Opinion

5 Fakta Mengejutkan Tentang Penyebab Lupa pada Manusia

[Foto: livescience.com]
Pernahkan Anda merasa lupa sesuatu padahal hal itu baru saja ingin atau sudah Anda lakukan? Saya pribadi pernah mengalaminya, walau frekuensinya tidak sering. Lantas, apa yang membuat manusia bisa lupa?

Dalam kasus lupa, beberapa jenis ingatan dan otak memiliki cara yang unik untuk melupakan setiap jenisnya. Psikolog sudah menggolong-golongkan berbagai macam hal yang sering manusia lupakan, dan ahli biologi pun telah mempelajari mekanismenya pada tingkat sel.

Bagi otak, lupa adalah hal normal dan penting. Berikut ini adalah fakta mengejutkan tentang bagaimana manusia melupakan berbagai hal, sebagaimana dilansir dari Live Science.

Pintu Dapat Menghancurkan Memori

Fakta pertama adalah satu kegagalan memori jangka pendek yang umum tapi misterius. Orang menemukan diri mereka di sebuah ruangan, tanpa mengingat mengapa mereka berakhir di sana. Dalam keadaan ini, para peneliti mengatakan mungkin pintu menuju ke sanalah yang harus disalahkan.

Mungkin, berjalan melalui pintu tersebut adalah sebuah petunjuk untuk otak bahwa peristiwa baru telah dimulai dan otak harus menyimpan kenangan itu. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penyimpangan memori yang aneh.

Baca Juga:  EMTEK Suntikkan Dana Total 432,69 Miliar Rupiah ke Bukalapak.com

Gabriel Radvansky, psikolog di Universitas Notre Dame mengatakan bahwa memasuki atau keluar melalui pintu berfungsi sebagai batas peristiwa dalam pikiran, yang memisahkan episode aktivitas dan file yang akan disimpan.

Kegiatan Menghapus Pikiran

Meskipun jarang, kegiatan tertentu dapat mengakibatkan hilangnya memori dan otak menjadi kabut untuk sementara. Hal ini disebut transient global amnesia. Kejadian buruk menyebabkan masalah memori ini, dengan pasien melupakan hari terakhir saat mengalami hal buruk, dan mengalami kesulitan membentuk kenangan baru.


Penderita transient global amnesia tidak mengalami efek samping yang serius. Biasanya, masalah memori menghilang dalam beberapa jam. Namun, belum ada penjelasan tentang bagaimana hal ini bisa terjadi. Pemindaian otak dari pasien yang memiliki jenis amnesia ini juga tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak, atau tanda-tanda stroke.

Kenangan Bisa Hidup, Bahkan Jika Manusia Tidak Bisa Mengaksesnya

Dalam Jurnal Frontiers of Neurology tahun 2013 terdapat laporan kasus yang aneh. Peneliti menggambarkan seorang wanita yang memiliki halusinasi musik dari lagu yang tidak ia kenal. Para peneliti menuliskan, ini adalah laporan pertama dari halusinasi musik yang tidak dikenali pasien.

Baca Juga:  Benarkah Media Sosial Membuat Orang Semakin Kesepian?

Para ilmuwan mengatakan, mungkin wanita itu mengenal lagu di beberapa titik, tapi lupa. Kasus ini menimbulkan pertanyaan: apa yang terjadi pada kenangan yang terlupakan? Lalu, peneliti menunjukkan bahwa kenangan dapat disimpan dalam beberapa bentuk di otak yang membuat mereka dapat diakses, namun tidak dikenali.

Ada kemungkinan bahwa wanita memiliki kenangan musik, dengan bagian-bagian kunci dari kenangan yang hilang. Akibatnya, ia tidak bisa mengenali kenangan.

Otak Bisa Diprogram untuk Melupakan Masa

Hal pertama yang bisa memudar adalah kenangan masa kecil. Untuk hal tersebut, kemungkinan ada alasannya. Paling sering, orang tidak mengingat kenangan apapun dari mereka pada tahun awal kehidupan, biasanya sebelum usia 3 atau 4. Ini disebut amnesia infantil. Sebelumnya, para ilmuwan berpikir bahwa kenangan awal berada di sana, tetapi anak-anak hanya tidak memiliki kemampuan bahasa untuk verbalisasi mereka.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak membuat kenangan selama tahun-tahun awal mereka, tapi kemudian lupa melalui mekanisme yang disengaja. Untuk ini, ada satu penjelasan yang mungkin yaitu saat otak tumbuh berkembang, sel-sel baru akan menghapuskan kenangan yang tersimpan.

Baca Juga:  Startup Asal Singapura Ini 'Langkahi' Uber Luncurkan Taksi Swa Kemudi Pertama di Dunia

Cedera Otak Dapat Menyebabkan Lupa

Saat manusia mengalami cedera otak, itu memungkinkan mereka untuk kehilangan kenangan bahkan sebelum mereka memiliki kesempatan untuk menyimpan. Hal itu dikarenakan lokasi cedera berada di struktur otak yang secara khusus terlibat dalam penanganan pembentukan dan pemeliharaan memori. Kerusakan daerah ini bisa menghasilkan bentuk amnesia aneh.

Dalam salah satu kasus amnesia, pasien kehilangan kemampuan untuk membentuk kenangan baru setelah bagian otaknya, hippocampus, telah dihapus selama operasi untuk mengobati epilepsinya.