Opinion

5 Hal yang Diprediksi Bakal Jadi Tren di Media Sosial pada 2017

[Foto: nocamels.com]
Kini, media sosial sudah menjadi bagian dari setiap individu di di belahan Bumi manapun. Ada beberapa fenomena menarik tentang hal ini. Misalnya, ada sebagian di antara kita yang merasa kurang jika tidak update saat di lokasi tertentu melalui akun media sosial miliknya, atau tidak memfoto makanannya saat hendak makan dan mengunggahnya ke media sosial.

Di luar dari fenomena itu, kemajuan  dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat terutama di media sosial juga sangat membantu masyarakat dalam banyak hal. Media sosial sudah menjadi sesuatu yang paling cepat berubah dan memberi dampak besar.

Berbicara mengenai media sosial, Forbes merilis tren yang diprediksi bakal mendominasi di medis sosial pada 2017. Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

Melawan Hoax

Setiap harinya, orang mengakses berita tidak hanya melalui televisi, radio dan koran, tetapi juga internet. Mereka berisiko terpapar berita bohong alias hoax yang beredar dari berbagai situs internet. Media sosial seperti Facebook dan Twitter sudah mengambil langkah untuk membendung hoax, yaitu akun penyebarnya tidak lagi dapat memasang propaganda di platform tersebut.

Baca Juga:  LINE Gelar Kompetisi Developer Challenge dengan Hadiah Total Rp800 Juta

Sebagian besar generasi melek teknologi mendapatkan informasi dari internet. Mereka menyukai kejujuran sehingga tergerak untuk memeriksa kembali berita yang dibaca. Mereka menginginkan media lebih transparan dengan membagikan konten reportase.

Berkirim Pesan

Pengguna aplikasi berkirim pesan seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Viber dan WeChat lebih banyak daripada pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn dan Instagram. Untuk berkomunikasi, generasi milenial lebih memilih SMS dan over-the-top (OTT) messaging. 62 persen milenial lebih setia pada merek yang berkomunikasi melalui cara tersebut. Pada 2018, diprediksi ada 2 miliar pengguna berkirim pesan OTT.

Mengapa begitu? Orang lebih menyukai sentuhan personal, keterbukaan dan kolaborasi yang diberikan. Platform social messaging di Facebook misalnya, sudah dimanfaatkan dalam dunia bisnis. Cukup klik iklan, maka pengguna akan dialihkan ke jendela pesan merek tersebut.

Konten yang Asli dan Dapat Dipercaya

Seperti kita ketahui bahwa YouTube muncul dengan konsep membagikan video peristiwa nyata dan tidak disaring. Kini, media sosial mengembangkannya dengan menawarkan video real time, seperti yang ditawarkan Periscope, Facebook Live dan Instagram.

Baca Juga:  Pernah Terngiang-Ngiang Sebuah Lagu di Dalam Kepala? Ini Penyebabnya

Video live dan konten yang asli serta dapat dipercaya lebih disukai oleh generasi milenial. Untuk memberitakan acara besar, media pun sering mengutip video siaran langsung. Di Amerika Serikat, generasi milenial merupakan penonton aktif dibanding kelompok usia lainnya pada 2016 dan diperkirakan begitu juga pada 2017.

Chatbot

Chatbot merupakan kecerdasan artifisial, artificial intelligence (AI), yang dapat membuat percakapan dengan manusia. Chatbot dirancang untuk menstimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia, baik secara audio maupun teks. Contohnya adalah Facebook yang mengintegrasikannya dengan Messenger. Dunia bisnis pun memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Chatbots pun terus memperbaiki layanan dengan merespon cepat pada komentar dan pertanyaan. Walau masih di tahap pertama, chatbot terbukti membantu konten yang berkaitan dengan konsumen dan transaksi. Dibandingkan via telepon, kini orang lebih menyukai layanan konsumen melalui media sosial karena dirasa lebih cepat dan efisien.

Realitas Tertambah

Realitas tertambah atau lebih dikenal dengan augmented reality merupakan teknologi yang dapat menambahkan benda maya ke dalam proyeksi lingkungan nyata. Salah satunya adalah lensa swafoto dari Snapchat yang membawa augmented reality ke dunia media sosial. Pokemon GO, meskipun bukan media sosial, menjadi sensasional pada 2016.

Baca Juga:  Bagaimana Menghindari Noisy Experience dalam Media Sosial?

Platform media sosial lainnya diprediksi bakal bermain dengan augmented reality pada 2017. Mark Zuckerberg membenarkan Facebook sudah bereksperimen dengan augmented reality. Baru-baru ini, Facebook mengakuisisi Masquerade, filter untuk selfie dan video.

Selain bakal menjadi tren, augmented reality juga memberi kesempatan bagi merek dagang untuk berkomunikasi dengan konsumen. Tidak hanya informasi di media sosial, tapi juga membagikan pengalaman.