Opinion

Berbagai Komponen dalam Mobile App yang Wajib Diketahui

[Foto: pixabay.com]
Tahun 2017 barangkali akan menjadi tahun di mana mobile trend benar-benar berada di titik peningkatan. Semua hal beranjak mobile, hal itu diamini oleh semua orang. Tak heran jika kemudian sebagai founder, kita harus bersiap-siap memberikan improvisasi dari produk yang sedang atau akan kita kembangkan, terutama dalam hal optimisasi perangkat mobile.

Beberapa waktu lalu, Google telah secara resmi mengumumkan bahwa website yang mobile-friendly secara khusus mendapatkan prioritas ranking di halaman Google search engine. Algoritma yang kemudian dikenal dengan istilah Mobilegeddon di kalangan webmaster ini menjadi semacam titik awal dari berbagai perubahan trend di bidang teknologi, khususnya pada perangkat mobile.

Tak berhenti pada teknologi website yang ikut berubah, salah satu yang menjadi penanda kepopuleran teknologi mobile adalah bermunculannya aplikasi mobile atau jamak disebut app yang kian marak. Kemunculan berbagai produk dengan platform utama website, kini beranjak ke app. Bahkan beberapa produk memiliki dua versi yakni web dan app.

Sebagai seorang yang bergerak di bidang digital marketing, hal seperti ini juga harus kita pahami. Mengingat apa yang menjadi trend di kalangan pasar merupakan satu peluang besar yang harus kita kelola agar mampu menghadirkan produk yang paling sesuai dengan keinginan konsumen. Tak hanya itu, diperlukan kerjasama dari developer, designer, atau tim produk secara umum terus melakukan improvisasi terkait dengan perubahan pasar, salah satunya dalam teknologi mobile.

Baca Juga:  5 Tips Membangun Keyword List Ideal untuk Campaign

Memperhatikan komponen-komponen dalam app

Pada umumnya, mobile app tidak jauh berbeda dengan mobile website. Hanya saja mobile app memang secara khusus didesain untuk perangkat mobile, misalnya untuk operating system iOS atau Android. Jenny Gove, UX Research Lead Google menyebutkan setidaknya ada 25 prinsip yang harus diaplikasikan dalam pembuatan sebuah mobile app yang bermutu. Prinsip-prinsip tersebut menjadi sangat penting, terutama apabila bisnis menginginkan adanya conversion seperti misalnya membuat app untuk e-commerce.

Komponen untuk navigasi dan eksplorasi pada app menjadi hal utama yang harus ada. User harus dipandu secara detail untuk mendapatkan apa yang mereka cari di dalam sebuah mobile app dengan cepat dan ringkas. Dalam mobile app, kemudahan dan kepraktisan menjadi satu kunci penting yang harus menjadi nilai plus. Pasalnya, jika app tidak menawarkan kemudahan yang maksimal, user akan cenderung lebih memilih mengaksesnya via mobile website. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal ini, salah satunya tentu saja mempertimbangkan keberadaan mobile app yang akan mengurangi memory space di gadget yang user miliki.

Baca Juga:  Lulusan ITS Kembangkan Reblood, Aplikasi yang Memudahkan Pengguna Mendonorkan Darah

Tak soal navigasi, keberadaan in-app search menjadi sangat penting sebagai perantara bagi user untuk menemukan produk yang dicarinya. Jika navigasi telah dibuat mudah, maka diperlukan lagi satu buah tool yang secara khusus akan membantu user menemukan apa yang ingin dicari.

Komponen lain yang perlu juga untuk diperhatikan adalah keberadaan form entry dan registration yang harus dibuat sesimpel mungkin. Tentu kita tidak bisa berekspektasi mobile user akan memiliki perilaku yang sama dengan desktop user. Di sini developer perlu melakukan optimisasi untuk memberikan kenyamanan pada para users. Misalnya saja, kita bisa membuat integrasi antara form registrasi dengan media sosial yang dipunya, sehingga user tidak perlu lagi melakukan pengisian form ulang.

The last but not least adalah komponen ukuran design. Bagaimanapun resolusi layar menjadi salah satu keterbatasan mobile app, sehingga untuk mengatasinya designer harus menyajikan model design yang dinamis agar sama-sama nyaman dinikmati user, baik melalui perangkat desktop maupun mobile, khususnya mobile app.

Baca Juga:  Mengenal Custom Dimensions dan Custom Metrics di Google Analytics