Review

6 Fakta Menarik dari Startup Unicorn di Seluruh Dunia

[Foto: pixabay.com]
Unicorn merupakan suatu istilah bagi startup dengan nilai valuasi lebih dari $1 milyar. Di Indonesia, Go-Jek menjadi unicorn leader yang telah mengumumkan nilai valuasinya yang fantastis. Unicorn menjadi semacam simbol kesuksesan sebuah startup. Oleh karena itu, tak heran jika unicorn menjadi startup-goals hampir semua founder di dunia.

Perjuangan untuk menjadi startup unicorn, tentunya bukanlah hal yang mudah. Unicorn juga bukan satu-satunya tolok ukur dan penentu bahwa startup tersebut akan berhasil selamanya dan menjadi perusahaan yang besar. Banyak hal yang belum benar-benar dipahami oleh para pelaku bisnis startup maupun masyarakat secara umum mengenai kondisi unicorn itu sendiri. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu, Sage, salah satu perusahaan penyedia sofware akuntansi untuk bisnis kecil dan menengah mengeluarkan sebuah riset mengenai fakta-fakta yang terjadi pada startup-startup di dunia yang telah menyandang status sebagai unicorn.

1. Sebanyak 94% founder startup unicorn adalah pria. Hanya 4% yang perempuan.

Fakta ini sepertinya tidak terlalu mengejutkan, mengingat jumlah perempuan yang terjun di industri teknologi informasi jumlahnya memang hanya sekitar 10% dari keseluruhan. Meski sekarang cukup banyak program yang mencoba memberdayakan perempuan di bidang teknologi, faktanya ini masih menjadi tantangan tersendiri yang cukup menarik bagi kita semua.

Baca Juga:  Baterai “Fast Charging” Hitungan Detik Berhasil Diciptakan Ilmuwan

2. Stanford, Harvard, dan University of California merupakan top-three almamater dari para founder.


Siapa tak kenal tiga perguruan tinggi bergengsi di dunia ini? Tak hanya cemerlang dalam hal riset dan dunia akademis, ternyata ketiganya juga melahirkan orang-orang yang keren di bidang startup. Terbukti dalam riset ini menyebutkan kebanyakan founder dari startup unicorn di seluruh dunia berasal dari ketiga kampus ini.

3. California adalah tempat di mana paling banyak startup unicorn.

California menjadi kota dengan jumlah startup unicorn terbanyak di dunia. Posisi kedua ditempati oleh New York. Sementara, di posisi ketiga kita diajak terbang jauh ke Asia, tepatnya di Kota Beijing, China.

4. London menjadi kota dengan startup unicorn terbanyak di Eropa.

Startup berkembang pesat di seluruh dunia, tak terkecuali di benua Eropa. Di benua dengan daratan terluas di dunia tersebut, London menjadi satu kota dengan jumlah startup unicorn terbanyak. Yang kedua adalah Berlin di Jermaan disusul dengan Stockholm di Swedia.

Baca Juga:  Buka-bukaan Teknologi Tokopedia dari Masa ke Masa

5. Sebanyak 67% startup unicorn diluncurkan bersama co-founder.

Fakta ini menarik mengingat keberadaan co-founder merupakan hal yang hampir-wajib bagi setiap orang yang ingin membangun startup. Co-founder menjadi semacam kekuatan utama yang dimiliki oleh startup bahkan ketika mereka belum memiliki apa-apa. Tim yang solid, yang dalam hal ini disebut sebagi co-founder menjadi aset penting bagi startup yang ingin berkembang dan menjadi besar. Meski demikian, banyak juga startup unicorn yang bermula dari single founder. Dari riset yang sama, angkanya menunjukkan lebih dari 30% di seluruh dunia.

6. Tiga bidang paling populer yang digeluti oleh startup unicorn.

Bisnis startup memiliki banyak sekali bidang, dari mulai produk wearable, software, jasa, dan berbagai bisnis lain yang bisa tergolong unik dan beberapa baru sekali kita dengar. Di Indonesia sendiri misalnya, ada startup yang menyediakan jasa pijat dengan booking online. Barangkali jasa pijat sudah biasa. Tetapi jasa pijat yang dipesan dengan aplikasi tentu menjadi hal yang baru di sini. Di antara banyaknya bidang dalam startup, rupanya ada tiga bidang yang termasuk dalam tiga terbanyak dalam jajaran startup unicorn yakni consumer internet, software, e-commerce.

Baca Juga:  Justika.com Fasilitasi Startup Indonesia yang Mencari Jasa Layanan Hukum

Selain keenam bidang tersebut, masih ada beberapa fakta menarik yang bisa kamu pelajari dari startup-startup unicorn di seluruh dunia. Tentunya, di balik semua hal tersebut, satu yang wajib diteladani adalah kegigihan untuk tidak cepat menyerah dalam merintis sebuah bisnis.