News

Astronom Berhasil Lacak Sinyal Misterius di Luar Angkasa: Kiriman Alien?

Ilustrasi [Foto: NASA]
Sejak kali pertama manusia melakukan penjelajahan dan penelitian luar angkasa, hal-hal yang berada di luar nalar kerap terjadi, mulai dari suara-suara misterius hingga penemuan-penemuan aneh. Belakangan ini, kejadian serupa kembali terulang. Pada hari Selasa, 4 Januari 2017 lalu, tim astronom telah melacak sejenis sinyal yang dikirim dari luar angkasa.

Penemuan sinyal tersebut ternyata bukan kebetulan semata. Para astronom memang selama ini berusaha untuk melacak adanya sinyal-sinyal yang berasal dari luar angkasa, dan pelacakan ini menjadi sebuah catatan keberhasilan bagi umat manusia dalam menyingkap fenomena yang disebut fast radio burst (FRB).

Setiap harinya, ribuan obyek misterius di luar angkasa memproduksi gelombang radio yang memancar  selama beberapa milidetik namun mampu menghasilkan energi sebanyak 500 juta matahari.

Para astronom bahkan tidak tahu keberadaan FRB hingga satu dekade lalu. Pada tahun-tahun setelahnya, para astronom telah menjelajahi ruang angkasa, berharap dengan menemukan dengan lokasi gelombang radio tersebut, mereka mungkin bisa mencari tahu apa, atau siapa, yang mungkin memproduksi gelombang-gelombang tersebut.

Baca Juga:  Rumah Masa Depan: Ilmuwan Temukan Cara Mudah Membuat Batu Bata dari Tanah Mars

Tim astronom yang melacak gelombang tersebut mengklaim mereka telah berhasil menemukan sumber gelombangnya. Dengan bantuan jaringan teleskop yang sangat kuat, mereka berhasil menangkap sinyal yang dinamai FRB 121102, yang dipancarkan dari sebuah galaksi kecil yang berjarak tiga milyar tahun cahaya dari Bumi.

Kendati FRB 121102 tidak memancar dengan pola yang teratur, para astronom tahu bahwa gelombang radio tersebut akan muncul lagi di wilayah langit yang sama. Dengan demikian, mereka berkesempatan untuk mengobservasinya lagi dengan teleskop dengan resolusi lebih besar.


Penemuan yang diterbitkan di Natura dan Astrophysical Journal Letters ini bisa memberi pengetahuan mengenai alam semesta pada awal terbentuknya, juga bisa memberi petunjuk penting untuk menjawab misteri yang terus kita pertanyakan mengenai persepsi kita tentang angkasa luar.

“Kita sering mendengar kata mutiara, ‘tidak berubah layaknya heaven (surga/langit),’” kata Shami Chatterjee, salah satu astronom yang menemukan lokasi gelombang misterius. “Namun nyatanya, heaven (diterjemahkan sebagai langit) berubah dengan cepat. Di langit sering terjadi kejadian-kejadian yang sangat kuat yang tak kita pahami.”

Baca Juga:  Instagram Telah Rilis Face Filters Mirip Snapchat (dan Fitur Baru Lainnya)

Observasi yang dilakukan setelah penemuan ini membuktikan bahwa FRB memang berasal dari angkasa luar. Menurut Chatterjee, studi menunjukkan telah terjadi semburan FRB di ruang angkasa sebanyak 5.000 hingga 10.000 setiap harinya. Namun walaupun aktivitas semburan ini cukup sering, belum ada yang mengetahui apa penyebabnya. Nampaknya para astronom sangat berhati-hati dengan tidak menyebutnya berasal dari alien.

Beberapa peneliti berspekulasi semburan gelombang tersebut merupakan hasil dari bintang-bintang neutron yang padat, hasil dari bintang raksasa yang meledak (supernova), yang bergesekan satu sama lain, atau bertabrakan dengan komet. Peneliti lainnya berpendapat, sinyal radio tersebut bisa jadi dilepaskan oleh bintang-bintang neuron yang memiliki gaya magnetik kuat, yang berputar dengan cepat, yang disebut magnetars. Namun ada juga yang berpendapat bahwa gelombang tersebut merupakan “jeritan terakhir” bintang-bintang yang tersedot ke dalam lubang hitam.

Penjelasan lain yang membuat kemungkinan alien yang mengirim sinyal sangat kecil adalah jauhnya jarak. Jika memang benar adan makhluk cerdas di galaksi lain yang mengirimkan sinyal, artinya kehidupan mereka lebih maju dan canggih dibandingkan manusia di Bumi.

Baca Juga:  Penelitian: Suhu Panas Ekstrem Membuat Wilayah Asia Selatan Tidak Bisa Dihuni pada 2100

Logikanya, sinyal tersebut membutuhkan waktu tiga milyar tahun cahaya untuk sampai ke Bumi. Artinya, pengiriman sinyal tersebut dilakukan tiga milyar tahun yang lalu, saat Bumi mungkin masih berada di tahap awal pembentukannya. Jika memang alien yang mengirim sinyal, maka artinya saat belum ada manusia yang menghuni Bumi, mereka sudah ada di suatu planet, hidup dengan teknologi super canggih.

Namun demikian, presiden dari Messaging Extra-Terrestrial Intelligence International Douglas Vakoch mengatakan, temuan gelombang sinyal FRB 121102 ini akan ditindak lanjuti dengan hati-hati. Hingga saat ini, tak ada bukti bahwa sinyal tersebut dikirimkan oleh teknologi milik makhluk cerdas di planet lain.

Untuk penelitian selanjutnya, para astronom akan menggunakan fasilitas observasi SETI Boquete Optical di Panama.