Home  »  Opinion   »  
Opinion

4 Strategi Branding untuk Startup

[Foto: pixabay.com]
Branding merupakan satu hal yang penting dalam sebuah bisnis. Branding tidak hanya memungkinkan brand yang kita miliki menjadi terkenal, namun juga sekaligus mendukung proses perjualan terhadap produk barang atau jasa yang kita tawarkan. Misalnya saja untuk produk yang sama-sama air mineral, tentu rasanya akan beda membeli air yang dibungkus dalam botol tanpa label dengan membeli Aqua atau merk-merk tertentu yang memiliki brand cukup terkenal. Oleh karena itu, semua bisa sepakat bahwa setelah produk, branding adalah hal yang wajib dilakukan oleh perusahaan, tak terkecuali dalam startup.

Bagi startup yang baru berkembang, branding adalah satu tantangan tersendiri. Beberapa pihak sepakat bahwa branding harus diutamakan alih-alih produk. Tujuannya adalah ketika produk sudah matang, respons dari user akan meledak. Namun, sebagian lagi berpendapat bahwa bagi startup yang terpenting adalah produk. Sementara, branding bisa dilakukan menyusul ketika produknya sudah siap dipasarkan. Entah mana yang Anda sepakati, namun intinya branding sama-sama menjadi tantangan bagi startup yang baru dibangun. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara yang sedikit tidak biasa untuk melakukan branding demi kemajuan startup itu sendiri.

Baca Juga:  Konselor Presiden AS Sebut Microwave Bisa Jadi Alat Mata-Mata, Benarkah?

1. Gunakan media sosial

Soal yang satu ini sudah tidak bisa didebatkan lagi. Media sosial adalah salah satu channel untuk melakukan branding paling efektif, terlebih untuk menjangkau user yang aktif di dunia online. Media sosial memungkinkan startup untuk berinteraksi langsung dengan para usernya. Mereka juga memiliki peluang untuk akuisisi user melalui berbagai promosi yang dapat dilakukan di media sosial. Dengan pendekatan dan taktik strategi yang baik, media sosial sebenarnya sudah cukup untuk melakukan branding khususnya digital branding.


2. Menjadi sponsor di sebuah acara

Jika Anda tidak puas dengan metode branding secara online, cara ini barangkali efektif untuk digunakan. Caranya adalah dengan menjadi sponsor atau pihak yang mendukung terselenggaranya suatu acara. Dalam memilih acara yang akan disponsori jelas ada berbagai kriteria yang wajib dipenuhi, misalnya saja acara tersebut memiliki target market yang sama atau acara tersebut memiliki banyak audiens yang memungkinkan brand startup kita dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun, cara ini bisa dilakukan jika startupmu memiliki modal yang cukup yah.

Baca Juga:  5 Startup Fintech Populer di Indonesia

3. Sistem referral

Word of mouth merupakan salah satu taktik branding yang paling efektif untuk diterapkan. Tidak hanya secara online tetapi juga offline. Sebagian customer di Indonesia memilih untuk melakukan review atau bahkan menanyakan rekomendasi dari teman-temannya terlebih dahulu sebelum menggunakan suatu produk. Itu sebabnya sistem referral tidak hanya efektif untuk branding, tetapi sekaligus untuk mengakuisisi user. Sebagai reward, startup dapat memberikan hadiah atau bonus untuk setiap rekomendasi yang telah diberikan kepada teman. Cara ini banyak dipakai startup-startup di seluruh dunia, seperti Uber, Grab, ataupun Foodpanda.

4. Lakukan Corporate Social Responsibility (CSR)

Setiap orang pada dasarnya memiliki keinginan untuk berbuat baik dan hal inilah yang mendasari sistem CSR dapat digunakan sebagai cara untuk branding yang paling efektif. Melalui CSR, startup dapat memainkan sisi psikologis customer dalam memilih suatu produk atau mencitrakan suatu produk. Startup berhasil meyakinkan customer bahwa mereka telah memilih produk atau layanan yang tepat yang mampu mewujudkan keinginan-keinginan mereka untuk berbuat baik. Berbagai program CSR yang telah dilakukan perusahaan-perusahaan besar umumnya pada tema-tema lingkungan atau kemanusiaan, yang notabene memang berhasil meraih simpati publik lebih. Cara ini, meski tidak bisa diadopsi secara menyeluruh, dapat juga digunakan dalam startup. Misalnya membuat program-program charity hingga melakukan open source project yang digunakan sebagai media untuk CSR.

Baca Juga:  Memahami Tren di Dunia Content Marketing Tahun 2017