Opinion

Apa Saja yang Berpotensi Menyebabkan Sebuah Startup Gagal?

[Foto: pixabay.com]
Meningkatnya minat masyarakat dalam membangun startup ternyata sebanding dengan angka kegagalan yang terjadi pada startup di seluruh dunia. Isu perihal tech bubble yang sebelumnya pernah menjangkiti Silicon Valley dan India, kini disebut-sebut mulai terasa di Indonesia dan menjadi titik awal dari berbagai kegagalan yang menimpa industri startup di tanah air.

Seperti yang kita lihat, tahun 2016 kemarin menjadi tahun yang cukup pahit bagi beberapa industri startup tanah air. Dari mulai pivot yang gagal berjalan, pemecatan karyawan, hingga ditutupnya operasional untuk beberapa startup menjadi kisah pahit yang harus dihadapi para pelaku industri digital di Indonesia. Namun, cerita-cerita soal kegagalan membangun bisnis itu rupanya tak hanya terjadi di sini. Faktanya memang angka kegagalan untuk startup di seluruh dunia bisa mencapai sembilan puluh persen.

Lantas, apa yang membuat angka kegagalan startup ini begitu tinggi? Lance Surety Bond Associates, sebuah agency yang fokus membantu pengembangan startup di Amerika Serikat beberapa waktu lalu mengeluarkan sebuah data yang menyebutkan berbagai alasan mengapa startup bisa mengalami kegagalan. Sebanyak 15 hal menjadi penyebabnya dengan tingkat persentase yang beragam.

Baca Juga:  Analisis: Pemblokiran Telegram Bisa Saja Ditujukan untuk Menekan Developer

1. Produk yang tidak dibutuhkan pasar (42%)

Alasan ini menjadi faktor terbesar kegagalan startup. Umumnya startup yang sukses hadir dengan solusi yang membantu orang memecahkan suatu permasalahan. Namun, kebanyakan startup yang dibangun sekarang hanya sekadar mengikuti tren tanpa tau problem sebenarnya sehingga produk yang dihasilkan pun tidak terlalu dibutuhkan pasar. Istilah lainnya, product market fit-nya tidak tercapai.

2. Terlalu banyak “bakar duit” (29%)

Konsep bakar uang sepertinya memang diminati oleh sebagian besar startup untuk membesarkan bisnisnya. Padahal cara ini sangat riskan karena sangat tergantung pada suntikan modal investor.


3. Tim yang tidak solid (23%)

Tim menjadi faktor utama yang menjadi kesuksesan sebuah startup. Tim yang kurang motivasi menyumbang 23% kegagalan dalam industri startup di seluruh dunia.

4. Kalah dalam kompetisi (19%)

Tidak adanya keunikan yang mampu membuat produk bersaing di tengah banyak kompetitor membuat 19% startup gagal dan gulung tikar.

5. Cost issues (18%)

Sebagian besar startup mampu menghasilkan produk yang keren dan inovatif, namun sayangnya belum ramah di kantong sehingga belum mampu diterima pasar.

Baca Juga:  Kerjasama dengan Urbanhire, Kompas Luncurkan Kembali KompasKarier.com

6. Produk yang buruk (17%)

Produk menjadi modal utama yang dimiliki sebuah startup setelah tim. Produk yang buruk menjadi sangat potensial untuk mengalami kegagalan.

7. Tidak memiliki bisnis model (17%)

Great product tapi tidak tahu bagaimana bisnis modelnya juga menjadi kendala dalam sebuah startup. Potensi kegagalannya sama yakni tujuh belas persen.

8. Marketing yang buruk (14%)

Proses marketing sebenarnya merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan ketika produknya buruk. Namun, banyak orang merasa telah melakukan marketing padahal yang mereka lakukan adalah jalan di tempat.

9. Mengabaikan customer (14%)

Bagaimanapun customer tetap merupakan kunci yang membuat kesuksesan sebuah startup. Mengabaikan mereka adalah satu hal yang riskan.

10. Product mis-timed (13%)

Momentum adalah satu hal yang diperlukan entah dalam proses launching maupun marketing. Terlalu cepat atau terlalu lambat dapat mempengaruhi kesuksesan sebuah startup.

11. Kehilangan fokus (13%)

Perubahan ide dan visi mempengaruhi banyak hal termasuk kesuksesan startup itu sendiri.

12. Tim dan investor yang tidak harmonis (13%)

Permasalahan paling klasik yang dialami oleh funded-startup adalah idealisme yang berbenturan dengan kepentingan investor yang memiliki kepentingan mengejar pasar.

Baca Juga:  5 Tips Dapatkan Pekerjaan Impian di Acara Startup Job Fair

13. Pivot yang gagal (10%)

Keputusan pivot harus didasari oleh data yang kuat. Pivot yang tidak beralasan justru menjadi penyebab kegagalan sebuah startup.

14. Tidak ada passion (9%)

Membangun startup untuk memperoleh keuntungan sebenarnya sah-sah saja. Tetapi jika startup dibangun oleh founder yang tidak passionate di bidang itu akan lebih rentan mengalami kegagalan.

15. Lokasi yang buruk (9%)

Lokasi yang tepat dengan banyaknya talent yang bisa mengembangkan produk dan audiens yang mau menerima produk tersebut sangat menentukan keberhasilan sebuah startup.