News

Alibaba Group Akuisisi Lazada. Berikutnya Tokopedia?

[Foto: ukti | flickr.com]
Alibaba Group (yang didirikan oleh Jack Ma), akhirnya membeli sekitar 90% saham Lazada Group. Bloomberg melaporkan total nilai yang dikeluarkan Alibaba untuk mewujudkan hal ini adalah $1 miliar. $500 juta dalam bentuk suntikan dana, dan $500 juta lagi untuk pembelian saham dari Rocket Internet SE, Tesco Plc dan Investment AB Kinnevik.

Lazada Group adalah sebuah e-commerce B2C (business to consumer) yang beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara. Mereka beroperasi di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Sedangkan Alibaba Group adalah raksasa e-commerce dari China (Republik Rakyat Tiongkok). Di China Alibaba Group mengoperasikan Tabao.com (B2C e-commerce), Alibaba (B2B e-commerce) dan TMall.com (C2C e-commerce).

Dalam akuisisi ini, Rocket Internet menjual 9,1% sahamnya senilai $137 juta. Dengan angka ini, maka investasi Rocket Internet di Lazada kini nilainya naik 15 kali lipat dari sejak Lazada dibangun tahun 2012 lalu. Setelah menjual sebagian sahamnya, kini Rocket Internet masih memiliki 8,8% saham di Lazada Group.

Dalam pembelian ini, valuasi Lazada Group adalah $1,5 miliar (pre-money). Alibaba masih diberikan waktu 12-18 bulan ke depan untuk membeli sisa saham yang masih belum dibeli.

Tokopedia

William Tanuwijaya (pendiri Tokopedia) mengakui bahwa Jack Ma (pendiri Alibaba) adalah role-modelnya. Dia sering membaca-baca kembali kisah Jack Ma, pidatonya dan sejarah Taobao untuk diterapkan ke dalam pengembangan Tokopedia.

Dalam sebuah tulisan di blog pribadi saya, saya pernah menduga bahwa Tokopedia kemungkinan akan diakuisisi Alibaba. Terlepas dari hal itu adalah tujuannya, atau sekadar penyesuaian kondisi bisnis saja. William memberi komentar di tulisan tersebut.

Soal prediksi mas ke depan nya, saya setuju nya dengan logic nya Ben di tulisan ini http://www.bhorowitz.com/should_you_sell_your_company

~ William Tanuwijaya

Alibaba kini sudah memiliki Lazada, e-commerce B2C yang sering disebut-sebut nomor 1 di Indonesia. Jika Alibaba ingin menguasai pasar Asia Tenggara (di mana pasar terbesarnya adalah Indonesia), maka seperti di China, tentunya Alibaba juga akan berusaha memiliki bisnis e-commerce C2C dan B2B di Indonesia, baik itu membangun sendiri maupun akuisisi.

Membangun dari awal sepertinya bukan pertimbangan yang rasional. Itu juga salah satu alasan mengapa Alibaba mengakuisisi Lazada Group. Nah, jika Alibaba hendak membeli C2C e-commerce di Indonesia, siapa yang akan diakuisisi? Pilihannya adalah Tokopedia dan Bukalapak. Bukalapak sendiri sudah dimiliki oleh grup EMTEK (holding company SCTV, Indosiar, KMK, dll). Mungkin saja Alibaba membeli Bukalapak dari EMTEK. Tetapi saya rasa lebih mungkin Alibaba membeli Tokopedia.

Catatan: Ini menyisakan dugaan berikutnya. Siapa B2B yang mungkin diakuisisi Alibaba? Ralali? Bhinneka Business? Bizzy?

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID