News

Berbekal Customer Base Besar, LINE Resmi Masuk Pasar E-commerce Indonesia

[Foto: LINE]
Anda yang suka belanja online, pasti sudah sering menggunakan berbagai platform e-commerce yang ada di Indonesia. Orang Indonesia memang merupakan pengguna Internet yang cukup rutin. Menyadari potensi pasar e-commerce yang besar di Indonesia, LINE membuat sebuah platform e-commerce baru yang dinamai LINE Shopping, yang berperan sebagai marketplace bagi pengguna agar dapat melakukan aktivitas jual beli secara digital melalui aplikasi LINE.

Menurut PR Director LINE Indonesia Dhyoti R. Basuki, LINE memiliki visi untuk menjadi smart portal nomor satu di Indonesia. Jadi tak hanya sebagai aplikasi pesan instan, LINE ingin memenuhi berbagai kebutuhan penggunanya seperti membaca berita dan mendapat informasi, berkomunikasi, membayar tagihan, membaca komik, hingga berbelanja online.

“Mulai tahun 2016 lalu, LINE sudah mulai ‘banyak gaya’ karena kita punya visi untuk jadi nomor satu di Indonesia pada 2019 mendatang,” kata Dhyoti. “Jadi nantinya LINE akan jadi smart portal di mana pengguna bisa melakukan banyak hal dengan satu aplikasi. Mulai dari LINE Today, LINE Pay, LINE Webtoon, hingga yang terbaru LINE Shopping, semua ada di sini, tersedia 24 jam sehari.”

Menurut Dhyoti, potensi perkembangan e-commerce di Indonesia sangat besar. Mulai dari penetrasi pengguna Internet, di Indonesia semua orang sudah mengakses Internet, baik dengan komputer atau perangkat genggam, di mana saja dan kapan saja. Perkembangan pengguna Internet di Indonesia juga sangat pesat dibandingkan dua atau tiga tahun lalu.

Baca Juga:  7 Tips Menjaga Data Pribadi di Dunia Maya

“Pada 2016, menurut data ada 82 juta orang di Indonesia yang menggunakan Internet. Jadi dari 270 juta penduduk Indonesia, 30 persennya merupakan pengguna Internet,” katanya. “Mereka lakukan semuanya di Internet, mulai dari riset, belanja, baca berita, semuanya online.”

Selain itu, menurut dia, e-commerce juga merupakan sebuah peluang besar di Indonesia. Banyak pemain besar dunia yang sudah masuk pasar Indonesia, dan makin banyak pelaku bisnis di negara ini yang menjual produknya secara online. Atas dasar ini, LINE Indonesia memutuskan untuk membuka platform LINE Shopping, yang merupakan pilot project LINE yang baru ada di Indonesia saja.


LINE Shopping yang sudah resmi diluncurkan pada 1 September 2016 lalu ini sudah memiliki 2.200 penjual yang aktif dalam jual beli digital. Komoditi yang ada dibagi menjadi beberapa kategori, seperti fashion, beauty, aksesoris, makanan, dan banyak yang lain. LINE Shopping sendiri sudah bisa diakses melalui aplikasi LINE di smartphone. Pengguna tinggal mengklik tab ‘more’ (titik tiga di bagian paling kanan atas) lalu klik LINE Shopping.

Baca Juga:  6 Fitur Keren di WhatsApp yang Jarang Diketahui Orang (Bagian 2)

Fitur unggulan LINE Shopping adalah “beli pakai chat” yang memungkinkan pembeli berinteraksi langsung dengan penjual. Calon pembeli bisa berkomunikasi untuk bertanya mengenai barang, berkonsultasi, atau sekedar tanya-tanya melalui akun LINE@ mereka, sehingga kepercayaan lebih mudah dibangun.

Sayangnya, untuk saat ini metode pembayaran yang digunakan masih sebatas transfer bank. Namun menurut E-Commerce Product Manager LINE Indonesia Greta Christina, di masa depan pihaknya akan menyediakan fitur metode pembayaran lainnya, seperti e-banking atau kartu kredit.

“Untuk saat ini, karena masyarakat Indonesia yang berbelanja online sebagian besar masih memiliki kebiasaan transfer bank, kami belum mengadakan metode pembayaran lainnya,” kata Greta.

Walau demikian, LINE Shopping punya value sendiri untuk ditawarkan kepada para merchant. Customer base LINE yang besar merupakan keuntungan tersendiri bagi para penjual. Saat ini, tak kurang dari 90 juta orang di Indonesia menggunakan LINE. Sebanyak 72 juta orang (80%) merupakan pengguna aktif. Selain itu, sebagian besar dari pengguna LINE adalah wanita, yang notabene merupakan kelompok yang gemar berbelanja online.

Beberapa penjual di LINE Shopping menyatakan, bisnis mereka berkembang pesat sejak bergabung menjadi merchant. Salah satunya adalah Zoya Cosmetics, yang merupakan anak perusahaan dari Shafacorporation yang bergerak di bidang fashion muslim.

Baca Juga:  Aplikasi Kencan Glimmer Beri Kesempatan Kaum Difabel untuk Mencari Pasangan

Menurut Selvy dari Zoya Cosmetic, perusahaannya telah “sukses membukukan 1.000 penjualan per bulan hanya dengan LINE Shopping, sejak bergabung pada September 2016.”

Selain itu, ada Noonaku Signature, toko online yang menjual berbagai produk fashion wanita yang menargetkan remaja dan wanita muda sebagai konsumennya. Berkat fitur ‘beli pakai chat’ di LINE Shopping, Noonaku berhasil mendapatkan 4.000 followers sejak September 2016.

“Kami berhasil mendapatkan peningkatan penjualan dengan rata-rata peningkatan 21 persen setiap bulannya, sejak Oktober hingga Desember 2016,” kata Florentia Jeanne, pemilik Noonaku Signature.

Merchant lain yang sudah merasakan keuntungan bergabung dengan LINE Shopping adalah Pretty Eonnie yang digawangi oleh Selvi Reynilda. Perempuan yang berprofesi sebagai desainer grafis ini menjual produk kosmetik asal Korea, dan telah membukukan peningkatan income sebesar 10 hingga 30 persen perbulan.

Menurut para merchant, LINE Shopping telah membantu mereka meningkatkan bisnis. Namun, kata mereka, akan lebih baik jika LINE mengadakan fitur penghitungan biaya pengiriman secara otomatis, dan menyediakan fitur broadcast video sebagai media promosi bagi merchant, juga statistik mengenai pengunjung dan pembeli.