Tips & Guide

5 Cara Tingkatkan Conversion Rate pada Iklan Digital

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Meluasnya bisnis digital tidak hanya mengubah pola pikir dan gaya hidup konsumen di Indonesia, namun juga di kalangan pebisnisnya. Katakanlah, jika saat ini mereka tidak peka menanggapi zaman, bukan tidak mustahil pada akhirnya usaha konvensionalnya tersebut akan bangkrut. Persaingan di kalangan e-commerce pun semakit ketat. Hal itulah yang menyebabkan banyak perubahan di lini bisnis, salah satunya dari segi iklan.

Menanggapi tingginya pangsa pasar digital di Indonesia, penggunaan iklan digital pun semakin marak dilakukan para pedagang. Iklan digital dipandang lebih efektif karena menawarkan berbagai pilihan dan kemudahan yang tidak didapatkan pada jenis iklan konvensional, seperti baliho atau bahkan televisi. Ada beberapa jenis iklan digital yang biasa dipakai di dunia marketing, salah satunya adalah Google AdWords.

Google AdWords banyak dipakai oleh pengiklan maupun agency karena memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh iklan konvensional. Salah satu keunggulan yang paling jelas adalah adanya conversion tracking, yakni sebuah tools yang memberikan informasi sejauh mana iklan tersebut ter-deliver dan efektif untuk tujuan bisnis si pengiklan.

Sebuah iklan digital dikatakan dapat ter-deliver dengan baik dan sukses apabila conversion rate-nya menunjukkan angka yang tinggi. Conversion rate ini dapat diukur dengan membandingkan jumlah konversi yang diperoleh dengan jumlah iklan yang diklik oleh calon customer. Jadi, misalnya sebuah iklan diklik 1000 kali dan menghasilkan 50 konversi, maka conversion rate untuk iklan tersebut adalah 50:1000=5%

Dalam konteks e-commerce, di tengah banyaknya jumlah penjual untuk satu produk yang sama, tentunya setiap penjual yang beriklan menginginkan iklannya tersebut menghasilkan konversi berupa penjualan produk. Maka, beberapa kiat di bawah ini bisa dilakukan agar conversion rate untuk iklan digital di AdWords bernilai lebih tinggi.

1. Ketahui customer kita ada di tahap mana

Dalam iklan digital, dikenal istilah konversi mikro dan konversi makro. Masing-masing konversi ini ditentukan sesuai dengan tujuan bisnis pengiklan. Misalnya saja dalam konteks e-commerce, konversi mikro bisa diidentifikasi dengan e-mail subscribe oleh pelanggan dan konversi makronya berupa penjualan produk. Mengetahui customer ada di tahap mana dari proses untuk mencapai konversi makro memungkinkan kita untuk memberikan optimisasi yang paling sesuai. Hal itu tentunya akan menghindarkan kita dari kerja-kerja yang sia-sia.

2. Gunakan keyword yang spesifik

Dalam konteks e-commerce, konversi yang diharapkan adalah berupa penjualan produk. Maka, customer yang kita tuju adalah customer potensial yang benar-benar mencari barang yang kita tawarkan. Memberikan keyword yang spesifik pada iklan yang kita buat akan memudahkan customer menemukan produk yang ia cari. Misalnya, kita menjual sepatu New Balance 574 warna merah, usahakan untuk menuliskan keyword yang paling spesifik seperti yang diketik calon customer pada mesin pencari. Keyword umum seperti “sepatu” atau “sepatu merah” tidak langsung menuju pada customer potensial yang ingin mencari produk yang kita tawarkan. Sebab bisa saja dia mencari sepatu merah Nike atau sepatu sandal warna merah.

3. Perbanyak negative keyword untuk menghindari query yang tidak sesuai

Negative keyword merupakan salah satu fitur unggulan yang dimiliki oleh iklan digital. Dengan menambahkan negative keyword, kita mencegah iklan untuk ditampilkan pada customer yang tidak potensial. Misalnya kita ingin menjual tas Jansport original, maka sebaiknya kita menyertakan negative keyword seperti “KW” atau “palsu” atau bahkan “tas jansport gratis”. Menyertakan negative keyword yang banyak dapat membantu kita untuk mengefektifkan iklan karena Google akan secara otomatis tidak menayangkan iklan untuk query yang tidak sesuai atau tidak kita inginkan.

4. Gunakan search term report

Search term report merupakan salah satu fitur yang diberikan Google, yakni berupa laporan mengenai query apa saja yang diketikkan oleh customer di mesin pencari sebelum akhirnya iklan kita muncul dan diklik oleh mereka. Mengetahui sejauh mana search term untuk sebuah iklan dapat membantu kita meningkatkan performa iklan, yakni dengan cara memperbaiki keyword. Jika query tersebut sesuai dengan produk kita, maka kita bisa menambahkan keyword sesuai dengan data tersebut. Sebaliknya, jika data tersebut menunjukkan banyak query yang tidak sesuai dengan produk, kita bisa menambahkannya di negative keyword.

5. Sertakan harga ke dalam iklan untuk menjangkau customer yang potensial

Meski banyak dari customer yang ketika mencari produk berniat ingin melihat-lihat dulu (windows shopping), tetapi tidak sedikit juga dari mereka yang memang memiliki niat untuk langsung membeli produk. Menyertakan harga pada iklan, memudahkan customer untuk langsung menemukan pilihan dan akhirnya melakukan transaksi. Tentunya hal ini akan meningkatkan conversion rate pada iklan yang kita buat. Selamat mencoba!

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID