Home  »  Opinion   »  
Opinion

8 Tips Jitu untuk Mengurangi Pengeluaran, Terutama Pengeluaran Konsumtif

Tips Kurangi Hidup Konsumtif
[Photo: pexels.com | Andrea Piacquadio]
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang, dan energi dan merefleksikan nilai- nilai, rasa, dan minat atau kesukaan. Gaya hidup biasanya tidak permanen dan cepat berubah. Seseorang mungkin dengan cepat mengganti cara berpakaiannya karena perubahan hidup dan lingkungannya. Setiap individu berhak dan bebas memilih gaya hidup mana yang dijalaninya, baik itu gaya hidup mewah (glamour), gaya hidup sederhana, gaya hidup sehat, dsb.

Dewasa ini, gaya hidup yang cenderung terjadi pada masyarakat adalah gaya hidup yang menganggap materi sebagai sesuatu yang dapat mendatangkan kepuasan tersendiri, yang akhirnya menimbulkan perilaku konsumtif. Konsumtif didefinisikan sebagai pemborosan, yaitu perilaku yang berlebih-lebihan melampaui apa yang dibutuhkan. Gaya hidup konsumtif adalah membeli atau mengunakan barang tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas dasar kebutuhan. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai compulsive buying disorder (penyakit kecanduan belanja). Pola dan gaya hidup konsumtif memberikan kenikmatan dan kepuasan baik secara fisik maupun psikologis yang bersifat sementara. Perilaku konsumtif tersebut akan menjadi kebiasaan yang sulit diubah apalagi dihilangkan. Jika terjebak, maka akan berakibat buruk bagi kesehatan finansial.

Untuk menghindari pola dan gaya hidup konsumtif, berikut beberapa tips dan trik yang dapat Anda terapkan.

1. Menyusun Anggaran dan Membuat Daftar Belanja

Anggaran belanja adalah salah satu metode dalam mengatur aliran dana. Fokus anggaran belanja adalah jumlah penghasilan dan perencanaan pengeluaran. Dalam penentuan anggaran belanja, buatlah prioritas barang yang Anda butuhkan, mulai dari tingkat urgensi yang paling tinggi hingga paling rendah. Anda harus disiplin untuk menepati anggaran yang sudah Anda tetapkan. Membuat daftar belanja adalah salah satu hal penting untuk menghindari pembelian barang yang tidak Anda butuhkan. Fokuslah untuk mencari dan membeli barang di daftar belanja dan hindari membeli barang hanya karena tergiur promosi. Jangan tergoda merek, tapi pentingkan fungsi dan mutu barang.

2. Catat Pengeluaran

Semenjak pertama kali bekerja setelah lulus kuliah, salah satu cara saya mengontrol pegeluaran adalah dengan mencatat dan menganalisa pengeluaran harian maupun bulanan. Dengan rincian setiap hari, saya dapat menemukan pembelian mana yang sebenarnya tidak dibutuhkan atau pengeluaran apa yang seharusnya tidak terjadi. Jika dulu saya mencatat secara manual atau di file Ms.Excel, sekarang ada beragam aplikasi keuangan di ponsel pintar yang memudahkan Anda dalam melakukan manajemen keuangan pribadi. Beragam fitur disematkan dalam aplikasi keuangan seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian, pembuatan anggaran untuk tabungan dan investasi, hingga laporan keuangan dalam bentuk grafik maupun neraca. Bahkan ada aplikasi yang menawarkan fitur kalender yang memudahkan Anda dalam mengatur jadwal-jadwal tagihan, sehingga Anda tidak perlu khawatir kelupaan membayarnya.

Baca Juga:  Inilah Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Melihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang

3. Bijak Pakai kartu kredit

Setelah 2 tahun bekerja yaitu di tahun 2009, saya mendapatkan kartu kredit pertama saya.  Hingga akhir tahun 2012 kartu tersebut hilang, saya tidak pernah menggunakannya untuk bertransaksi. Saya memang memilih untuk membayar tunai setiap pembelian barang konsumtif karena tidak ingin membentuk kebiasaan yang keliru dalam penggunaan kartu kredit. Hingga saat ini pun kartu kredit hanya saya gunakan untuk transaksi taksi/ojek online, ketika berpergian ke luar negeri, atau pembelian kebutuhan lain yang saya yakini bisa saya lunasi tepat waktu.

Belanja dengan kartu kredit butuh komitmen dan kontrol diri yang kuat. Tidak sedikit orang yang terjebak dalam hutang kartu kredit karena mudah tergiur dengan penawaran promo sehingga belanja membabi buta padahal sebenarnya tidak mampu untuk membayar tagihan. Sebelum menggunakan kartu kredit pastikan Anda mengetahui besaran biaya tambahan yang harus dibayar seperti denda keterlambatan, biaya penarikan tunai, dll. Sebisa mungkin, hindari penarikan uang dari ATM dengan menggunakan kartu kredit karena akan dikenai bunga yang cukup besar yang akan membebani Anda. Anda juga harus selalu memeriksa tagihan dengan cermat sebelum membayar, untuk mengetahui apakah ada transaksi yang sebenarnya tidak Anda lakukan. Jika ada, segera hubungi layanan pelanggan dari penerbit kartu kredit untuk mengadukan komplain Anda. Upayakan untuk selalu membayar penuh tagihan bulanan Anda sebelum jatuh tempo untuk menghindari Anda terjebak dalam hutang kartu kredit.

Kunci penggunaan kartu kredit adalah Anda yang mengontrol kartu, bukan Anda dikontrol kartu kredit.

4. Berikan Waktu untuk Berpikir Ulang sebelum Melakukan Pembelian Besar

Kebanyakan orang, jika sudah tertarik dengan suatu barang biasanya langsung beli tanpa berpikir panjang. Tahan hasrat Anda dan ambil waktu sejenak untuk berpikir secara jernih sebelum membeli sesuatu yang besar atau mahal, atau ketika hendak membeli barang yang tidak terdapat dalam daftar anggaran rutin Anda. Hal ini untuk menghindari Anda melakukan pembelian secara impulsif atau hanya karena keinginan hati, yang nantinya akan Anda sesali juga. Tidak perlu khawatir bahwa barang tersebut akan habis terjual, dan jika pun hal itu terjadi berarti memang barang tersebut bukan untuk Anda.


5. Bawa Bekal ke Kantor dan Bawa Minuman setiap Berpergian 

Jangan malu. Itu hal utama yang harus Anda tanamkan di hati Anda. Sebagian orang gengsi untuk membawa bekal ke kantor atau membawa air minum setiap bepergian, karena takut dianggap pelit atau memang malas bawa berat-berat. Padahal untuk yang kerja kantoran akan terasa penghematannya, terutama untuk yang sudah berkeluarga. Membawa bekal adalah salah satu trik untuk mengurangi biaya makan siang di restoran atau cafe yang pastinya tidak murah. Terutama untuk Anda bekerja di area yang banyak kuliner atau makanan enaknya, pasti banyak godaan. Selain untuk penghematan, membawa bekal makanan yang dikelola sendiri lebih sehat dan terjamin kualitas dan kebersihannya.

Baca Juga:  Transformasi Penggunaan Media Sosial: Dari Jejaring Sosial ke Jejaring Pasar

Iya saya mengerti bahwa makan siang bareng adalah waktunya mingle dengan rekan kerja. Kalo setiap hari makan di meja kerja atau pantry, kapan waktunya bergaul ya? Nah solusinya, Anda tetap ikut makan di luar dan makan bekal yang Anda bawa, hanya pesan minuman sehat seperti jus buah. Atau Anda bisa bawa bekal di hari Senin sampai Kamis, dan makan di luar bersama rekan kerja di hari Jumat. Biayanya tentu lebih hemat.

Membawa air minum saat berpergian adalah cara saya menghindari minum-minuman bersoda atau minuman kemasan lainnya. Selain memang karena saya banyak minum air putih dan gampang merasa haus, sehingga saya harus selalu menyediakan air minum di tas ketika berpergian. Memang sudah hampir 6 tahun ini saya berhenti mengkonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi untuk tujuan kesehatan. Tapi ternyata kebiasaan ini juga bisa menghemat pengeluaran beli minuman kemasan.

6. Membandingkan Harga Agar Mendapatkan Penawaran Termurah

Membandingkan harga demi mendapatkan penawaran termurah adalah tindakan finansial yang bijaksana dan penting untuk dilakukan. Misalnya, ketika Anda hendak membeli televisi. Membandingkan fitur beberapa merk dan tipe, dibandingkan dengan harga serta mencari penawaran terbaik wajib untuk dilakukan. Apalagi jika barang yang Anda beli bukan kebutuhan mendesak, berarti Anda masih punya waktu berpikir dan memutuskan.

Hal yang sama bisa dilakukan ketika membeli kebutuhan rumah tangga terutama untuk Anda yang sudah berkeluarga. Misalkan saja untuk pembelian bahan makanan atau kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, detergen, dll.  Harga di pasar mungkin lebih murah dibanding di supermarket. Terutama untuk pembelanjaan yang rutin Anda lakukan, mendapatkan penawaran termurah bisa menjadi penghematan yang lumayan besar bagi Anda.

7. Tidak Semua Barang Diskon Harus Dibeli dan Tidak Semua Diskon Benaran Diskon

Sebagai wanita, saya pun terkadang tergiur penawaran promo atau diskon di pusat perbelanjaan, apalagi jika promonya menarik atau diskonnya gede! Tetapi semakin saya memahami perencanaan keuangan, semakin saya bijak dalam menyikapi promo maupun diskon. Tidak semua diskon kudu diikuti, karena bukannya berhemat Anda malah mengeluarkan uang lebih banyak. Jangan membeli sesuatu hanya karena lagi diskon, padahal sebenarnya Anda tidak membutuhkan barang tersebut.

Baca Juga:  Cara Mendaftar dan Mengaktifkan Layanan Mobile Banking BCA

Ada lagi promo beli 2 gratis 1. Anda yakin Anda butuh barang tersebut sampai 3 pcs? Saya pernah melihat penawaran promosi kaos yang bikin saya tertawa sambil geleng-geleng kepala: Beli 3 gratis 3. Dengan kata lain, Anda ‘dipaksa’ beli kaos sampai 6 pcs sekaligus? Wah itu sih mubazir namanya, kecuali Anda memang sedang berniat bagi-bagi kaos ke orang lain, hehehe. Tidak semua barang yang diskon benaran diskon, Anda harus benar-benar teliti untuk hal ini. Bila perlu lakukan pengecekan ke retailer lain untuk memastikan harga barang tersebut benar-benar sedang di-diskon. Sebagai konsumen, Anda harus bijaksana dalam membuat keputusan tentang apa yang layak dibeli karena cara Anda mengeluarkan uang akan mempengaruhi kesehatan keuangan Anda.

Dengan terbukanya akses informasi di internet saat ini, hal ini jauh lebih gampang untuk dilakukan. Sekilas cari di Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, JD.id ataupun Google, sudah bisa memberikan Anda perbandingan harga yang layak.

8. Tinggalkan Kebiasaan Konsumtif dan Beralih ke Produktif

Jika selama ini Anda masih lebih senang belanja barang-barang konsumtif, mulailah beralih ke aset produktif yaitu aset yang mampu menghasilkan ataupun aset yang nilainya meningkat di masa depan. Contoh aset produktif adalah properti seperti tanah, rumah, apartemen, kos-kosan. Walaupun rumah Anda saat ini tidak menghasilkan uang namun nilainya meningkat dari tahun ke tahun. Jika memang dananya belum cukup untuk berinvestasi properti, Anda bisa memulai dengan membeli emas, berinvestasi di reksadana atau saham, yang tidak butuh dana yang besar. Saat ini hanya dengan Rp 100 ribu Anda sudah bisa membuka rekening saham dan mulai berinvestasi. Selain mendapatkan pembagian dividen, Anda juga mendapat potensi keuntungan dari kenaikan harga saham yang Anda miliki.

Kendalikan Diri Anda dan Belanjalah Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Anda 

Dari semua tips dan trik yang saya sampaikan di atas, intinya adalah pengedalian diri. Bergayalah sesuai dengan kebutuhan Anda dan sesuaikan dengan kemampuan Anda. Tidak semua tren harus diikuti. Jika ada peluncuran gadget terbaru dengan harga selangit, coba tanya ke diri Anda sendiri: Apakah gadget yang Anda miliki saat ini memang sudah tidak memadai? Apakah dengan membeli gadget tersebut akan memberikan nilai lebih (added value) bagi Anda? Atau Anda ingin membeli nya karena Anda butuh pengakuan dari orang lain dan ingin dianggap keren? Anda yang tahu jawabannya dan bijaklah dalam mengambil keputusan.

Jangan sampai Anda berhutang hanya untuk keperluan konsumtif demi memenuhi tuntutan gaya hidup yang tidak ada ujungnya. Kendalikan diri Anda dan ingatlah bahwa uang yang Anda miliki bisa Anda gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat yaitu untuk berinvestasi demi masa depan.