Tips & Guide

Agar Tak Kebablasan, Ini Tips Memantau Aktivitas Online pada Anak

[Foto: milc.net.br]
Salah satu persoalan orangtua saat ini adalah menjaga anak tetap aman saat mengakses dunia online. Tidak sedikit orangtua yang tidak bisa melacak apa saja atau situs-situs online mana saja yang ditelusuri oleh anak mereka.

Hal ini dipaparkan oleh Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny Budhi Utoyo. Ia mengatakan bahwa tidak banyak orangtua yang benar-benar tahu apa saja aktivitas anak-anak mereka di dunia online. Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan ICT Watch terhadap 160 orangtua di wilayah Tangerang Selatan, 65 persen responden tidak berdiskusi dengan anak tentang aktivitas berinternet.

Selain itu, 65 persen responden menyatakan bahwa sepengetahuan mereka yang dilakukan anak saat berinternet adalah untuk mengerjakan tugas sekolah. 64 persen responden tersebut juga mengaku tidak tahu apakah anak mereka bertemu dengan orang yang baru dikenal di internet. Bahkan, cukup banyak orangtua yang tidak membatasi waktu untuk anak-anaknya berselancar di dunia maya.

“Padahal begitu anak masuk ke dunia internet, bukan hanya ancaman konten negatif yang bisa mereka temui, tetapi juga ada bagian lain seperti kecanduan, cyberbully dan predator online. Orangtua harus sadar itu,” ungkapnya, seperti dilansir dari Liputan6.

Baca Juga:  Cara Memblokir dan Membuka Blokir Teman di Snapchat

Sementara itu, survei lain yang dilakukan Kaspersky Lab dan lembaga iconKids & Youth menyatakan, hampir setengah (44 persen) dari anak-anak menyembunyikan aktivitas online dari orangtua mereka. Dimana, aktivitas tersebut memiliki potensi bahaya.

Dilansir dari Antara News, Kaspersky Lab juga mengungkap bahwa semakin dewasa anak, maka semakin mereka menyembunyikannya. Pada usia 8-10 tahun hanya sepertiga (33 persen) dari anak-anak tidak memberitahu orangtua mereka tentang insiden di web. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 51 persen untuk remaja berusia 14-16 tahun.


Hanya 60 Persen Orangtua yang Bisa Melacak Aktivitas Online Anak
Ahli keamanan di Intel telah mempelajari 13.000 orang di seluruh dunia. Mereka menyimpulkan, dari 79 persen orangtua yang khawatir tentang keamanan saat anak mereka online, hanya 60 persen yang benar-benar bisa melacak riwayat situs anak mereka.

Bahkan, temuan mengejutkan menunjukkan bahwa 40 persen dari 1.000 orangtua di Inggris benar-benar tidak menyadari aktivitas online anak-anak mereka. Menariknya, sepertiga dari orangtua (29 persen) mengatakan mereka akan memantau aktivitas online anak-anak mereka jika ada cara yang lebih mudah untuk melakukannya.

Baca Juga:  Cara Membuat Keyboard Shortcut untuk Flashdisk / USB Drive pada PC Windows

VP of Consumer Intel Security, Nick Viney, mengatakan bahwa teknologi telah merevolusi kehidupan. Menurutnya, banyak orangtua yang mengandalkan perangkat untuk membantu anak-anak mereka dengan belajar dan hiburan. “Namun, kita perlu memberdayakan orangtua untuk secara aktif mengelola bagaimana keluarga mereka berinteraksi dengan perangkat tersebut. Sehingga bisa memastikan manfaat yang didapat ketimbang risikonya,” katanya.

Berikut adalah tips dari Intel untuk orangtua dalam memantau aktivitas online pada anak, sebagaimana dilansir dari Mirror.

1. Mulailah melakukan percakapan. Jika mulai berbicara tentang keamanan online sejak awal pada anak, maka ini akan membuat pekerjaan Anda lebih mudah ketika anak tumbuh dewasa. Jika anak Anda berusia sangat muda, mulailah dengan memberlakukan aturan sederhana, misalnya dengan tidak membuka email dari orang yang Anda tidak dikenal.

2. Berikan contoh yang baik. Apa yang dilakukan orangtua, itulah yang akan ditiru oleh anak. Oleh karena itu, contohkanlah hal positif seperti membatasi waktu Anda bermain jejaring sosial ketika di rumah. Letakkanlah ponsel saat makan malam dan waktu bersama keluarga.

Baca Juga:  Berani Coba Apple iOS 11 Beta? Begini Cara Memasangnya di iPhone atau iPad Anda

3. Jauhkan pengaruh asing. Sebagian besar anak sudah menggunakan perangkat sejak usia dini, sehingga berisiko membuat mereka berinteraksi dengan orang berbahaya yang menyamar sebagai remaja. Oleh karena itu, ingatkan anak-anak Anda bahwa siapa pun bisa membuat profil dan meminta pertemanan.

4. Kendalikan jaringan internet di rumah. Ada baiknya jika Anda mengontrol akses internet di rumah. Sebab, jaringan tersebut merupakan penghubung semua perangkat yang ada di rumah.