Opinion

4 Cara Artificial Intelligence Akan Mengubah Industri E-Commerce

[Foto: huffingtonpost.com]
[Foto: huffingtonpost.com]
Kehadiran teknologi merevolusi berbagai hal dalam kehidupan manusia. Begitu kira-kira kalimat yang paling bisa mendeskripsikan teknologi saat ini. Salah satu teknologi yang akan terasa sekali membawa perubahan di era digital ini adalah Artificial Intelligence (AI) atau sering disebut juga sebagai kecerdasan buatan.

AI merupakan suatu teknologi yang memungkinkan sistem komputer bekerja dalam hal-hal yang umumnya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mempersepsi gambar, mengenali suara, mengambil keputusan, hingga menerjemahkan berbagai bahasa. AI merupakan suatu terobosan di bidang teknologi yang digadang-gadang akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia. Sebab, hal-hal yang dulunya hanya bisa dilakukan oleh manusia, kini mulai beralih ke mesin. Salah satu bidang yang akan berubah sekali seiring dengan perkembangan AI di dunia ini adalah di bidang bisnis, khususnya e-commerce.

Tidak dipungkiri bahwa dunia e-commerce adalah dunia di mana persaingan terjadi dengan sangat sengit. Dari mulai persaingan harga, logistik, bahkan customer service, semuanya serba menuntut pelaku e-commerce untuk bergerak cepat dan tanggap terhadap segala jenis perubahan. Kehadiran AI diprediksi akan mengambil banyak peran pada industri e-commerce di seluruh dunia. Hal itu dikarenakan kebutuhan industri e-commerce yang serba cepat pada akhirnya menimbulkan perasaan “lelah” dari segi manusia dan di titik inilah AI akan sangat berperan untuk mengurangi kerja-kerja berat yang dilakukan oleh manusia.

1. AI memungkinkan pencarian visual untuk e-commerce

Kebutuhan konsumen yang ingin serba praktis ke depan sangat mungkin akan selalu terpenuhi. Salah satunya adalah kebutuhan untuk mencari sesuatu dengan cepat. Teknologi yang dibawa oleh AI memungkin suatu hari e-commerce dapat memanjakan customernya dengan sistem pencarian visual.

Para calon customer cukup mengupload sebuah gambar, lalu AI akan membantu mereka untuk mencari berbagai barang yang sama persis atau mendekati kemiripan seperti yang diupload oleh customer. AI memungkinkan sistem yang dapat mengenali berbagai warna, bentuk, bahkan bahan baku seperti misalnya pada pakaian atau produk makanan. Ke depan, orang yang ingin membeli produk sepatu atau baju seperti yang pernah ia lihat di jalan atau dikenakan temannya hanya cukup memoto dan menguploadnya untuk kemudian dicarikan produk yang sama seperti yang ia inginkan. Dengan demikian, layanan customer untuk e-commerce akan semakin canggih dan customer juga akan merasa semakin dimanjakan.

2. Menyatukan dunia online dan offline

Memungkinkannya pencarian visual tidak hanya memberikan kepuasan kepada customer, tetapi juga berpeluang untuk meningkatkan penjualan dari segi pebisnis. Hal itu dikarenakan user experience yang lebih positif memberikan peluang untuk customer merasa puas dan dengan senang hati melakukan kegiatan berbelanja lagi.

AI memudahkan customer untuk melakukan banyak hal dari mulai pencarian barang hingga melakukan pembayaran, sehingga customer experience akan lebih baik dari hari ke hari. Jika saat ini kebiasaan berbelanja online masih belum maksimal karena customer masih merasa “ribet”, maka ke depan diprediksikan pengalaman berbelanja online yang menyenangkan akan meningkatkan kegiatan belanja customer.

3. Pengalaman berbelanja yang lebih personal

AI memungkinkan sebuah sistem yang dapat mengenali berbagai kegiatan customer selama online. Ia merekam jejak di mana saja customer biasa menghabiskan waktunya di internet dan mengetahui apa saja yang ia sukai. Kemudian, e-commerce dapat memberikan penawaran lebih spesifik mengenai apa saja benda yang ia suka atau ia butuhkan. AI dapat membedakan satu per satu user kebutuhan user dan menyesuaikan berbagai penawaran dengan apa yang mereka inginkan. Hal ini akan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal kepada setiap customer.

4. Virtual personal shopper

Beberapa orang menyadari dengan betul bahwa dirinya tidak pandai untuk memilih barang atau berbelanja dengan waktu yang efektif. Sementara, banyak orang di luar sana yang memiliki kemampuan untuk berbelanja di atas rata-rata. Mereka dapat dengan cepat menemukan berbagai barang yang diinginkan, membandingkan berbagai harga hingga mendapatkan satu yang paling sesuai, dan cermat dalam melakukan pembayaran. Gap di antara mereka inilah yang ke depannya akan ditanggapi dengan sangat baik melalui teknologi AI.

Dengan AI, ke depannya setiap customer dimungkinkan untuk memiliki asisten virtual personal yang akan memudahkan kegiatan berbelanja di internet. Dengan cara itu, customer akan lebih menghemat waktu dan tenaga, sehingga ia dapat melakukan berbagai hal lain yang lebih produktif.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID