejarah karena bertepatan dengan ulang tahun iPhone ke-10, gawai kedua di dunia yang punya dual-OIS di kamera gandanya itu juga tampak mengagumkan, baik dari segi spesifikasi maupun desain.

Namun, tak ada gading yang tak retak, pun iPhone. Setidaknya, ada empat alasan mengapa membeli ponsel itu tak lantas membuat Anda memiliki smartphone tercanggih di dunia.

1. Tak ada ciri khas

Namanya sudah mengandung huruf ‘X’, tapi tak ada faktor X yang membuat gawai 5,8 inci dengan screen-to-body ratio melebihi 80 persen itu istimewa dan khas. Tengok saja kompetitor mereka, Samsung punya seri Galaxy Note untuk menunjang produktivitas user dengan S Pen dan layarnya yang luas, atau Motorola yang menghadirkan Moto Mods demi menambah kehebatan flagship-nya secara spesifik.

Di sisi lain, iPhone X malah tak punya nilai jual utama pada spesifikasi umumnya. Ia bukanlah pengusung layar edge-to-edge yang pertama, juga bukan yang pertama menyediakan dual-OIS di kamera gandanya. Publik pun pernah melihat teknologi Face ID di perangkat lain.

Baca Juga:  5 Tips SEO untuk Meningkatkan Performa Website

2. Terlalu mahal

Samsung telah menyediakan gadget termutakhirnya, Galaxy Note 8, di Indonesia dengan harga yang amat tinggi, yakni Rp13 juta. Akan tetapi ketika di Amerika Serikat Apple merilis harga iPhone X mulai Rp13 jutaan, rasanya membeli Galaxy Note 8 jadi lebih masuk akal. Karena ketika masuk Tanah Air, pastinya harga iPhone X bakal naik lagi.

Mau dapat iPhone X dengan harga diskon? Bisa saja, tapi menunggu setahun lagi ketika perusahaan Cupertino itu meresmikan iPhone lain yang mungkin akan lebih menarik untuk ditebus.

Secara sederhana, iPhone termahal sepanjang sejarah Apple tersebut membuat konsumen menengah ke atas jadi mempertimbangkan ponsel-ponsel high-end lainnya. Bukan tidak mungkin ketika budget tak memadai, calon pembeli iPhone X justru beralih ke produk lainnya. Flagship memang mahal, tapi kalau ada produk lain yang fitur dan spesifikasinya setara dengan harga yang lebih murah, kenapa tidak?


iPhone x [Foto: Apple]
3. Tidak ada fingerprint sensor

Konsekuensi Apple memperluas layar sentuhnya membuat iPhone X kehilangan satu fitur khas iPhone itu sendiri, yakni Touch ID. Memang, Apple telah memberikan gantinya berupa Face ID, tetapi bagi yang sudah terbiasa dan percaya dengan sensor pemindai sidik jari, pastinya butuh waktu untuk membiasakan diri.

Baca Juga:  Membangun Kepercayaan Konsumen di Era Digital

Apalagi, meski diklaim aman, face recognition tak sepenuhnya aman. Sudah ada beberapa percobaan yang membuktikan bahwa pemindai wajah di Galaxy S8 dan Galaxy Note 8 bisa dibobol hanya dengan membiarkan face recognition memindai foto pemilik perangkat tersebut. Ya, hanya dengan sebuahh foto, gadget dengan keamanan canggih itu pasrah dan ter-unlock otomatis. Apple sih menyebut iPhone X tak akan bisa dibodohi semudah itu, tapi tentu saja perlu waktu untuk membuktikan klaim tersebut.

Di samping itu, bisnis Apple juga tergolong unik. Mereka suka menggantikan teknologi khas dengan teknologi lain yang belum populer atau banyak diadopsi masyarakat. Niatnya anti-mainstream, tapi perlu diingat juga kalau Apple dituding telah menyusahkan sebagian user saat menghilangkan headphone jack tahun lalu.

4. Mulai membosankan

Awal tahun ini, serbuan ponsel tanpa tombol home dan layar sentuh yang diperluas makin gencar. Setelah Xiaomi Mi Mix, LG G6, hingga Galaxy S8 dan Galaxy Note 8, iPhone X pun terjun ke kolam yang sama.

Di sisi lain, ini membuat rentetan ponsel high-end membosankan. Tak ubahnya ketika flagship beramai-ramai menggoda konsumen dengan dual-camera. Kendati demikian, perlu diapresiasi karena akhirnya iPhone memakai layar OLED juga pada iPhone X.

Baca Juga:  Konselor Presiden AS Sebut Microwave Bisa Jadi Alat Mata-Mata, Benarkah?

Tentu saja, penilaian soal desain amatlah subjektif, tetapi satu hal yang pasti adalah iPhone X secara terang-terangan melibatkan diri ke persaingan ponsel berdesain serupa bersama vendor-vendor Android.

Jika Anda adalah Apple fan boy sejati, iPhone X memang perangkat seluler Apple terbaik saat ini. Namun jika Anda mencari flagship yang benar-benar mumpuni, mungkin tak ada salahnya untuk membandingkan dulu iPhone X dengan produk-produk lain yang sudah ada.