News

Apa Itu Google Chromecast dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Google baru-baru ini menelurkan produk inovatif dengan memperkenalkan Google Chromecast, sebuah perangkat kecil yang berfungsi untuk memproyeksikan layar smartphone dan komputer Anda ke layar televeisi yang ukurannya jauh lebih besar.

Menurut beberapa ulasan, perangkat kecil ini sangat mudah digunakan. Chromecast memberi Anda kepuasan dan kenyamanan menikmati layar yang jauh lebih besar dibandingkan layar smartphone atau komputer Anda, misalnya ketika menonton video di YouTube, atau film-film di Netflix. Anda juga bisa mengakses browser di komputer melalui televisi dengan menggunakan Chromecast.

Google meluncurkan Chromecast pertamanya pada 2013 lalu, dengan banderol $30 atau setara dengan Rp400 ribu saat ini. Chromecast merupakan dongle HDMI berharga terjangkau yang memungkinkan Anda untuk “memindahkan” layar smartphone ke layar televisi tanpa kabel. Pada dasarnya, Chromecast akan menyulap televisi Anda menjadi smartTV.

Pada 2015, Google meluncurkan Chromecast 2. Versi baru ini lebih cepat, lebih responsif, dan sama terjangkaunya dengan versi sebelumnya. Saat itu Google juga menyediakan aplikasi Chromecast yang sudah diperbaharui, yang berfungsi sebagai one-stop shop bagi pengguna yang ingin menemukan aplikasi yang kompatibel dan relevan dengan Chromecast.

Baca Juga:  5 Gawai Ini Bakal Bikin Rumah Anda Lebih Aman

Google kembali meluncurkan versi baru Chromecast pada 2016 ini, yang disebut Chromecast Ultra dengan banderol $65 atau setara dengan Rp872 ribu. Chromecast Ultra bekerja seperti para pendahulunya, namun juga memungkinkan penggunanya untuk menikmati 4K streaming. Google juga menawarkan perangkat Chromecast Audio seharga $35 (setara dengan Rp470 ribu) untuk meneruskan segala jenis audio dari smartphone atau komputer ke speaker secara nirkabel.


Lalu bagaimana cara kerja Chromecast? Sangat sederhana. Yang perlu Anda lakukan hanya mencolokkan koneksi HDMI Chromecast ke bagian belakang televisi Anda (atau bisa juga menggunakan receiver atau perangkat lain yang mendukung sambungan 4K), lalu sisanya bisa dikendalikan dengan aplikasi di smartphone.

Anda hanya tinggal menghubungkan smartphone via aplikasi dengan perangkat Chromecast untuk menampilkan konten smartphone di televisi Anda. Chromecast akan meneruskan konten tersebut dalam kualitas terbaik yang bisa diberikan. Misalnya, jika Anda menghubungkannya dengan televisi Ultra-HD, maka Chromecast akan meneruskan konten Ultra-HD yang tak bisa Anda lihat di smartphone. Berita baiknya, Chromecast akan “mencari” sendiri situs web yang menyiarkan video yang sedang Anda tonton, sehingga smartphone Anda tak ambil bagian dalam proses streaming, dan baterai-nya pun tak akan terpengaruh.

Baca Juga:  5 Tempat Belajar Untuk Berkarir di Dunia Digital

Namun lain halnya jika Anda “memindahkan” layar smartphone ke televisi, atau melakukan browsing Internet melalui smartphone dan layarnya diteruskan ke layar televisi, maka perangkat Chromecast di televisi harus selalu terhubung dengan smartphone, karena perangkat tersebut bergantung sepenuhnya pada smartphone Anda.

Untuk menggunakan Chromecast, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda harus menyambungkannya kepada input HDMI di televisi atau perangkat display Anda. Selain itu, Anda juga harus memasang aplikasi Chromecast di smartphone. Aplikasi ini akan secara otomatis mendeteksi Chromecast dan meninta untuk menghubungkannya dengan jaringan WiFi yang sama dengan yang terhubung di smartphone Anda.

Selain dengan smartphone, Anda juga bisa menghubungkan Chromecast dengan komputer atau laptop. Caranya adalah dengan memasang browser Chrome pada laptop/komputer, lalu kunjungi situs web resmi Chromecast untuk mengunduh aplikasinya.

Chromecast bisa dijalankan pada smartphone dan tablet ber-OS Android, iOS, dan komputer dengan Chrome for Windows dan Mac OS X.