News

Boneka Barbie versi Hologram Bakal Hadir Sebagai Asisten Digital

[Foto: Pixabay.com]
Setelah lepas dari setelan pakaian renang gaya 1950-an-nya, boneka Barbie telah tampil dalam berbagai karakter dan penampilan yang lebih elegan, seperti dokter, pengacara, ahli komputer, astronot, dan bahkan Presiden Amerika Serikat. Kini, boneka yang memperlihatkan sosok wanita cantik tersebut nampaknya ingin lebih mengikuti perkembangan teknologi dalam wujud animasi 3D hologram yang bisa ditampilkan kapan saja dengan perintah.

Seperti dilaporkan oleh Wired, Hello Barbie Hologram diluncurkan di New York Toy Fair minggu ini. Seperti boneka Hello Barbie versi original, karakter Barbie yang ditembakkan oleh laser mengkombinasikan animasi motion-capture dengan peppy, sebuah kecerdasan buatan (AI) yang mirip Amazon Echo yang akan menjawab pertanyaan anak pemilik si Barbie hologram.

Mau bangun pagi, bisa pasang alarm di Hello Barbie. Mau pasang lampu tidur, bisa pakai Hello Barbie. Mau mengingatkan si buah hati untuk sikat gigi, hologram Hello Barbie juga bisa melakukannya untuk Anda. Tinggal ucapkan “hello Barbie” maka Anda bisa mengaktifkan fungsi asisten AI-nya.

Baca Juga:  Kembangkan Teknologi AI, Apple Dirikan Pusat Riset dan Pengembangan di Jepang

Beberapa orang mungkin berpikir agak tak pantas “menyuruh-nyuruh” bot boneka wanita cantik untuk melakukan apa yang kita perintahkan, dan sejauh ini, Mattel belum membuat versi asisten hologram Ken dari boneka hologram Hello Barbie ini.


Mattel sepertinya memang harus agak hati-hati dalam meluncurkan produknya, karena boneka Barbie selama ini telah membantu membentuk citra diri gadis-gadis muda di dunia. Beberapa mengalami citra diri negatif terutama setelah berpikir mengenai figur wanita sempurna yang diwakili oleh sosok Barbie. Walaupun Mattel akhirnya bergeser dari “gadis seksi nan sempurna” dan mulai memproduksi Barbie yang lebih sophisticated dan profesional, seperti ahli komputer.

Boneka Barbie juga kerap “disalahkan” karena membentuk persepsi yang salah mengenai bentuk tubuh ideal selama bertahun-tahun. Beberapa pendapat mengatakan Barbie Hologram bisa jadi juga bermasalah dengan hal ini, karena kita bisa mengubah tampilan boneka hologram tersebut dengan perintah suara.

Mattel mencoba menjawab kritik dengan tagline “Imagine the Possibilities” tahun lalu, yang menunjukkan gadis-gadis kecil melakukan pekerjaan yang biasanya dilakoni orang dewasa. Caption pada iklan tersebut berbunyi, “When a girl plays with Barbie, she imagines everything she can become.”

Baca Juga:  Facebook Luncurkan Nuclide - IDE Open Source

Walaupun Barbie bisa membaantu gadis-gadis kecil itu membayangkan cita-cita mereka, kita berharap tak ada stereotip yang menyatakan bahwa wanita ditakdirkan menjadi asisten bagi orang-orang. Mattel mungkin akan mempertimbangkan untuk menambah versi Ken dari boneka hologram, atau membiarkan gadis-gadis kecil belajar untuk memprogram kemampuan-kemampuan khusus lewat imaji hologram di masa depan.

Selain isu-isu di atas, Mattel juga menghadapi pertanyaan mengenai privasi dan keamanan. Pada Amazon Echo, asisten digital tersebut selalu mendengarkan perintah dan mencatat sepersekian detik sebelum Anda mengatakan “Alexa” sebagai wake-word. Apakah Barbie melakukan hal yang sama di kamar anak-anak Anda?

Matter menyatakan Hello Barbie tidak merekam dan mengunggah percakapan ke servernya. Mereka juga menekankan bahwa Hello Barbie dienkripsi dengan sangat ketat, memenuhi persyaratan Federal Trade Commission yang dinyatakan dalam Children’s Online Privacy Protection Rule (Aturan Perlindungan Privasi Anak-anak Daring).

Untuk saat ini, Hello Barbie Hologram masih berupa prototip. Masih belum jelas kapan mainan ini akan dirilis bagi pembeli, namun nampaknya produk ini akan hadir pada musim gugur 2017 ini. Harga dari mainan tersebut belum diketahui, namun nampaknya boneka hologram ini akan dijual lebih mahal, seperti halnya mainan berbau teknologi lainnya. Namun berdasarkan keterangan Mattel, Hello Barbie akan dibanderol kurang dari $300 (sekitar Rp4 jutaan) ketika diluncurkan ke pasar.

Baca Juga:  Nokia Akan Akuisisi Sebuah Perusahaan Data Analytics Asal AS, Deepfield