Tips & Guide

Berbagai Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Mandi Pakai Sabun

[Foto: Shutterstock]
Kita biasanya menganggap bakteri sebagai sesuatu yang kotor dan membahayakan. Namun seperti kita tahu, ada beberapa serangga yang menguntungkan, dan ada juga mikroba yang bermanfaat untuk pencernaan, kesehatan kulit, dan daya tahaun tubuh. Walaupun kita sudah menjaga makanan dan tubuh tetap bersih, namun menurut Dr. Robynne Chutkan, kehidupan yang sangat steril juga tak terlalu baik buat kita.

Menurut penulis buku Digestive Center for Women in Chevy Chase itu,  kontak dengan kotoran dan debu mengajarkan sistem microbiome Anda untuk mengenali bakteri menguntungkan dan bakteri merugikan. Namun bukan berarti kita hidup jorok ya. Berikut tips dari Dr. Chutkan supaya kita bisa mulai “berteman” dengan bakteri baik.

Jangan terlalu sering mandi pakai sabun

Sabun buatan pabrik, baik cair atau batangan, mengandung banyak bahan kimia yang membahayakan kesehatan kita dan lingkungan. Misalnya, triclocarban dan triclosan yang biasa ditemukan pada sabun antibakteri. Jika kontak dengan air keran, kedua bahan kimia bisa membentuk dioxine yang menyebabkan kanker, gangguan syaraf, dan gangguan sistem imun. Selain itu, keduanya bisa menimbulkan masalah tiroid, dan keduanya juga tak bisa terurai secara alami sehingga menumpuk jadi polusi.

Baca Juga:  Peneliti Kembangkan Teknologi Pencitraan 3D untuk Pantau Perkembangan Sel Kanker

Dengan mandi memakai sabun berbahan kimia setiap hari, Anda sebetulnya menghilangkan bakteri yang bisa mencegah jerawat dan eksim. Kecuali Anda habis bertanding dalam perlombaan Mud Run, dua titik yang perlu disabuni setiap hari hanyalah ketiak dan lipatan paha. Sisanya, bisa disabuni beberapa hari sekali, bahkan jika Anda habis berolahgara di gym.

Jika memang ingin lebih sering mandi pakai sabun, bisa mengganti sabun Anda dengan sabun alami yang tak memakai bahan kimia berbahaya, dan diharumkan dengan minyak esensial alih-alih parfum. Misalnya, sabun batangan buatan rumahan.

Kurangi pemakaian hand sanitizer

Kecuali Anda pernah nongkrong di sebuah bangsal penuh pasien Ebola, sebagian besar mikroba pada tangan dan kulit Anda tak mematikan atau menyebabkan infeksi serius; kebanyakan adalah bakteri tak berbahaya yang tidak akan menyakiti Anda.

Tak perlu sabun antibakteri, bahkan di saat musim flu

Tentu saja Anda harus berhati-hati agar tak tertular flu dari rekan kerja di kantor, yang bersin tiada henti. Namun Anda tetap tak butuh sabun anti bakteri, karen flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Yang diperlukan saat musim flu adalah sering mencuci tangan dengan sabun alami dan air hangat, paling tidak selama 20 detik. Kebiasan cuci tangan akan membantu melawan virus dan bakteri jahat. Sabun antibakteri akan menyebabkan Anda menelan antibiotik yang sebetulnya tak Anda perlukan.

Baca Juga:  Ilmuwan Berhasil Gunakan Teknologi Nano untuk Suntikkan DNA Baru ke Dalam Sel

Cara lain untuk “hidup dengan bakteri” setiap hari

Selain mandi hanya dengan air (atau bisa dengan sabun dan sampo alami tanpa bahan kimia), Anda bisa menghabiskan waktu berkebun, menjadi relawan di rumah kaca, atau hanya bermain dan berpiknik di taman berumput. Buka jendela rumah dan mobil, sehingga mikroba baik bisa ikut masuk. Beli produk pertanian langsung dari petani, jika bisa, alih-alih yang sudah diproses di pabrik.