Tips & Guide

4 Cara Menghindari Ransomware WannaCry, dan Bagaimana Jika PC Anda Terlanjur Terinfeksi

[Foto: Shutterstock]
Sebuah serangan siber yang menggemparkan telah memakan lebih dari 200.000 korban di setidaknya 150 negara—termasuk Indonesia—selama beberapa hari terakhir, dan departemen penerangan dan informasi di berbagai negara mengatakan situasinya kemungkinan akan memburuk. Sebuah kelompok peretas yang disebut Shadow Brokers mengklaim telah merilis malware tersebut, setelah sebelumnya mengaku menemukan “senjata rahasia siber” milik Badan Keamanan Nasional AS (NSA).

Ransomware WannaCry—begitu malware (malicious software) itu disebut—pada dasarnya menyerang komputer melalui sambungan Internet dan “menyandera” data-data penting. Ransomware tersebut akan meminta uang tebusan yang harus dibayar pemilik data jika ingin datanya kembali. Pembayaran tebusan itu harus dilakukan dalam waktu tertentu, atau datanya akan dihapus untuk selamanya.

Cara kerja malware ini adalah dengan cara mengunci komputer korban, atau meng-encrypt semua data yang ada, sehingga tidak bisa diakses si pemilik komputer.

Komputer berbasis Windows—yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB (Server Message Block) —yang digunakan di kantor-kantor dan instansi pemerintah, telah menjadi korban dari WannaCry, termasuk beberapa rumah sakit di Inggris, Fedex di Amerika Serikat, dan gas-station cards di China. Para ahli khawatir virus tersebut dapat menyebar kembali, karena sebagian besar jaringan perusahaan di Asia kembali aktif secara online Senin ini, dan para peretas telah men-tweak kode mereka untuk menghindari pertahanan sementara.

Baca Juga:  Waspada! Malware Asal Rusia Menyerang Perangkat Apple

Kementerian Komunikasi dan Informatika serta berbagai perusahaan yang ada di Indonesia telah memperingatkan warga dan para karyawan mengenai malware ini, dan bagaimana cara menghindarinya. Berikut beberapa cara.

Lakukan Update Windows

Jika komputer Anda menjalankan Windows, pastikan sistem operasi Anda telah ter-update. Pada bulan Maret, Microsoft merilis sebuah patch untuk kerentanan yang ditargetkan oleh worm pada ransomware tersebut. Jadi jika Anda belum diperbarui sejak Maret, maka kemungkinan Anda berisiko terkena WannaCry.


Hal termudah yang harus dilakukan adalah menyetujui pembaruan otomatis (automatic update). Namun jika tak ingin menerapkan pembaruan otomatis, Anda setidaknya harus melakukannya secara manual untuk memperbaharui perlindungan di komputer Anda. Selain itu, Anda bisa mengunduh Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh Microsoft secara manual pada situs resminya, dan memasangnya pada PC Anda.

Backup Semua Data Penting

Jika Anda telah menyimpan semua data penting dalam sistem yang terpisah, maka Anda tidak akan berisiko kehilangan semua foto dan file jika terinfeksi WannaCry. Pilihan terbaik adalah menyimpan data di dalam hard drive eksternal yang Anda update secara teratur dan tidak terhubung ke internet, atau layanan penyimpanan awan (cloud storage), seperti Google Drive, Apple iCloud atau Microsoft OneCloud.

Baca Juga:  6 Aksesoris Smartphone Pendukung Kebutuhan Pengemudi Ojek Online

Walaupun layanan penyimpanan awan masih memiliki risiko diretas, namun kemungkinan besar layanan yang disediakan para raksasa teknologi akan memiliki keamanan jauh lebih baik daripada komputer Anda, dan memiliki sumber daya yang jauh lebih baik untuk merespon serangan dengan cepat.

Hati-hati dengan Semua yang Anda Buka

Terutama saat sekarang ini, waspadalah terhadap email yang tidak dikenal, yang meminta Anda untuk meng-klik tautan atau mengunduh file asing. Jika terlihat aneh, atau situsnya mencurigakan, jangan klik tautan tersebut. Sembarangan membuka tautan tidak hanya bisa menginfeksi komputer Anda, tapi juga jaringan apa pun yang Anda gunakan. Begitulah cara virus menyebar.

Gunakan Software Antivirus

Walaupun software antivirus tidak selalu menjamin keamanan komputer Anda dari serangan semua virus, setidaknya software tersebut akan meningkatkan keamanan dan menurunkan risiko serangan. Pemindaian yang dilakukan antivirus dapat memblokir virus agar tidak diunduh, dan mencegah agar perangkat lunak perusak tidak terpasang, dengan catatan Anda telah meng-update antivirus tersebut menjadi versi terbaru.

Baca Juga:  Ransomware Ini Menyamar Jadi 'Windows Update' dan Menyandera Data Korbannya

Lalu Bagaimana Jika Anda Terlanjur Terinfeksi?

Sesuai namanya, WannaCry mungkin akan membuat korbannya menangis. Malware tersebut akan mengambil alih komputer Anda, mengenkripsi file Anda dan mengancam untuk menghapusnya kecuali jika Anda membayar uang “tebusan” sekitar $300 (sekitar Rp4 juta) yang harus dibayarkan dalam bitcoin. Jika tak dibayar dalam tiga jam, maka uang tebusan menjadi dua kali lipat, yakni $600.

Anda bisa mencoba decryption tool untuk mendapatkan kembali data Anda, tapi sayangnya itu tidak selalu berhasil. Para peretas kadang-kadang menggunakan aplikasi decryption tool sebagai umpan untuk menginfeksi lebih lanjut sistem Anda. Jadi, jika Anda memutuskan untuk menggunakan tool tersebut, pastikan Anda mendapatkannya dari situs resmi yang terpercaya. Pilihan lainnya adalah membayar para hacker, walaupun Anda benci harus melakukannya.