News

Avast Siap Keluarkan Rp 17,1 triliun untuk Akuisisi AVG

[Foto: Hacked.com]
Raksasa software keamanan, Avast, dikabarkan berencana untuk mengakuisisi pesaingnya, AVG Technologies. Perusahaan asal Ceko ini akan membayar tunai $25 per saham (setara Rp 330 ribu,) dalam sebuah kesepakatan yang bernilai sekitar $1,3 miliar (setara Rp 17,1 triliun.)

AVG didirikan di Ceko pada tahun 1990-an dengan nama Grisoft. Kini, AVG telah tumbuh menjadi salah satu merk terbesar dalam ranah aplikasi keamanan desktop dan mobile. Perusahaan yang kini berkantor pusat di Amsterdam ini menawarkan berbagai macam layanan seperti AVG Cleaner untuk Android dan Mac.

Sementara itu, Avast juga berbasis di daerah yang sama pada tahun 1988. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu perusahaan keamanan online terkemuka dan dilaporkan telah menguasai lebih dari seperlima pasar software antivirus global. Meskipun lebih dikenal dengan software keamanannya, layanan Avast telah merambah bidang lain. Pada awal tahun ini saja, perusahaan ini meluncurkan layanan baru untuk menginformasikan Wi-Fi hotspot terbaik dengan menggunakan data berbasis crowdsourced.

Dengan kerja sama ini, Avast dapat mengembangkan usahanya ke pasar internasional dan memiliki pengguna yang mencapai 400 juta orang, termasuk 16 juta orang yang menggunakan produk keamanan mobilenya.

Avast juga berharap akuisisi baru ini dapat menghasilkan layanan keamanan yang lebih baik di berbagai sektor seperti usaha kecil dan menengah, juga hardware IoT (Internet of Things). Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Avast akan memasukkan layanan yang diberikan software AVG ke dalam produknya sendiri, atau mereka akan tetap membiarkan produk itu dijual di bawah nama Avast?

Menanggapi hal ini, juru bicara Avast juga memastikan bahwa brand AVG tidak akan menghilang karena mereka akan memanfaatkan kekuatan dari kombinasi kedua merk ini, mengingat masing-masing merk memiliki kekuatannya sendiri di pasar yang berbeda.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID