Review

5 Aplikasi yang Tidak Bisa Anda Gunakan Lagi di Tahun 2017

[Foto: metro.co.uk]
Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi dipengaruhi oleh teknologi sebelumnya. Oleh sebab itu, bukan tak mungkin jika kehadiran teknologi baru bisa menggusur teknologi atau layanan yang lebih lama.

Seperti yang terjadi pada tahun ini. Sejumlah perusahaan teknologi memilih untuk menutup aplikasi besutannya di 2016 karena beragam alasan. Mulai dari layanan yang kurang menarik hingga tak mampu bersaing dengan layanan lain.

Apakah deretan aplikasi berikut ini sudah tak asing lagi bagi Anda? Atau mungkin Anda menjadi salah satu penggunanya? Sayangnya, di tahun 2017 ini Anda tidak bisa lagi menggunakannya. Dilansir dari cnn money, berikut adalah daftar aplikasi yang telah resmi ditutup.

Microsoft Sunrise

Microsoft mengakuisisi aplikasi Sunrise. Namun pada April 2016, perusahaan yang berbasis di Redmond itu resmi mengumumkan penutupan aplikasi kalender Sunrise. Sebagai gantinya, tim engineering Sunrise akan mengerjakan kalender mobile Outlook untuk perangkat iOS dan Android. Meski fokus sudah berubah, tim Sunrise memastikan tujuan mereka tak berubah.

Aplikasi tersebut tetap mereka buat untuk membantu pengguna mengatur kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah dan menyenangkan. Microsoft Sunrise sendiri telah resmi menghentikan layanannya sejak 31 Agustus 2016.

Baca Juga:  Buka-bukaan Teknologi Tokopedia dari Masa ke Masa

Picasa

Cerita serupa juga dialami oleh Picasa. Sebelum adanya Photos milik Google, pengguna Android tentu mengenal Picasa. Aplikasi yang sudah dibeli Google sejak 2004 ini nyatanya kurang mendapat perhatian dari raksasa mesin pencari tersebut.

Oleh sebab itu, Google mengumumkan penutupan Picasa pada awal tahun ini. Alasan penutupan itu tak lain karena sudah ada aplikasi lain dengan fitur serupa dan kemampuan lebih baik, yakni Google Photos.


Kendati demikian, Google tetap membantu pengguna yang memiliki foto dan video di Picasa agar mulai berpindah ke Google Photos. Sementara pengguna yang tak ingin berpindah diminta membuat tempat tersendiri untuk menyimpan data-data tersebut.

Vine

Keputusan Twitter untuk menutup Vine memang cukup menyita perhatian publik. Pada Oktober 2016, Twitter mengumumkan penutupan Vine. Setelah kabar tersebut beredar, sejumlah perusahaan berminat untuk tetap menghidupkan layanan tersebut. Salah satunya perusahaan yang disebut telah mengajukan penawaran resmi adalah Line.

Namun, nyatanya kabar itu tidak benar. Kini, Vine sendiri tak sepenuhnya ditutup, karena akan berubah nama menjadi Vine Camera. Meski tak lagi menjadi aplikasi jejaring sosial, kemampuan merekam video berdurasi pendek tetap dipertahankan.

Baca Juga:  Google Hadirkan AutoDraw, Online Tool untuk "Autocorrect" Gambar Coretan Anda

Facebook Paper

Pada 2014, Facebook Paper resmi dirilis. Awalnya, aplikasi ini sempat menuai tanggapan positif dari sejumlah pihak. Facebook Paper disebut-sebut menjadi cara baru membaca berita secara online ditambah kemampuan berbagi artikel. Namun seiring berjalannya waktu, aplikasi ini gagal menarik lebih banyak pengguna. Bahkan, aplikasi ini tak pernah menyambangi Android karena pengunduh di iOS tak kunjung bertambah.

Pada 29 Juli 2016, akhirnya Facebook resmi menutup aplikasi ini. Sepeninggal Paper, Facebook kini memiliki fitur Instant Article yang membantu pengguna untuk membaca berita langsung di dalam aplikasi secara lebih cepat.

Meerkat

Saat ini, aplikasi live video streaming memang tengah digandrungi masyarakat hampir di seluruh dunia. Namun sebelum kehadiran Facebook Live dan Periscope dari Twitter, ada aplikasi yang lebih dulu menawarkan layanan serupa, yakni Meerkat.

Dikarenakan adanya kompetisi yang cukup sengit, yakni kehadiran Facebook Live dan Periscope—ditambah kedua media sosial ini telah memiliki basis pengguna terbesar—maka aplikasi live streaming ini memilih menutup layanannya.

Baca Juga:  Ternyata Ini Alasan Kuat Mengapa Yahoo! Akhirnya Gulung Tikar

Pada Oktober 2016, kepastian ini diungkap langsung oleh Co-Founder Life On Air, perusahaan di balik Meerkat. Masalah lain dari ditutupnya layanan ini adalah terus menurunnya jumlah pengguna yang melakukan siaran secara reguler.