Review

5 Startup Lokal Terpopuler di Bidang Pendidikan

[Foto: pixabay.com]
[Foto: pixabay.com]
Masalah mengenai pendidikan menjadi salah satu isu penting yang paling banyak dibahas di Indonesia. Dari mulai kurang meratanya tingkat pendidikan, mahalnya biaya pendidikan yang tidak menjangkau semua kalangan, hingga kualitas pendidikan yang hingga kini banyak dipertanyakan. Utamanya, apabila menyangkut pendidikan di tingkat dasar dan menengah.

Meskipun pemerintah telah mewajibkan adanya program wajib belajar hingga di tingkat sekolah menengah atas, nyatanya permasalahan seputar pendidikan tidak juga langsung tuntas. Salah satunya dikarenakan sistem pendidikan yang masih belum bisa dibilang ideal. Karenanya, hadirnya startup di bidang pendidikan barangkali menjadi salah satu ikhtiar untuk menyelesaikan satu per satu permasalahan pendidikan di Indonesia.

Startup pendidikan sendiri bukan merupakan hal yang asing muncul di berbagai belahan dunia. Sebut saja Udemy atau Coursera yang lebih dulu populer. Kini, menyusul e-learning yang sudah lebih dulu berkembang di luar negeri, di Indonesia juga mulai muncul berbagai startup yang bergerak di bidang pendidikan.

1. RuangGuru

Ruangguru barangkali menjadi salah satu startup di bidang pendidikan paling populer di Indonesia. Background para founder yang telah lebih dulu melejit sebelum membentuk Ruangguru, ditambahkan keikutsertaan mereka dalam Google Launchpad menjadi beberapa alasan mengapa startup ini begitu populer. Ruangguru menyediakan platform yang mempertemukan siswa dengan guru privatnya. Startup ini menargetkan pasarnya di kalangan pelajar.

Selain menyediakan kesempatan bertemu dengan tentor, Ruangguru juga memfasilitasi “muridnya” dengan berbagai latihan soal maupun simulasi ujian. Hal itu sangat membantu siswa untuk mengukur sejauh mana kemampuannya setelah mengikuti proses belajar.

2. Zenius

Sedikit berbeda dengan Ruangguru, Zenius lebih memfokuskan targetnya untuk pelajar yang ingin melewati ujian masuk sekolah maupun perguruan tinggi. Jika Ruangguru mempertemukan tentor dengan para muridnya, di sini, Zenius menyediakan berbagai modul untuk belajar dalam video tutorial yang dapat diakses secara online maupun offline. Selain melalui situs utamanya, Zenius juga menyediakan berbagai video tutorial untuk belajar melalui VCD dan DVD yang bisa dibeli di offline store. Selain itu, terdapat pula soal-soal latihan yang bisa digunakan murid untuk mencoba kemampuannya dalam berbagai pelajaran yang diambil.

3. Kelase

Kelase merupakan startup yang bergerak untuk layanan belajar online yang ditujukan pada lembaga pendidikan maupun komunitas. Melalui Kelase, lembaga pendidikan dimungkinkan untuk menciptakan “kelas online” sendiri, sehingga terdapat interaksi antara pendidik dengan para peserta didiknya.

Selain menyediakan kelas online, Kelase juga memungkinkan para pendidik dan peserta membentuk jejaring komunitas. Tujuannya agar tercipta iklim belajar yang lebih menyenangkan, berbagai koleksi sumber belajar, dan juga diskusi.

4. Coding(Indonesia)

Jika dilihat dari namanya, tentu semua orang sudah tahu bahwa startup satu ini bergerak fokus pada pendidikan coding di Indonesia. Startup yang muncul dari Jakarta ini fokus pada pendidikan coding pada anak-anak. Tujuannya adalah memperkenalkan coding pada anak sedini mungkin. Meski belum mencakup e-learning yang bisa diakses oleh semua orang, setidaknya startup ini muncul dengan terobosan yang jarang dilirik oleh institusi pendidikan resmi di Indonesia.

5. HarukaEdu

Mengambil target pasar yang sedikit berbeda, HarukaEdu memfokuskan diri untuk layanan pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Dengan berbagai program seperti kelas online, startup ini menargetkan pasarnya ke kalangan pekerja yang memiliki keterbatasan waktu namun ingin mengejar kuliah S1 maupun S2. Kuliah yang ditawarkan pun beragam, dari mulai komunikasi hingga technopreneurship yang belum banyak diadakan di institusi pendidikan Indonesia.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID