Opinion

6 Alasan Mengapa Mobile App Lebih Populer Dibanding Website

[Foto: pixabay.com]
Keberadaan mobile app semakin populer seiring dengan meningkatnya trend perangkat mobile akhir-akhir ini. Setelah konsentrasi dengan perbaikan website yang mobile-friendly, startup kecil hingga entreprise berskala besar kini mulai beranjak menggunakan app untuk berbagai produk mereka. Kita bisa melihat contohnya dari berbagai e-commerce yang populer di Indonesia, kini hampir semuanya menyediakan layanan mereka via mobile app.

Sebenarnya bukan suatu hal yang aneh jika kita melihat fenomena tersebut terjadi di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi alasan-alasan mengapa mobile app mulai populer dalam dunia bisnis di seluruh dunia.

1. Proses bisnis yang lebih efisien

Mobile app menawarkan kepraktisan yang tidak dimiliki oleh website, karena app umumnya didesain dengan fungsi khusus yang spesifik. Dari segi customer, mereka akan lebih mudah dalam mencapai tujuannya. Jika mereka ingin membeli suatu produk, mereka cukup mengklik tombol-tombol yang didesain untuk tujuan tersebut. Sementara dari segi pemilik bisnis, hal itu tentu saja membantu proses bisnis agar lebih sederhana.

Baca Juga:  Anda Suka Berpetualang di Segala Medan? Sea to Sky Pack Bisa Jadi Andalan!

Dalam mobile app, user dapat langsung mengakses informasi kunci yang menarik mereka untuk menggunakan app tersebut. Mereka juga biasanya mendapatkan kemudahan untuk hal-hal seperti konfigurasi kontak, keamanan password via ponsel, dan lain sebagainya.

2. Meningkatkan produktivitas

Penggunaan mobile app yang praktis memungkinkan user untuk tidak mengeluarkan effort terlalu tinggi. Terutama jika mobile app ini digunakan untuk aktivitas yang memerlukan data yang kompleks atau pembuatan report yang rumit. Kelebihan mobile app adalah akses data yang relatif lebih cepat dibanding jika user menggunakan mobile app. Dari sana, otomatis user akan lebih produktif karena tidak perlu membuang banyak waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.


3. Mengutamakan keamanan dan kenyamanan user

Penggunaan mobile app dinilai dapat meningkatkan keamanan, karena bisa diintegrasikan dengan sistem keamanan yang telah ada. User tidak perlu khawatir pada keamanan datanya ketika menggunakan mobile app karena sistem keamanan yang digunakan sudah disesuaikan dengan standar. Selain itu, saat ini terdapat berbagai tools seperti Mobile Device Management Software yang memungkinkan developer untuk memodifikasi dan meningkatkan keamanan data dalam mobile app demi keamanan dan kenyamanan usernya.

Baca Juga:  4 Tools Digital yang Membantumu Mengurangi Penggunaan Kertas

4. Potensi SEO melalui konten di dalam mobile app

App indexing dalam kolom pencarian Google memungkinkan sebuah aplikasi muncul pada kolom pencarian Google. Jadi, meski mobile app tersebut tidak hadir di platform website, mobile app tetap memiliki kesempatan untuk muncul pada search engine. Syaratnya tentu saja adalah kompetisi dari segi konten dan SEO pada umumnya. Sebagai developer, Anda dapat mengoptimisasi SEO untuk mobile app dengan memperhatikan berbagai elemen, di antaranya: (1) judul app, (2) kategori app, (3) keyword field, (4) deskripsi mobile app, dan (5) developer account name.

5. Akses yang instan ketika offline dan online

Beberapa mobile app memungkinkan user untuk mengaksesnya secara offline. Perubahan data kemudian disimpan secara lokal pada penyimpanan device dan akan kembali disinkronisasi ketika perangkat terhubung dengan internet. Mobile app menjadi andalan para user terutama ketika internet tidak stabil atau bahkan tidak ada jaringan internet sama sekali. Hal ini tentu menjadi satu keunggulan yang tidak dimiliki oleh browser dan platform berbasis website pada umumnya.

Baca Juga:  Bedah Kasus "Kopi Sianida" Jessica dari Sisi Digital Forensic

6. Meningkatkan interaksi dan engagement pada user

Mobile app didesain dengan UI yang khas dimiliki oleh aplikasi tersebut. Hal itu membuat user mengalami experience yang lebih khusus ketika menggunakannya. Pada umumnya, mobile app memang didesain untuk fokus ke satu tujuan. Misalnya, aplikasi Traveloka didesain untuk user yang ingin memesan tiket atau hotel. Hal tersebut yang akhirnya membuat interaksi user lebih personal dibanding jika mereka menggunakan browser untuk mengakses website. Sebagai akibatnya, engagement user terhadap produk pun akan meningkat.