News

Apple Investasikan Lebih dari Setengah Triliun Rupiah Demi Menjual iPhone 7 di Indonesia

Foto: apple.com]

Reuters (16 Desember 2016) melaporkan bahwa demi mendistribusikan iPhone 7 di Indonesia, Apple Inc. dikabarkan telah berkomitmen untuk menggelontorkan dana sekitar $44 juta (setara Rp 588 milyar) terhadap pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia. Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, dan Alat Transportasi Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan bahwa dengan investasi ini, Apple berhak mendapatkan sertifikasi konten lokal yang mengizinkan Apple untuk mendistribusikan ponselnya di seluruh Indonesia.


Sebagai negara keempat yang memiliki populasi terbesar di dunia dengan kurang lebih 255 juta jiwa penduduk, Indonesia merupakan sebuah pasar smartphone yang sangat menjanjikan. Tidak heran Indonesia sering dilirik oleh vendor-vendor ponsel internasional yang ingin mendistribusikan produknya. Namun, sejak pemerintah memperketat penyaringan produk luar yang masuk ke tanah air, tidak sedikit vendor ponsel yang terpaksa menahan peluncuran produknya atau bahkan angkat kaki dari pasar Indonesia.

Aktif mulai Januari 2017, pemerintah Indonesia akan memberlakukan peraturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TDKN) yang mewajibkan setiap ponsel 4G yang didistribusikan di tanah air untuk memiliki konten lokal setidaknya 30 persen. Peraturan TDKN untuk ponsel 4G ini sebenarnya sudah diterapkan secara bertahap sejak tahun 2015, namun dengan TKDN yang lebih rendah yakni 20 persen. Apple sendiri terjegal oleh aturan ini, sehingga mereka tidak bisa mendistribusikan iPhone 6 dan iPhone 6S nya secara resmi di sini. Sementara itu, vendor ponsel lain seperti Xiaomi berusaha mengakali aturan ini dan mengunci kemampuan 4G pada ponselnya agar bisa masuk ke Indonesia. Menurut Permenperin, ada tiga metode yang bisa dipakai untuk memenuhi TDKN tersebut, yakni software, hardware, dan komitmen investasi.

Baca Juga:  Apple Gugat Qualcomm Rp 13 Triliun Atas Tuduhan Pemerasan dan Monopoli Pasar

Sejauh ini, Samsung lah yang mendominasi 26 persen penjualan smartphone di pasar Indonesia, disusul oleh Oppo dengan angka 19 persen.