Opinion

5 Alasan Mengapa Tim dalam Startup Sebaiknya Berasal dari Beragam Latar Belakang

[Foto: pexels.com]
Sebagai orang yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia, keberagaman nampaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam diri kita. Keberagaman menjadi semacam identitas yang lekat pada diri setiap orang Indonesia. Namun, meski demikian, keberagaman nampaknya masih menimbulkan berbagai permasalahan dalam berbagai konteks. Dari mulai urusan politik sampai urusan hubungan personal, keberagaman menjadi satu isu yang cukup serius untuk dibicarakan. Termasuk juga dalam konteks membangun bisnis atau startup.

Startup yang ideal harusnya dibangun dari orang-orang yang memiliki visi yang sama. Namun, visi yang sama bukan berarti meniadakan perbedaan-perbedaan lain dalam tiap-tiap individunya. Seseorang mungkin akan memiliki gaya berkomunikasi yang berbeda dengan kita. Bisa jadi, seseorang juga memiliki penilaian atau persepsi yang berbeda dengan kita terhadap suatu hal. Dalam kaitannya dengan pembentukan tim dan startup itu sendiri, hal ini sama sekali bukan masalah. Dengan kata lain, berbeda dalam tim di sebuah startup tidak masalah, asalkan tetap memiliki visi yang sama.

Secara umum, ada beberapa alasan mengapa sebenarnya startup justru membutuhkan keberagaman di dalamnya. Tak cuma dari segi komponen pengisinya, seperti orang IT, orang bisnis, atau orang seni, startup sebenarnya juga membutuhkan orang-orang dengan latar belakang budaya berbeda yang membentuk pribadi-pribadi yang berbeda total satu sama lain. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa startup justru memerlukan keberagaman di dalam timnya.

Baca Juga:  4 Hal yang Dicari Top Employee dalam Sebuah Pekerjaan

1. Pemahaman yang lebih baik pada konsumen


Keberagaman dalam sebuah bisnis atau startup membawa pengaruh pada cara berpikir tim, termasuk pada upayanya memahami konsumen. Sudut pandang yang berbeda serta persepsi yang berbeda pada tiap orang memberikan keluasan dalam melihat bermacam jenis konsumen. Otomatis, dari sini bisnis akan lebih baik dalam memahami konsumen dan bisa menyajikan sesuatu yang paling dibutuhkan oleh konsumen dari bisnisnya.

2. Meningkatkan kreativitas

Sekelompok orang yang memiliki latar belakang serta pengalaman yang sama kemungkinan besar akan memiliki pola pikir yang sama. Pola pikir ini kemudian berimbas pada sudut pandang ataupun cara-cara dalam bekerja secara teknis. Sepintas, memiliki orang dalam kelompok dengan tipikal yang sama akan membuat tim lebih solid, karena tidak banyak terjadi gesekan. Tetapi, dari segi kreativitas, kelompok yang homogen jauh lebih rendah dibanding kelompok yang heterogen.

Kelompok dengan orang-orang yang berbeda akan memiliki berbagai pola pikir yang juga berbeda. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi cara kerja atau cara mereka menyelesaikan suatu problem. Kreativitas akan lebih meningkat jika datang dari kepala dengan berbagai macam sudut pandang yang berbeda dalam melihat sebuah masalah.

Baca Juga:  Penelitian: Minyak Zaitun Bisa Bantu Hindari Penyakit Alzheimer

3. Inovasi yang lebih cerdas

Meningkatkan kreativitas seperti yang disebutkan dalam poin 2 secara otomatis akan berimbas pada tingginya inovasi dalam sebuah startup. Orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda dan perspektif berbeda terhadap suatu masalah tentunya akan memunculkan ide-ide yang sangat kaya. Hal ini akan mendorong munculnya inovasi yang lebih cerdas dari sekelompok orang yang beragam yang tergabung dalam startup.

4. Brainstorming tanpa batas

Brainstorming adalah satu hal penting yang harus dilakukan dalam setiap tim, utamanya untuk memunculkan ide-ide yang akan dieksekusi. Orang-orang dengan latar belakang berbeda umumnya memiliki pemikiran yang berbeda-beda, sehingga ide-ide yang dikeluarkan pun bisa sangat beragam. Proses brainstorming pun akan lebih menyenangkan karena tim akan mendapatkan banyak sekali insight yang berasal dari pemikiran yang berbeda.

5. Membuat keputusan yang lebih baik

Akhirnya, satu hal yang paling penting dari keberagaman dalam tim di startup adalah munculnya keputusan yang matang. Hal itu dikarenakan pertimbangan dalam tim startup yang beragam dihasilkan dari banyak orang dengan berbagai alasan yang berbeda. Di titik ini, startup akan semakin baik untuk melangkah karena setiap pilihan telah memiliki pertimbangan untuk akhirnya diputuskan mana yang terbaik.

Baca Juga:  Berkenalan dengan Industri Fintech di Indonesia