Opinion

5 Hal yang Akan Menjadi Tren di Bidang Digital Marketing

[Foto: pexels.com]
Tahun 2017 memasuki quarter pertamanya. Beberapa hal yang menjadi prediksi dunia digital marketing maupun bisnis itu sendiri telah terlewati. Ada banyak hal yang benar-benar terjadi di tahun ini, seperti misalnya model marketing yang makin personal hingga populernya Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari sebuah bisnis, khususnya bisnis digital itu sendiri.

Akan tetapi, banyak pula hal-hal yang ‘melenceng’ dari berbagai prediksi yang telah banyak dikemukakan sebelumnya. Salah satunya adalah perihal teknik marketing yang akan sangat populer tahun ini. Selain itu, ada juga hal-hal lain yang terjadi selama quarter pertama tahun 2017 dan akan terus menjadi booming.

Dalam artikel ini, akan diulas 5 hal yang menjadi tren dalam dunia digital marketing, khususnya sepanjang tahun 2017. Tren ini dipandang akan semakin populer, meski beberapa di antaranya bahkan tidak diprediksikan akan memperoleh respons yang sedemikian dahsyat dari konsumen di seluruh dunia.

1. Teknik marketing paling populer

Saat ini, dalam dunia digital marketing, kita mengenal berbagai teknik marketing yang banyak dipakai oleh digital marketing experts di seluruh dunia. Menurut rangkuman dari berbagai sumber, banyak yang memprediksi big data akan menjadi sangat populer di tahun 2017 menyusul dengan prinsip personalisasi pada tiap consumer.

Baca Juga:  Samsung Bakal Ungkap Penyebab Meledaknya Galaxy Note 7

Selain itu, content marketing juga masih bertengger di posisi unggul. Dibandingkan dengan automation marketing, sepanjang tahun 2017, content marketing sepertinya akan lebih menjadi bintang. Tentu saja dengan banyaknya improvisasi atau pengayaan konten dari pihak marketer itu sendiri. Sementara, mobile marketing dan social media marketing menyusul setelahnya.

Dikutip dari e27.co, content marketing menempati urutan pertama dengan persentase sebanyak 20,3% disusul dengan big data sebanyak 20,2%. Automation marketing menempati urutan ketiga sebesar 10,3%, kemudian mobile marketing sebanyak 9,2%, dan social media marketing sebanyak 8,8%.


2. Konten video berdurasi singkat akan booming

Setelah Snapchat muncul dengan konten berjangka waktu tertentu, Instagram kemudian menyusul dengan fitur Instagram Story. Baru-baru ini, WhatsApp juga menyertakan fitur video berjangka waktu sebagai pengganti status teks pada user, meski kemudian menuai banyak protes.

Hadirnya berbagai fitur dalam media sosial populer tersebut rupanya sedikit banyak berpengaruh pada tren yang terjadi sepanjang 2017 nantinya, yakni memboomingnya konten video dengan durasi yang singkat di kalangan user. Sebuah studi yang dilakukan pada customer di Eropa menunjukkan bahwa user hanya akan memberikan atensi pada sebuah konten sepanjang 8 detik pertama. Jadi, semakin cepat sebuah konten menciptakan impresi, semakin besar kemungkinan ia akan memperoleh customernya.

Baca Juga:  Melalui Eksperimen, Avast Temukan Bukti Bahwa Webcam Bisa Dijadikan Alat Pengintai oleh Penjahat Siber

3. Chatbot yang akan menggantikan customer service

Chatbot pertama kali akan sangat berguna, terutama di industri seperti e-commerce yang membutuhkan layanan customer service dalam jumlah yang banyak. Kehadiran chatbot dipandang sebagai ‘penyelamat’ ketika jumlah customer semakin tinggi dan kekuatan manusia terbatas untuk memenuhi kebutuhan mereka satu per satu.

Menurut sebuah survey, sebanyak 51% customer merasa bisnis harus menjawab apapun yang menjadi keluhan atau pertanyaan mereka sepanjang 7×24 jam. Harapan ini tentu saja akan kesulitan terpenuhi apabila menggunakan sistem customer service manual, di mana manusia membutuhkan banyak waktu juga untuk kehidupan.

Pertimbangan lain adalah masalah biaya yang akan membengkak hanya untuk customer service pada sebuah bisnis. Itulah kenapa kehadiran chatbot kemudian sangat membantu industri yang berhadapan langsung dengan customernya setiap saat.

4. Email marketing tak lekang oleh zaman

Email marketing merupakan salah satu channel marketing yang telah digunakan sejak bertahun-tahun lalu. Meski demikian, channel ini masih dianggap potensial untuk menjangkau customernya secara personal. Fakta menarik yang terjadi dalam email marketing adalah sepanjang tahun 2016 kemarin, rata-rata ROI untuk email campaign mencapai 4,3%.

Baca Juga:  Menguak Keberhasilan Kampanye Donald Trump di Media Sosial

5. Lead generation menjadi goal pertama bagi digital marketing

Ada beberapa hal yang mempengaruhi lead generation dalam digital marketing ini, salah satunya adalah landing page. Sebuah landing page yang strategis digunakan oleh sekitar 68% bisnis dengan model B2B untuk mendapatkan leads. Selain itu, para digital marketing experts juga berpendapat bahwa lead generations merupakan goals dari sebuah content marketing, yakni sebanyak 85%.