Home  »  News   »  
News

Adobe dan Google Bekerjasama Ciptakan Font CJK yang Cocok dengan Aksara Latin

[Foto: Adobe]
Beberapa tahun lalu, Adobe dan Google pernah bekerjasama untuk meluncurkan open-source font untuk bahasa China, Jepang, dan Korea (CJK). Baru-baru ini, kedua perusahaan memperpanjang kerjasama mereka untuk proyek yang sama dengan meluncurkan font CJK serif. Adobe menamai font baru ini Han Serif, sementara Google menamainya Noto Serif CJK.

Seperti pada proyek yang pertama, desainer font Adobe Ryoko Nishizuka mengerjakan keseluruhan desain font dan perusahaan bekerjasama dengan berbagai bengkel pengecoran lokal di China, Jepang, dan Korea untuk mengerjakan 65.535 piktograf yang membentuk font-font baru, yang juga termasuk font dalam aksara Latin, Cyrillic, dan Yunani. Seluruh piktograf tersebut tersedia dalam tujuh set, jadi total ada lebih dari 450.000 piktograf yang dipesan oleh Adobe.

“Untuk wilayah seperti Asia di mana tipografi bisa sangat kompleks, memiliki sesuatu yang bisa kita gunakan dengan bebas adalah sesuatu yang besar,” kata manajer senior Adobe Dan Rhatigan. “Source Han Sans adalah kolaborasi besar pertama antara Adobe dan Google untuk membuat font-font pan-Asia untuk digunakan di seluruh dunia. Source Han Serif memberikan inspirasi baru bagi para desainer.”

Baca Juga:  5 Tempat Belajar Untuk Berkarir di Dunia Digital

Seperti pada proyek sebelumnya, Source Han Serif telah dioptimasi untuk ditampilkan pada layar digital, dan motivasi Google dalam mendukung proyek ini sebagian didorong oleh kebutuhan menyediakan font-font CJK yang lebih baik untuk Android.

Di Adobe, font baru tersebut telah tersedia dan bisa digunakan gratis melalui Typekit di Amerika Utara dan Jepang, dan font-nya sendiri bisa diunduh di GitHub.

Lihat proses desain font Source Han Serif pada video berikut ini.

Walaupun ada ratusan font yang bisa didapat dengan gratis baik di Adobe maupun Google, Source Han Serif disebut sebagai sesuatu yang istimewa. Font tersebut tak hanya terlihat konsisten dan cocok dengan aksara China, Jepang, dan Korea, namun juga dengan aksara Latin (seperti Bahasa Inggris, Indonesia, dan sebagainya), Cyrillic, dan Yunani. Font ini juga disebut sebagai hadiah bagi siapa saja yang ingin membuat produk dalam berbagai bahasa.

“Ketika Anda memilih dua font dan menggabungkannya, Anda bisa lihat bahwa karakter-karakter kedua font sering tidak cocok satu sama lain,” kata direktur upaya internasionalisasi Google Bob Jung. Ia menyebutnya efek “ransom note.”

Baca Juga:  Google Akan 'Tenggelamkan' Situs-Situs Dengan Pop-Up Ads Pada Hasil Pencariannya

Jung mengungkap, pemilihan font adalah rintangan utama untuk desainer yang bekerja untuk mendesain sesuatu dalam aksara Cina, Jepang, dan Korea (CJK). Bahasa-bahasa tersebut mengandung puluhan ribu karakter, sedangkan aksara Latin atau Cyrillic hanya memiliki beberapa lusin karakter. Mengembangkan font CJK universal yang memiliki tampilan dan kesan yang sama dengan, katakanlah, Times New Roman, sangat sulit untuk dilakukan. Itulah yang diklaim membuat Source Han Serif istimewa.