Tips & Guide

5 Trik Melejitkan Jumlah Follower Instagram dan Mempertahankannya

[Foto: Pixabay.com]
[Foto: Pixabay.com]
Dengan total pengguna menyentuh angka 500 juta pada tahun 2016, Instagram telah mengamankan tempat sebagai media sosial terpopuler kedua di dunia. Media sosial yang diluncurkan pada tahun 2010, dan dikembangkan oleh Facebook mulai 2012 ini merupakan platform khusus berbagi foto dan video, di mana penggunanya bisa saling mengikuti, alias following.

Selain ajang berbagi foto, Instagram juga sangat populer sebagai “marketplace” yang memungkinkan penggunanya menjual barang atau jasa. Karena itulah, menjadi populer di Instagram bisa mendatangkan keuntungan bahkan uang, baik jika Anda memiliki bisnis ataupun tidak.

Buat Anda yang memiliki bisnis, baik kecil atau besar, Instagram berperan sebagai sarana berjualan dan membangun merek. Buat Anda yang tak punya bisnis, menjadi selebgram (pengguna populer di Instagram dengan banyak follower) bisa mendatangkan rupiah, karena Anda bisa menawarkan jasa endorse kepada mereka yang berjualan di Instagram atau media sosial lainnya. Berikut tipsnya.

Posting secara rutin. Jika Anda hanya posting satu atau dua kali seminggu, jangan heran kalau jumlah follower Anda mandek. Memposting foto, gambar, atau video secara rutin akan menarik pengguna Instagram untuk melihat post Anda, dan jika mereka suka, mereka akan following Anda. Untuk memudahkan, Anda bisa membuat jadwal tersendiri untuk mem-posting sesuatu di Instagram, berikut topik atau tema foto yang akan di-posting. Namun hati-hati, jangan sampai mem-posting terlalu sering, atau mem-posting konten yang jelek, atau pengikut Anda akan meng-unfollow akun Anda.

“Bertukar” follow. Sama dengan aturan emas, jika Anda ingin di-follow, maka cobalah untuk-following duluan. Setelah itu, Anda bisa dengan sopan meminta mereka following Anda kembali (istilahnya folback). Pilihlah pengguna yang kontenya sesuai dengan market Anda, sehingga mereka bisa melihat Anda memiliki minat yang sama. Yang harus diingat, jangan berlebihan following akun lain, karena Instagram membatasi jumlah following setiap harinya. Mungkin sekitar 400 akun saja yang bisa Anda follow tiap hari. Jumlah following total di Instagram juga dibatasi, hanya 7.500 akun saja. Jika kuota Anda habis, Anda bisa meng-unfollow sebagian atau seluruh akun tersebut (jika mau) agar bisa following akun-akun lain.

Berinteraksi dengan follower yang ada akan menarik follower baru. Tak hanya membuat akun Anda lebih sering dilihat orang, namun kenyataan bahwa Anda menaruh perhatian dan mau berinteraksi dengan follower akan membuat pengguna lain tergugah untuk following akun Anda. Pada awalnya, melakukan hal ini akan mudah. Namun seiring pertumbuhan jumlah follower, hal ini makin sulit dilakukan. Namun akan ada satu titik di mana follower Anda akan menyadari bahwa Anda tak mungkin membalas komentar mereka satu-persatu. Jadi jangan khawatir.

Bertukar “shoutout” atau istilahnya shoutout for shoutout (SFS), adalah strategi saling endorse antar akun Instagram. Untuk bisa saling mempromosikan, Anda harus mencari akun Instagram lain dengan jumlah follower yang kurang lebih sama dengan akun Anda, supaya seimbang. Seiring pertumbuhan jumlah follower, Anda pun bisa saling endorse dengan akun yang lebih besar.

Akun-akun yang suka melakukan SFS punya grup khusus di Line. Berusahalah untuk masuk ke grup tersebut. Tak ada aturan baku mengenai SFS, jadi tergantung kesepakatan saja. Ada yang mempromosikan dengan foto di akunnya selama dua jam, ada yang enam jam lalu dihapus, dan sebagainya.

Jaga kualitas konten. Ini adalah kunci terbaik yang Anda punya untuk mempertahankan dan menambah jumlah follower. Jika follower Anda pikir konten Anda tak berkualitas atau kurang berguna buat mereka, maka kemungkinan mereka akan unfollow Anda. Pastikan semua foto Anda memiliki kualitas warna dan resolusi bagus, dan video Anda menarik untuk ditonton. Ingat selalu untuk konsisten mem-posting konten yang orisinil.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID