Home  »  Opinion   »  
Opinion

7 Teknologi yang Diramal Akan Hadir di 2030

[Foto: flickr.com]
[Foto: flickr.com]
Tidak bisa dipungkiri, teknologi sudah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Kita diperkenalkan dengan berbagai teknologi secara bertahap, mulai dari smartphone, mobil otonomos (mobil tanpa pengemudi), hingga kecerdasan buatan.

Kini, seluruh teknologi tersebut masih terus dikembangkan dan diprediksi bakal menjadi bagian dalam kehidupan manusia di masa mendatang. The World Economic Forum’s Global Agenda Council on the Future of Software & Society melaporkan bahwa sejumlah teknologi diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2025.

Laporan tersebut diolah dari survei yang dilakukan kepada lebih dari 800 eksekutif dan ahli di berbagai bidang teknologi. Kebanyakan dari mereka diminta untuk memberikan pandangan mengenai teknologi seperti apa yang akan menjadi umum dalam beberapa tahun ke depan.

Lalu, seperti apa bentuk teknologi di kehidupan manusia yang akan hadir dalam satu dekade ke depan? Seperti dilansir dari business insider, berikut adalah tujuh pencapaian teknologi yang akan terjadi pada 2030.

1 triliun sensor akan terhubung dengan internet pada 2022

Biaya sensor diprediksi akan terus menyusut, sementara kemampuan komputasi terus bertumbuh. Karenanya, secara tak langsung hampir seluruh perangkat akan turut terhubung dengan internet. Mulai dari pakaian hingga jalanan, diprediksi bakal hadir dengan kemampuan online.

Menurut laporan, setidaknya ada 1 triliun sensor yang terhubung dengan internet pada awal 2022. Nantinya, hampir tiap produk fisik dapat terkoneksi dengan infrastruktur komunikasi. Dan sensor dapat membantu manusia untuk meningkatkan kemampuan perangkat tersebut.

Baca Juga:  India Gaet Google Maps Untuk Membantu Warga Mencari Toilet Umum

Ponsel implan komersial pertama akan hadir pada 2025

Pada 2023, teknologi perangkat implan yang kini tengah dikembangkan diprediksi akan hadir. Sedangkan pada 2025, sekitar 80 persen responden memperkirakan ponsel yang diimplan pada tubuh manusia akan tersedia untuk publik.

Dengan keberadaan teknologi implan, fungsi perangkat hampir dapat dipastikan lebih akurat. Fungsi komunikasi pun disebut akan melampaui teknologi saat ini. Hubungan tak lagi menggunakan kata-kata, melainkan gelombang ataupun sinyal otak.


90% populasi akan memiliki penyimpanan data gratis dan tak terbatas pada 2018

Menurut laporan, setidaknya 90 persen orang di dunia akan mendapat akses ke penyimpanan data gratis dan tak terbatas yang didukung sepenuhnya oleh iklan. Sebenarnya, indikasi ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah perusahaan telah menawarkan penyimpanan data dengan biaya yang sangat murah. Salah satunya adalah Google yang memberikan akses Google Photos dengan memori tak terbatas.

Akses untuk internet akan menjadi kebutuhan dasar manusia pada 2024

Berdasarkan survei, 79 persen responden memperkirakan pada 2024, sebagian besar populasi dunia akan memiliki akses internet reguler. Keadaan itu juga tak terlepas dari upaya beberapa perusahaan seperti Google dan Facebook untuk menciptakan sebuah solusi untuk menghubungkan 4 miliar orang tanpa akses internet.

Baca Juga:  Riset Google Tunjukkan Hal-Hal Unik dari Generasi Millennial yang Telah Jadi Orang Tua

Facebook memiliki program Internet.org dan didukung dengan pengguna drone untuk memancarkan internet ke bumi melalui satelit. Sementara Google memiliki Project Loon yang memanfaatkan balon besar yang melayang di atmosfer untuk menghubungkan wilayah di dunia.

90% populasi global akan memiliki super komputer mini pada 2023

Dengan kebutuhan dan mobilitas tinggi, lebih banyak orang memilih smartphone sebagai perangkat utama di masa depan. Di samping itu, harga smartphone pun diprediksi akan semakin murah, sehingga mempercepat adopsi pengguna. Diperkirakan, penetrasi smartphone akan mencapai 50 persen populasi di dunia pada 2017. Sementara pada 2023, diperkirakan 90 persen populasi akan terhubung ke internet lewat smartphone.

80% manusia di dunia akan memiliki identitas digital secara online pada 2023

Secara digital, kehadiran internet yang makin meluas dipastikan akan berbanding lurus dengan kehadiran manusia. Setidaknya pada 2023, lebih dari 80 persen populasi dunia akan hadir dalam bentuk online.

Berdasarkan laporan tersebut, kehidupan digital akan terhubung dengan kehidupan nyata seseorang dan akan terus bertumbuh. Perusahaan seperti Facebook dan Google pun kini makin mendorong lebih banyak layanan yang berfungsi untuk menghubungkan banyak orang di seluruh dunia dengan internet.

Baca Juga:  Perlukah Melakukan Rebranding untuk Bisnis Anda?

Kendaraan ride-sharing akan lebih diandalkan ketimbang kendaraan privat pada 2025

Didukung dengan kehadiran aplikasi mobile dan marketplace, konsep sharing-economy akan semakin besar. Untuk sektor transportasi, konsep tersebut akan berdampak sangat besar. Layanan semacam Uber, Go-Car, dan GrabCar secara tak langsung dapat mengubah cara pandang terhadap transportasi dan kepemilikan kendaraan.