Tips & Guide

Bagaimana Emosi Dapat Membentuk Brand Secara Efektif

loading...

[Ilustrasi: presidiacreative.com]
Iklan yang dibuat perlu menyentuh emosi siapa saja yang melihatnya. Barulah ia akan banyak berpengaruh dan berkesan. Jika tidak, ia bukan saja tidak akan melekat dalam ingatan pelanggan dan dilupakan, iklan tersebut bahkan mungkin menjadi tidak relevan bagi mereka. Pikiran manusia senantiasa memproses berbagai jenis informasi yang diterimanya, menyaring, dan mengeluarkan apa yang tidak penting dan menyimpan sisanya dalam ingatan. Salah satu informasi yang akan disimpan adalah informasi-informasi yang bersifat emosional.

Karena itu jika kita amati dengan seksama, semakin banyak brand di luar sana yang menggunakan daya tarik emosional. Mereka sadar bahwa dewasa ini semakin sulit dan menantang untuk membuat para pelanggan tertarik dan melihat apa yang mereka ‘sajikan.’ Para pelanggan bukan hanya sibuk dan tidak punya waktu untuk melihat iklan, ada banyak sekali ‘sajian’ lain yang terpaksa mereka lihat setiap hari. Mulai dari saat mereka bangun tidur, saat dalam perjalanan ke kantor, di kantor sampai mereka pulang dan sampai saat mereka tidur kembali. Berbagai jenis iklan mulai dari iklan biasa sampai iklan online yang dilihat pelanggan setiap hari.

Baca Juga:  Elemen Wajib dalam Landing Page untuk Performa Iklan yang Maksimal

Pikiran manusia dapat memproses informasi sebanyak 400 miliar bit per detik melalui setiap indera yang ada. Namun secara sadar, hanya 2000 bit informasi yang akan disimpan dalam ingatan. Hal ini memperlihatkan betapa kecilnya infomasi yang disimpan dibandingkan dengan informasi yang diproses. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan pemasaran berlomba-lomba menggunakan berbagai kreativitas yang ada untuk menghasilkan iklan terbaik yang bersifat emosional dengan tujuan untuk memastikan bahwa iklannya dapat diterima dan diingat oleh pelanggan.

Tidak banyak brand yang mengetahui bagaimana cara untuk melewati proses penyaringan pikiran ini dan membuat iklannya diingat pelanggan. Hanya sedikit perusahaan yang dapat mempelajari proses untuk melakukannya. Terdapat enam tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:

Penyadaran. Pada tahap awal, isi iklan yang baik akan mengandung bagian yang akan membuat audiens sadar akan sesuatu. Pelanggan sadar tentang hal tersebut dikarenakan dua faktor. Pertama, ia menyentuh emosi pelanggan dan kedua ia membuat pelanggan berpikir bahwa mereka juga memiliki beberapa persamaan dengan iklan tadi. Contohnya, dalam iklan Coca-cola Anda pasti menyadari bunyi “glek” yang terdengar saat minuman cola ini diminum, dan bunyi lain seperti “aaah” yang menandakan kepuasan setelah meminumnya. Ini adalah apa yang saya maksud dengan membangun suatu bagian yang membuat audiens menyadari iklan Anda.

Baca Juga:  5 Tips Agar Profil LinkedIn Tetap Stand Out

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID