Review

6 Ponsel yang Pernah Diciptakan dengan ‘Gimmick’ Teraneh

[Foto: engadget.com]
Demi menjaring minat konsumen, para produsen smartphone terus-menerus menghadirkan inovasi. Salah satunya adalah memproduksi smartphone dengan ‘gimmick’. Ya, tujuan gimmick dalam konteks smartphone adalah tidak lain supaya produk terlihat keren. Padahal, belum tentu fungsional untuk digunakan oleh konsumen.

Lantas, smartphone apa saja yang pernah hadir dengan ‘bumbu’ gimmick? Berikut ulasannya, sebagaimana dilansir dari laman Phone Arena.

1. Smartphone dual layar: Kyocera Echo

Kyocera Echo merupakan smartphone pertama yang mengusung dual layar. Muncul pada 2011, Kyocera Echo terlihat seperti perangkat smartphone pada umumnya. Echo bisa dibuka dengan model sliding ke samping, dan akan membuka layar kedua. Layar kedua tersebut memiliki setup yang sama persis dengan ponsel slider yang harus digeser untuk membuka keyboard fisik.

Kendati begitu, ketika membuka kedua layar, akan ditemukan garis hitam yang merupakan bezel. Terlebih lagi jika dalam mode tertutup, layar akan punya komposisi bezel yang tidak proporsional di bagian kiri. Bisa dikatakan, Kyocera Echo memiliki desain yang cukup aneh. Baterainya pun juga tidak tahan lama.

Baca Juga:  5 Aplikasi Terbaik untuk Melacak Laptop yang Hilang

2. Smartphone dengan kemampuan gaming: Sony Ericsson Xperia PLAY

Sony Ericsson sempat hebohkan para pecinta teknologi dengan meluncurkan smartphone berkemampuan gaming, yakni Xperia PLAY. Seperti gabungan antara smartphone dan Play Station, yang juga bikinan Sony, Xperia PLAY banyak menarik minat pecinta game. Smartphone ini hadir dengan desain slider untuk memunculkan gamepad.


Sebenarnya, smartphone yang lahir di 2011 ini tidaklah buruk. Ada pengalaman menyenangkan yang diperoleh ketika memainkannya. Apalagi pada tahun tersebut, smartphone belum secanggih itu. Namun ketersediaan game yang terbatas dan harganya yang selangit, membuat smartphone ini gagal.

3. Smartphone bengkok: LG G Flex dan Samsung Galaxy Round

Di 2013, hadir dua smartphone yang cukup menghebohkan karena inovasi desain berupa curved body yakni LG G Flex dan Samsung Galaxy Round. Bukan hanya pinggiran layarnya saja yang melengkung, tetapi juga bengkok layaknya patah.

Desain tersebut bertujuan untuk keergonomisan saat digenggam, terutama ketika menelepon. Bahkan, LG mendesain baterai lengkung juga. Sedangkan Galaxy Round memiliki desain cekung. Uniknya, ada generasi terbaru dari LG G Flex yakni G Flex 2. Sayangnya, Galaxy Round tidak memiliki generasi penerus.

Baca Juga:  Peran Perusahaan Teknologi dalam Membasmi Nyamuk Pembawa Penyakit

4. Smartphone bisa diputar 360 derajat: Nokia 3250

Di era 10-15 tahun lalu, inovasi teknologi tentu tidak ‘seliar’ sekarang. Kendati begitu, dulu ada sebuah ponsel dari Nokia yang membuat kita terlihat keren jika memilikinya, yakni Nokia 3250.

Lahir pada 2005 silam, Nokia 3250 merupakan ponsel yang memiliki bodi bagian bawah yang bisa diputar 360 derajat. Ketika tidak diputar, terdapat keyboard fisik candybar. Jika diputar 90 derajat, terdapat kamera. Jika diputar hingga berbalik, terdapat tombol multimedia.

5. Ponsel minim tombol: Nokia 7280

Sama sekali tidak terlihat seperti ponsel, Nokia 7280 malah lebih mirip seperti item kosmetik wanita, yakni lipstik. Ponsel ini memiliki tombol yang minim, sehingga kegiatan paling nyaman yang bisa dilakukan hanyalah menerima telepon. Menggunakan ponsel ini tentu sangat menyiksa, terutama saat kondisi penting untuk menelepon atau SMS. Hal ini dikarenakan tidak ada keypad.

6. Smartphone untuk fotografi 3D: HTC Evo 3D

Kini, smartphone dengan dual kamera memang menjadi tren. Namun, HTC pernah memunculkan teknologi serupa di tahun 2011 silam. Berbeda dengan setup dual kamera di era sekarang, HTC melalui smartphone yang bernama Evo 3D, mengusung dual kamera untuk kepentingan fotografi 3D.

Baca Juga:  Qualcomm Siap Merilis Dual-Camera untuk Handphone

Dibutuhkan waktu 6 detik untuk memotret, memproses, lalu menyimpannya. Jika Anda kurang sabar, tentu proses ini akan Anda kira hang. Layarnya sudah mendukung 3D, di mana Anda tidak membutuhkan kacamata 3D untuk melihat foto 3D. Konten 3D sudah bisa dinikmati dengan cara melihatnya di angle yang benar, walau tidak terlalu nyaman.