Opinion

Bill Gates: Anak-Anak Tidak Boleh Punya Ponsel Hingga Usia 14 Tahun

[Foto: huffingtonpost.com]
Penggunaan ponsel pada anak memang sudah menjadi perhatian dunia. Sebagai contoh, satu dari lima anak usia 10 tahun di Australia sudah memiliki ponsel. Angka tersebut meningkat untuk kategori usia 12 tahun, di mana 3/4 anak usia tersebut sudah memiliki ponsel sendiri.

Hal ini pun menjadi sorotan pendiri perusahaan raksasa teknologi Microsoft, Bill Gates. Dalam mendidik buat hatinya, ia punya standar sendiri mengenai batasan umur anak untuk bisa memiliki ponsel. Menurutnya, anak-anak tidak boleh memiliki ponsel sendiri hingga usia 14 tahun.

Tak ayal, pendapat Bill Gates pun langsung didukung oleh para pakar teknologi dan parenting. Mereka berpendapat bahwa seharusnya para orangtua menunda selama mungkin sebelum mengenalkan anak-anak pada teknologi.

Bill Gates mengatakan bahwa ia dan istrinya, Melinda, melarang tiga anak mereka memiliki ponsel hingga usia 14 tahun. Selain itu, mereka berdua juga membatasi waktu bermain gadget dan menonton televisi (screen time) sehingga anak-anak punya lebih banyak waktu berbincang dengan keluarga.

“Pada waktu makan, kami tidak meletakkan ponsel di meja. Kami tidak memberi anak-anak ponsel hingga mereka berumur 14 tahun, dan mereka mengeluh anak-anak lain sudah mendapatkannya lebih awal,” ujar Gates.

Baca Juga:  5 Tipe Mentor yang Wajib Dimiliki Para Founder Startup

“Kami sering menerapkan batas waktu, di mana setelahnya tidak boleh ada screen time dan—dalam kasus mereka—bisa membantu tidur di jam yang benar.”

“Anda harus selalu mencari cara bagaimana (ponsel) bisa digunakan dengan benar—untuk mengerjakan PR dan berkomunikasi dengan teman-teman—dan kapan dinilai sudah berlebihan.”

Picu gangguan kesehatan yang cukup serius


Ternyata, membiarkan anak-anak usia di bawah 12 tahun menggunakan ponsel sama saja membiarkannya dalam zona bahaya. Pasalnya, penggunaan ponsel pada anak bisa memicu gangguan kesehatan yang cukup serius. Profesor Lawrie Challis, yang sudah menyelesaikan program penelitian Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR), memperingatkan bahwa anak usia di bawah 12 tahun tidak boleh diberikan ponsel.

Salah satu faktornya adalah efek radiasi dari ponsel yang berbahaya untuk kesehatan. Meski tidak ada bukti bahwa anak-anak lebih sensitif terhadap paparan radiasi ponsel dibandingkan orang dewasa, akan tetapi perlindungan ekstra terhadap anak di usia pertumbuhan tidak bisa diabaikan.

“Saya pikir masuk akal, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Kita tahu anak-anak lebih sensitif terhadap banyak hal, seperti paparan ultraviolet. Anak yang terkena sinar matahari berlebih, cenderung mudah terkena kanker kulit dibanding orang dewasa dalam kondisi yang sama,” katanya.

Baca Juga:  Hati-Hati, Jadi Admin WhatsApp Bisa Dipenjara Jika Menyebar Berita Hoax

Ia tidak bisa memungkiri bahwa tujuan para orangtua memberikan ponsel kepada anak-anaknya untuk memudahkan kontrol. Namun ia menambahkan, kesehatan anak-anak jauh lebih penting. Penggunaan ponsel dalam waktu yang lama bisa berdampak buruk seperti memicu atau memperburuk pertumbuhan sel kanker, mengganggu kesehatan telinga, kulit, dan otak.

Kesimpulan diperoleh setelah MTHR melakukan studi pelacakan tentang penggunaan ponsel pada anak dan remaja selama 30 tahun. Studi ini dilakukan terhadap 250.000 orang Eropa.

Sementara itu, di Indonesia, imbauan juga sudah diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise. Ia mengatakan bahwa para orang tua dan guru harus mengontrol penggunaan ponsel di kalangan anak-anak, karena bisa disalahgunakan untuk hal negatif seperti membuka situs porno.

“Berdasarkan laporan dari organisasi yang cukup tepercaya dalam menangkap data-data lewat satelit bahwa setiap hari sekitar 25.000 image anak muncul, mungkin sekarang sudah lebih,” katanya, sebagaimana dilansir dari laman Republika.

Jadi, apakah Anda masih tetap ingin memberikan ponsel pada anak di bawah usia 14 tahun?

Baca Juga:  Setahun Audio Jack Smartphone Hilang, Dunia Masih Berjalan Normal