Tips & Guide

5 Hal Utama dalam Branding di Era New Media

[Ilustrasi: pixabay.com]
Branding merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan bagi setiap bisnis. Tak hanya bertujuan agar produknya dikenal orang, branding juga berperan besar dalam membentuk nilai sebuah produk di mata customer. Tentunya, hal ini kemudian berdampak pada banyak hal dalam bisnis, termasuk salah satunya untuk meningkatnya revenue.

Sebagai generasi yang lahir di era internet semakin berjaya, kita patut bersyukur. Pasalnya, internet kemudian membuat customer memiliki banyak sekali pilihan dalam menentukan produk yang ingin digunakan atau dibelinya. Selain itu, customer juga memiliki banyak sekali pilihan berbelanja, entah dari metode pembayaran, sistem pelayanan, dan lain sebagainya.

Branding menjadi satu kunci penting yang diperlukan oleh suatu bisnis agar sebuah produk tetap menjadi prioritas bagi customer. Tentu saja di samping adanya hal-hal lain yang tak kalah penting, misalnya saja inovasi dari segi produk, layanan customer, hingga bagaimana menyajikan kepuasan berbelanja yang praktis bagi consumer.

Di era new media, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan bagi setiap bisnis yang ingin melakukan branding. Adapun hal-hal tersebut, akan dibahas satu per satu berikut ini.

Baca Juga:  Cara Menyetel Pemindai Sidik Jari Pada Samsung Galaxy S8

1. Matang dalam perencanaan, cerdas dalam eksekusi

Agar branding untuk sebuah bisnis benar-benar berjalan, kita membutuhkan lebih dari sekadar nama. Ada beberapa elemen lain yang juga diperlukan, seperti misalnya logo, tagline, bahkan juga warna yang menjadi tema sebuah produk, hingga model pendekatan yang ingin dipakai untuk menjangkau konsumen.

Konsistensi menjadi sesuatu yang teramat penting. Oleh karenanya, selain eksekusi yang harus dipastikan berjalan dengan baik, perencanaan juga menjadi satu poin yang tidak boleh diabaikan. Perencanaan mencakup semua proses dari awal, dari mulai konsep hingga eksekusi. Meski kemudian memang idealnya sebuah produk berkembang sesuai dengan trend yang sedang terjadi di masyarakat. Tetapi, pada dasarnya branding tetaplah mengikuti satu pola atau ciri khas yang menjadi identitas sebuah produk.


2. Memantau terus query yang berkaitan dengan brand atau produk

Di era digital, customer diprediksi akan semakin gemar menggunakan pencarian di search engine untuk menemukan produk yang mereka butuhkan. Entah untuk sekadar melakukan riset sebelum membeli, atau bahkan untuk benar-benar membeli produk dan melakukan transaksi online. Tak heran jika kemudian Search Engine Marketing (SEM) menjadi salah satu channel paling populer yang digunakan para digital marketer untuk melakukan proses marketing pada bisnisnya.

Baca Juga:  2016: Ke Mana Arah Perkembangan Teknologi Online?

Tak ingin ketinggalan momen menanggapi trend tersebut, dalam kaitannya dengan branding, kita juga perlu melakukan improvement untuk menjangkau customer yang melakukan aktivitas melalui search engine. Salah satunya adalah dengan memantau terus setiap query yang berkaitan dengan bisnis yang sedang kita jalankan. Dengan cara tersebut, selain kita dapat mengenali perilaku konsumen, kita juga bisa mengetahui apa yang mereka butuhkan terkait dengan bisnis yang kita jalankan.

3. Keep it simple stupid (KISS)

Slogan keep it simple stupid (KISS) masih sangat relevan di era media baru. Terlebih seperti yang kita tahu, karakteristik customer di era digital sangatlah dinamis. Proses ekskusi dan konsep yang simple menjadi satu hal penting dalam melakukan branding di era new media.

4. Menampilkan konten yang relevan dan interaktif dalam media sosial

Keberadaan media sosial dalam proses branding di era new media sudah tidak bisa lagi dibantah. Pasalnya media sosial merupakan salah satu channel yang paling mungkin digunakan oleh digital marketer untuk berinteraksi langsung dengan para customer, sehingga terjadi engagement yang cukup tinggi untuk sebuah bisnis.

Baca Juga:  Cara Melihat Tanggal Instalasi Program dan Aplikasi pada PC Windows 10

Tak cuma untuk wadah di mana bisnis dengan customer saling berinteraksi, salah satu yang bisa kita lakukan melalui media sosial adalah untuk penyebaran konten yang relevan dengan bisnis dan berguna bagi customer.

5. Konsisten dengan branding

Berhubungan dengan poin pertama, perencanaan yang matang bagi sebuah proses branding, pada akhirnya diperlukan kaitannya dengan konsistensi. Sebelum Anda melakukan branding, pastikan dulu Anda cukup konsisten dengan brand Anda sendiri. Tanpa konsistensi, seberapapun banyak cara yang kita lakukan, hal tersebut akan membuat customer kesulitan untuk mengenali sebuah brand, apalagi menumbuhkan kepercayaan. Oleh karena itu, konsistensi penting, terutama bagi produk baru atau bisnis yang baru berkembang. Tujuan utamanya adalah membentuk value pada customer terhadap sebuah produk.