Opinion

4 Hal Ini Bantu Anda Tingkatkan Transaksi Digital dalam Bisnis

[Foto: pixabay.com]
Salah satu tantangan terbesar dalam bisnis digital adalah bagaimana meraih customer hingga ke tahap transaksi. Hal ini dikarenakan tipe customer online sangat-sangat dinamis sehingga sangat sulit untuk diprediksi. Namun, meski demikian, kesulitan ini bukan berarti tidak mungkin sama sekali. Customer journey merupakan hal yang wajib dipahami oleh setiap pelaku bisnis. Salah satu untuk mengetahuinya adalah dengan rutin melakukan riset kepada customer maupun calon customer.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan customer journey hingga ke tahap transaksi. Beberapa di antaranya misalnya dengan memperhatikan detail produk, hingga mengoptimalkan review yang membantu mereka untuk merasa yakin akan produk yang akan dibelinya. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus Anda perhatikan untuk mencapai tahap transaksi dalam bisnis digital.

1. Perhatikan lokasi dan kenyamanan customer

Saat ini, local marketing sedang menjadi tren. Alih-alih meraih customer dengan cakupan yang luas, bisnis saat ini diprioritaskan untuk customer yang tertarget secara spesifik, misalnya di suatu tempat tertentu. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan pada customer. Jadi, meskipun bisnis Anda berada di internet, pastikan bahwa customer Anda dapat meraihnya dengan mudah dan praktis. Misalnya saja jika Anda bergerak dalam bidang e-commerce, penting juga bagi Anda untuk menyediakan warehouse atau layanan pengantaran cepat yang memungkinkan customer untuk mendapatka barangnya secara cepat dan murah.

Baca Juga:  Curi Informasi Rahasia Hingga Membahayakan Keamanan Nasional, Inilah 10 Peretas Paling Berbahaya di Dunia

2. Fokus pada customer yang potensial

Hampir semua channel dalam digital marketing memiliki fitur remarketing. Fungsinya adalah meraih customer yang potensial untuk dilakukan approach lebih baik. Misalnya saja seorang internet user telah beberapa kali melihat sebuah produk yang sama, besar kemungkinan ia memiliki ketertarikan dengan produk tersebut, namun ada kendala-kendala yang membuat dia masih urung melakukan transaksi. Dalam hal ini, approach yang dilakukan harus berbeda karena tipe customer ini telah melalui satu funnel yang berbeda dari customer pada umumnya. Biasanya, remarketing menampilkan hasil yang lebih baik karena memang target marketing spesifisik ditujukan pada mereka yang potensial untuk menjadi customer.

3. Jangan remehkan kekuatan search engine

Faktanya lebih dari 80% orang melakukan transaksi secara online setelah melakukan aktivitas pencarian di search engine. Sebagian dari mereka mungkin hanya menggunakan search engine untuk tujuan mencari tahu informasi produk, namun tak sedikit pula yang akhirnya mengetahui produk lain justru di tengah aktivitas mereka dalam search engine. Inilah kenapa channel Google AdWords, khususnya dalam Search Advertising masih banyak dipakai oleh bisnis di seluruh dunia. Sebab pada kenyataannya memang banyak customer hadir melalui iklan-iklan yang mereka sajikan dalam search engine milik Google tersebut.

Baca Juga:  Berbagai 'Hukum' Social Media untuk Bisnis

4. Pikirkan produk-produk komplementer

Jika Anda mengamati trend yang terjadi di internet, sebagian besar customer melakukan aktivitas pembelian barang justru ketika ia tidak sedang berencana untuk membeli barang tersebut. Sebagai contoh, seorang turis yang berkunjung ke Yogyakarta barangkali baru tahu bahwa di sini ternyata juga menjual berbagai pernak-pernik lucu buatan tangan. Ketika ia sedang melakukan aktivitas untuk mencari souvenir seperti gudeg maupun kain batik, Anda bisa memberikan penawaran barang-barang lain yang sifatnya komplementer atau melengkapi apa yang ia cari, misalnya jika ia mencari kain batik, Anda dapat menawarkan juga padanya berbagai ornamen untuk memperindah kain tersebut, sehingga mungkin saja ia tertarik untuk melakukan aktivitas jual beli. Model yang seperti ini patut untuk diperhatikan sebagai alternatif untuk mencapai tahap purchasing dalam sebuah bisnis di internet.