Opinion

Berbagai Tren Mobile Web Design yang Harus Dipahami Designer

[Foto: pixabay.com]
Teknologi web design berkembang dengan sangat pesat akhir-akhir ini. Profesi sebagai web designer pun kini semakin digemari. Pasalnya, tak hanya berkutat pada kemampuan seni, seorang web designer juga dituntut untuk memahami customer dan mengerti selera pasar. Teknologi berkembang memang seiring dengan manusianya yang semakin beragam, termasuk pada perilaku mereka menggunakan teknologi itu sendiri. Jika dulu umumnya orang mengakses internet dengan menggunakan komputer atau layar desktop, kini tren mobile menjadi sesuatu yang paling digemari orang-orang di seluruh dunia.

Sebagai web designer, hal ini pun harus ditanggapi dengan jeli. Untuk mengikuti pasar, seorang web designer pun juga harus memahami bagaimana tren mobile design yang kini sedang happening dan diminati oleh pasar. Sebab bagaimanapun, design pada sebuah web sangat mempengaruhi user experience. Untuk tetap meraih traffic yang tinggi, conversion yang membludak, dan hal-hal lain yang menjadi KPI dalam sebuah bisnis, design menjadi kebutuhan utama yang harus diperhatikan.

Penggunaan responsive design yang lebih meluas

Konsep mengenai responsive design umumnya telah banyak dikenal sejak 2016 atau bahkan 2015 akhir ketika perangkat mobile mulai ramai digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia. Tahun 2017 akan menjadi titik awal di mana penggunaan responsive design ini semakin meluas dan diminati oleh pengguna internet. Merupakan sebuah pendekatan yang penting dalam pembuatan wesite menggunakan CSS media queries dan juga flexible grids atau layouts. Proses ini memungkinkan seorang designer untuk membuat konsep design untuk web yang dynamic di mana konten dapat ditampilkan secara fleksibel dalam semua ukuran dan resolusi. Selain hal tersebut, yang perlu dipahami lagi adalah mengenai pentingnya sebuah web yang ramah mobile device akan membuat situs tersebut mendapat peringkat lebih baik di dalam mesin pencari Google.

Baca Juga:  Ini Bukti Smartphone Telah Mengubah Manusia Jadi ‘Zombie’, Anda Termasuk?

Micro mini interactions

Micro mini interactions mulai menjadi isu di dunia web design semenjak tahun 2015. Terminologi ini merujuk pada interaksi dalam sebuah produk yang berdasarkan singular tasks seperti misalnya menekan sebuah tombol atau mengklik like dalam sebuah post di dalam website. Penggunaan media sosial yang aktif seperti dalam Facebook atau LinkedIn memungkinkan penggunanya untuk menciptakan micro mini interactions. Perilaku ini juga diprediksi akan sangat mempengaruhi kebiasaan user dalam menggunakan sebuah website, khususnya pada perangkat mobile.

Penggunaan rapid prototyping tools yang semakin masif

Rapid prototyping tools merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh para designer. Perangkat ini menjadi suatu alat yang paling dibutuhkan oleh para designer untuk mewujudkan ide-idenya menjadi suatu produk yang dipahami oleh semua orang. Rapid prototyping tools memungkinkan seorang designer untuk membuat produk yang sesuai dengan konsepnya tanpa sedikit pun proses coding. Berbagai peralatan prototyping ini pun kini sudah mulai banyak beredar di pasaran dan dapat digunakan dengan gratis, misalnya Mockplus atau Ninjamock.

Baca Juga:  3 Strategi Growth Hacking untuk Mengakuisisi User

Dengan menggunakan peralatan seperti ini, designer bisa dengan cepat menyusun sebuah konsep sekaligus perwujudan dari konsep yang dibayangkan tersebut. User juga bisa langsung mencoba dan merasakan experience yang sesungguhnya dalam sebuah produk. Hal ini diperlukan di tengah tuntutan mobile-user yang serba dinamis dan aktif menanggapi berbagai perubahan.

Transisi dari material design ke textile design

Material design merupakan sebuah konsep yang dikenalkan oleh Google pada tahun 2015 lalu. Tren ini membawa pengaruh besar dalam dunia design di seluruh dunia. Namun, menjelang akhir 2016 konsep ini beranjak mengalami perubahan ke arah textile design. Berbagai skeumorphic elements seperti ini misalnya sebuah item yang real menjadi salah satu hal yang paling happening dalam dunia design baru-baru ini, termasuk juga berbagai eleven visual yang melampaui elemen-elemen flat yang terbatas pada lingkup sebuah kertas. Hal ini salah satunya mungkin didasari dari peningkatan popularitas augmented dan virtual reality di kalangan pasar. Designer kemudian dituntut untuk berpikir bahwa ke depannya struktur material dasar dalam sebuah design tidak hanya disiapkan untuk permintaan atau batasan web design, melainkan juga untuk konsep-konsep seperti AR/VR. Hal ini memunculkan suatu istilah baru, yakni textile design yang diprediksi akan menjadi sangat happening ke depannya dan mampu memberi pengaruh terhadap semua design dari mulai website hingga berbagai aplikasi di ponsel.

Baca Juga:  4 Tips Wujudkan Kolaborasi Harmonis Designer dan Developer