Tips & Guide

5 Cara untuk Menjaga Kepuasan Customer pada Bisnis

[Foto: pixabay.com]
Momen akhir tahun tak hanya digunakan untuk mengubah ulang strategi marketing, namun juga melakukan evaluasi pada semua aspek bisnis. Satu hal yang tak boleh luput dari sebuah bisnis adalah kepuasan customer. Entah untuk bisnis dengan model B2C maupun B2B, keberadaan customer sama-sama penting untuk diperhatikan. Pasalnya, customer service yang buruk memakan lebih banyak biaya. Sementara, hal itu jelas berdampak pada revenue yang kita dapatkan. Bisa dikatakan kita sebagai pebisnis rugi dobel. Pertama, bisnis akan kehilangan revenue dengan hilangnya customer. Kedua, biaya untuk customer service membengkak sehingga meningkatkan pengeluaran.

Sebaliknya customer happiness yang tinggi berpotensi untuk meningkatkan revenue pada sebuah bisnis. Misalnya saja di Amerika Serikat, data menyebutkan bahwa 86% orang mau membeli suatu produk ketika mereka merasa diperlaukan dengan baik ketika membeli. Sementara, data lain menyebutkan bahwa meningkatkan retention sebanyak 5% mampu meningkatkan profit hingga 95%.

Fakta ini tentunya menimbulkan satu tantangan besar, yakni, bagaimana menjaga kebahagian customer pada sebuah bisnis?

Baca Juga:  Cara Reset dan Install Ulang Aplikasi Windows Camera di PC Windows 10

1. Tanyakan feedback mereka

Satu hal yang tak boleh dilupakan dari customer pada sebuah bisnis adalah feedback. Tanyakan pada mereka bagaimana Anda selama ini. Apakah produk yang Anda sajikan sudah memuaskan? Apakah ada hal-hal yang harus ditambah? Bagaimana layanan Anda menanggapi mereka? Dan berbagai pertanyaan lain yang memungkinkan Anda untuk mengenali customer Anda lebih jauh. Pastikan Anda telah melakukan sesuatu yang diharapkan oleh customer dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh mereka.


2. Sajikan hal-hal yang berguna untuk mereka

Dalam bisnis, umumnya proses marketing dilakukan tidak hanya melalui satu channel. Misalnya bisnis Anda memilih untuk beriklan digital sambil mengirim newsletter pada pelanggan, hal itu juga termasuk ke dalam proses marketing. Newsletter merupakan salah satu cara untuk menjaga relasi terhadap customer yang Anda miliki. Namun, sebelum menyebarkan berbagai konten yang membanjiri email maupun timeline mereka, pastikan apa yang Anda sajikan bermanfaat untuk mereka sehingga hal itu tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu.

Baca Juga:  Berbagai Cara untuk Melakukan Riset Kompetitor

3. Kenali customermu secara personal

Mengetahui customer secara personal penting untuk menjaga relasi dan kepuasan customer. Umumnya, pendekatan yang dilakukan secara personal lebih berarti dibandingkan jika Anda melakukan pendekatan secara general kepada semua customer. Hal ini mungkin membutuhkan usaha lebih keras dan waktu lebih lama, namun hasilnya tentu akan sebanding dengan apa yang akan Anda raih.

4. Jangan menjanjikan apa yang tidak dapat Anda berikan

Janji-janji kosong cukup milik politisi saja. Sebagai pebisnis, Anda tidak perlu ikut-ikutan melakukannya. Sebab hal itu akan sangat berisiko terhadap bisnis yang Anda jalankan. Banyak startup gagal setelah mendapat dana milyaran dari investor, karena mereka terlalu besar di ide dan janji-janji, namun tidak pernah mampu direalisasikan. Entah bisnis Anda berskala kecil maupun besar, intinya membohongi customer adalah hal yang sangat merugikan.

5. Jangan menimpakan kesalahan pada customer

Dalam setiap proses marketing, tentu saja berbagai kesalahan mungkin akan terjadi. Entah invoice yang lama sekali dibayar, atau bahkan klien yang kabur tanpa menuntaskan pekerjaan, intinya semua hal buruk mungkin saja terjadi. Tapi dalam hal ini customer adalah raja. Usahakan untuk mengelola kesalahan di lingkup internal Anda selaku pemilik bisnis. Jangan limpahkan kesalahan pada customer, karena hal ini merugikan bisnis Anda sendiri. Meski mungkin customer memiliki potensi untuk melakukan kesalahan, namun ada baiknya Anda menghandle kesalahan-kesalahan ini dengan tidak serta merta menyalahkan mereka.