Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

5 Penyebab Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak

Agar klaim asuransi Anda tidak ditolak, ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi. Jangan ada yang terlewat.

Setiap peserta asuransi kesehatan akan mengajukan klaim ketika dirinya sakit dan berobat ke dokter. Asuransi kesehatan memang bertujuan menanggung risiko gangguan kesehatan yang diderita oleh peserta. Sayang, terkadang klaim asuransi tersebut ditolak oleh perusahaan asuransi. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Dalam asuransi, memang ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Agar klaim Anda diterima dan dibayar oleh perusahaan asuransi, maka syarat dan ketentuan tersebut harus dipenuhi. Bila tidak dipenuhi, maka klaim Anda akan ditolak. Berikut ini 5 penyebab klaim asuransi ditolak oleh perusahaan asuransi:

Mengajukan Klaim Melewati Batas Waktu

Klaim asuransi pasti ada batas waktunya. Jangan terlambat ketika mengajukan klaim. Umumnya perusahaan asuransi memberikan batas waktu pengajuan klaim selama satu bulan terhitung dari tanggal kuitansi pembayaran dikeluarkan.

Tidak Menyertakan Kuitansi Asli


Umumnya perusahaan asuransi mensyaratkan kuitansi asli pembayaran ketika Anda mengajukan klaim. Simpanlah selalu kuitansi berobat yang asli. Namun, ada juga perusahaan asuransi yang tidak mengharuskan kuitansi asli. Bila produk asuransi Anda memiliki fasilitas double claim, kemungkinan tidak harus menyertakan kuitansi asli. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menanyakan syarat dan ketentuan ini.

Tidak Ada Diagnosis Dokter

Teliti lagi keterangan atau diagnosis dari dokter. Bila tidak ada diagnosis dokter, umumnya dibalik kuitansi pembayaran, mintalah ke dokter. Bila tidak ada diagnosis dokter mengenai penyakit yang Anda derita, perusahaan asuransi akan menolak klaim tersebut.

Keterangan Tidak Lengkap

Selain diagnosis dokter, jangan lupa melengkapi keterangan di kuitansi seperti nama dokter, nama pasien, tanggal berobat, jenis obat, dan cara pengobatannya. Bila keterangan tersebut tidak lengkap, kemungkinan klaim tidak lolos.

Tidak Ada Surat Pengantar

Bila Anda ingin berobat ke dokter spesialis, jangan lupa meminta pengantar ke dokter umum. Bila Anda tidak memiliki pengantar dari dokter umum, klaim Anda bisa ditolak, baik untuk layanan cashless maupun reimburse.