News

Ambisi Google untuk Sediakan Akses Internet bagi Daerah Terpencil

[Gambar: hngn | www.hngn.com]
Project Loon sekiranya telah melakukan gebrakan yang cukup signifikan di kancah perkembangan tekonologi. Proyek dari Google ini berencana untuk menyediakan akses internet ke seluruh belahan dunia, terutama daerah terpencil dengan menggunakan balon.

Meskipun Project Loon ini sudah diperkenalkan sejak tahun 2013, kini Google dikabarkan tengah bekerjasama dengan Badan Penerbangan PBB untuk memperbaiki sistem penerbangan balon dari Project Loon di stratosfer di beberapa negara.

X Lab Google sedang mengupayakan proyek untuk menciptakan balon helium yang akan mengambang di stratosfer dan menyebarkan sinyal 4G untuk daerah pedesaan serta wilayah yang tak mudah dijangkau dan sulit untuk diakses.

Percobaan awal Project Loon sempat tak berjalan mulus. Di Sri Lanka, balon Loon pernah lepas kendali dan dikabarkan menyeruduk perkebunan teh. Puing balon tersebut ditemukan oleh penduduk setempat.

Alphabet, perusahaan holding bentukan Google, bekerjasama dengan pemerintah Sri Lanka untuk menyediakan layanan internet untuk wilayah terpencil di sana. Bersama dengan Badan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sri Lanka, Google merumuskan pendaratan balon Loon.

“Secara signifikan desain balon, pembuatan, dan prosedur peluncuran ditingkatkan,” kata X Lab pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB. “Balon sekarang kuat, mampu melampaui target 100 hari, dan diluncurkan melalui auto-launcher, yang memungkinkan beberapa peluncuran cepat,” kata X Lab pada komite eksekutif organisasi.

Google kini tengah mengkompilasi data angin dan data penerbangan yang tersedia. Project Loon merumuskan arus udara pada stratosfer sehingga balon mampu “mengubah ketinggian untuk ‘menangkap’ angin yang bergerak dengan kecepatan dan arah yang diperlukan,”.

Alphabet pun meminta pihak ICAO untuk membangun surat perjanjian bilateral atau multilateral dengan negara-negara yang berdekatan dan memungkinkan balon Loon untuk terbang dengan aman dan transit di batas wilayah. “Keselamatan dan koordinasi dengan komunitas penerbangan sipil internasional sangat penting untuk Proyek Loon,” kata X Lab pada AFP.

Dengan perbaikan di banyak aspek, dikabarkan bahwa salah satu balon Google tengah terbang dan mengambang di stratosfer Peru dan mampu bertahan selama 98 hari. Balon tersebut mampu menyesuaikan diri dan tak goyah meskipun kondisi angin terus berubah dan kerap meniup balon tersebut. Bahkan dikabarkan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, selama 98 hari terbang di Peru, balon Loon telah berubah posisi ketinggiannya sebanyak sekitar 20 ribu kali.

 

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID