Tips & Guide

7 Elemen yang Bisa Memperkuat Strategi Pemasaran Anda

[Foto: Shutterstock.com]
Kehebatan yang sebenarnya dari brand populer tidak terletak strategi pemasaran mereka maupun cara mereka melakukan pemasaran di media sosial atau tradisional. Yang jadi kehebatan mereka adalah kemampuannya untuk menciptakan konten pemasaran yang kreatif melalui video, poster, infografik, dan artikel-artikel yang ditulis. Jika diamati lebih jauh, brand-brand besar seperti AirAsia, Nike, Honda, dan HBO sebenarnya memiliki branding yang berhasil. Inilah awal dari sebuah brand yang baik dan awal mula proses pembangunan kepercayaan yang akan ‘dijual’ kepada para pengguna di luar sana. Tidak berhenti sampai di sana, di sinilah titik awal ‘pencucian otak’ atau brainwash terhadap para pengguna agar senantiasa mengingat brand yang Anda miliki.

Hanya dengan menyebutkan brand-brand tersebut, saya tahu bahwa elemen visual–seperti logo, jenis tulisan, dan warna perusahaan mereka–langsung muncul di benak Anda. Namun, pernahkan Anda bertanya-tanya bagaimana ini bisa terjadi? Saya akan akan mengulas 7 elemen branding yang dapat membantu Anda memperkuat strategi yang telah ada. Sekarang, sudah saatnya bagi brand Anda untuk terngiang-ngiang di benak para pengguna.

Baca Juga:  4 Cara Menarik Customer dalam Instagram Marketing

Nama perusahaan yang mudah diingat. Elemen ini nampak mudah, tetapi sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Tidaklah mudah membuat sebuah nama perusahaan yang mudah diingat. Hindari penggunaan istilah-istilahang aneh, terlalu kompleks, sulit untuk diucapkan, dan memiliki lebih dari tiga suku kata. Sebaiknya cari nama yang memiliki satu atau dua suku kata saja agar lebih mudah diingat dan disebut.


Logo yang mudah diingat. Biasanya, usaha kecil dan menengah menganggap logo bukanlah hal yang begitu penting. Ini salah besar karena sebuah logo merupakan ‘wajah’ dari brand Anda. Coba Anda perhatikan bahwa Nike hampir tidak pernah mencantumkan nama brand nya di samping logonya. Beberapa tahun lalu, Nike sudah menghapus penggunaan nama di semua bahan pemasaran mereka terutama pada papan iklan. Strategi pemasaran mereka sudah lama dijalankan dan kini logo mereka dikenal oleh banyak orang. Sebuah logo yang baik adalah logo yang mudah diingat.

Slogan. Slogan merupakan sebuah kalimat pendek yang menceritakan latar belakang usaha Anda dan apakah nilai yang ditawarkan kepada pengguna. Slogan ini perlu ditempatkan berbarengan dengan nama brand dan logo.

Baca Juga:  Survei: Memanfaatkan Teknologi Secara Maksimal Bikin Liburan Makin Menyenangkan

Pesan. Pesan yang ditulis harus berkaitan dengan nilai yang ditawarkan kepada pengguna. Pesan tersebut sebaiknya ada pada slogan tadi. Ceritakan apakah yang diperlukan pengguna dari produk / jasa yang Anda tawarkan, yang tentunya tidak bisa ditemukan di tempat-tempat lain.

Penggunaan jenis tulisan. Jenis tulisan, tebal atau tipis, tegak atau miring, dan ukuran juga memiliki peran penting untuk membuat para pengguna lebih mudah mengingat brand Anda. Penggunaannya harus konsisten.

Warna standar perusahaan. Hal ini harus sejalan dengan strategi pemasaran perusahaan Anda secara keseluruhan. Hal ini untuk memastikan agar setiap video, poster, maupun infografik yang dibuat perlu menggunakan warna standar perusahaan yang sama.

Elemen grafik yang konsisten. Anda mungkin bisa mengetahui ketika sedang melihat iklan di televisi maupun internet, nama perusahaan yang mengeluarkan iklan tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena elemen-elemen yang digunakan pada iklan tersebut konsisten dengan yang sebelumnya digunakan oleh perusahaan tersebut.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id.