Opinion

4 Strategi Brand Marketing di Dunia Digital untuk Mengoptimalkan Penjualan

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Sebagai digital marketer, ada satu tantangan tersendiri yang tidak mungkin untuk dilewatkan. Yakni bagaimana kita selalu berupaya untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa dari penjualan sebuah produk. Untuk itu, berbagai cara pun dilakukan dalam satu waku sekaligus.

Digital marketing sendiri sebenarnya melingkupi banyak hal, dari mulai advertising, email marketing, search engine marketing, hingga social media marketing. Oleh karenanya, sebagai digital marketer, kita dituntut tidak hanya mahir dalam mempersuasi orang untuk membeli sebuah produk. Namun, skill-skill lain juga diperlukan untuk menunjang proses marketing, di antaranya pengetahuan mengenai perilaku konsumen, kemampuan menulis, bahkan pengetahuan desain.

Brand marketing merupakan salah satu metode yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan penjualan dari sebuah produk. Brand marketing adalah salah satu teknik pemasaran yang memanfaatkan brand dari sebuah produk guna meraih customer sebanyak-banyaknya.

Buatlah branding untuk produk yang akan dipasarkan

Brand diciptakan dalam pikiran. Ia memberikan sebuah identitas yang mencakup persepsi bagaimana calon konsumen mengartikan produk yang kita tawarkan, termasuk juga bagaimana citra sebuah produk, tujuan adanya produk tersebut, hingga bagaimana konsumen dapat mengenali keunikan yang khas dari produk yang ditawarkan. Proses dalam brand marketing bermula dari penciptaan sebuah brand untuk produk yang akan dipasarkan.

Branding tidak semata-mata bagaimana kita membuat satu merk untuk sebuah produk. Lebih dari itu, branding mencakup hal-hal seperti logo yang filosofis, website untuk landing page, dan perangkat-perangkat lain yang berfungsi sebagai tools marketing, baik online maupun offline.

Membuat marketing strategy dan marketing plan

Beberapa orang menilai marketing strategy dan marketing plan adalah dua hal yang sama. Meskipun tidak sepenuhnya benar, hal itu juga tidak bisa dibilang salah total. Marketing strategy dan marketing plan adalah dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan. Marketing strategy adalah berbagai penjelasan mengenai tujuan yang harus dicapai oleh seorang marketer. Oleh karenanya, marketing strategy sangat tergantung pada tujuan bisnis masing-masing perusahaan. Sementara, marketing plan merupakan implementasi dan langkah-langkah konkret dari marketing strategy yang telah disiapkan.

Memilih tools dan konten yang tepat untuk digital marketing

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, digital marketing adalah proses yang sangat kompleks meliputi berbagai hal. Oleh karena itu, untuk mengefektifkan proses marketing, sebagai marketer kita harus piawai dalam memilih tools yang paling tepat untuk proses marketing. Tentu saja pemilihan ini harus didasari pada kebutuhan dan jenis produk yang akan dipasarkan.

Selain itu, penting juga bagi seorang marketer untuk mengetahui lebih dalam perihal konten yang akan digunakan untuk marketing. Konten dalam hal ini meliputi berbagai aspek seperti konten tulisan maupun konten audio-visual. Maka selain memperhatikan bagaimana desain dalam brand yang kita ciptakan, seperti misalnya pada website, penting juga untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai konten yang akan kita sajikan.

Menulis blog sebagai pendamping dari produk utama yang dipasarkan barangkali dapat menjadi satu opsi yang patut untuk dicoba. Selain berfungsi untuk memberikan pengetahuan mengenai produk kepada calon konsumen, blog juga berfungsi untuk meningkatkan SEO dari website produk yang dipasarkan. Akhirnya, selain meningkatkan brand awareness melalui konten-konten yang disajikan, kita juga berpeluang untuk mendapatkan subscriber yang berpotensi menjadi konsumen dari produk yang kita tawarkan.

Bangun kerjasama dengan berbagai pihak

Agar hasil yang diperoleh semakin maksimal, maka selain melakukan content strategy marketing, tidak ada salahnya untuk mengkombinasikan marketing melalui jalan influencer. Seperti kita tahu, peluang influencer marketing saat ini tak kalah bagus dengan content strategy marketing. Sebagai marketer, lagi-lagi kita membutuhkan satu skill tambahan, yakni public relations. Sebab selain bertugas untuk menciptakan relasi yang baik dengan para customer, seorang marketer juga harus memiliki kemampuan kerjasama yang baik dengan pihak-pihak yang berpeluang menjadi partner.

Kombinasi dari empat poin di atas merupakah beberapa hal dari sekian banyak strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan melalui brand marketing. Meskipun tiap produk memiliki metodenya masing-masing, setidaknya empat hal tersebut adalah strategi paling universal yang bisa diterapkan ke dalam semua jenis produk yang dipasarkan.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID