Tips & Guide

Cara Ampuh untuk Menarik Perhatian Pembeli

[Foto: pexels.com]
Setiap tahun saya selalu tertarik dengan iklan hari raya Petronas yang selalu bisa membuat emosi Anda tersentuh. Tanpa disadari, keesokan harinya Anda akan membicarakan tentang betapa menariknya iklan tersebut dengan teman-teman media sosial maupun teman kantor Anda. Sebagai seorang pemasar, setiap tahun saya pun menantikan seperti apa cerita yang akan ditampilkan Petronas. Saya memang mengikuti dan memperhatikan dengan seksama setiap bentuk pemasaran yang ditampilkan oleh perusahaan-perusahaan dunia yang berpikiran jauh dan kreatif seperti Petronas.

Cerita yang mudah dipahami, permainan emosi, dan pesan yang akan disampaikan. Ketiga faktor ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam pemasaran mereka, terutama dalam pembuatan iklan. Saya ingin bahas sedikit bagaimana ketiga faktor ini akan membentuk suatu cerita menarik agar kita semua dapat memahami pengaplikasian faktor-faktor ini.

Faktor utama adalah cerita. Cerita sangat penting dalam setiap pemasaran baik itu pemasaran digital maupun tradisional, baik yang mempunyai jangka waktu pendek, maupun panjang. Di dalam setiap cerita harus disisipkan dua unsur terpenting, yaitu cerita yang teratur dan mudah dipahami. Tanpa kedua elemen ini, cerita Anda tidak akan memberikan dampak apapun terhadap penonton. Apalagi untuk membuat mereka membeli. Setelah cerita diolah dengan baik, Anda perlu memasukan faktor kedua, yaitu permainan emosi. Ini harus dilakukan agar cerita Anda diingat oleh penonton. Anda perlu menyentuh emosi dari para penonton. Untuk melakukan ini, Anda tidak bisa lepas dari aspek visual, yaitu penggunaan video. Artikel, gambar, atau cara apapun selain video tidak dapat memberikan dampak sebaik video. Faktor ketiga ialah pesan yang ingin disampaikan. Pesan adalah suatu jembatan antara cerita dan apa yang kita jual. Melalui pesan, orang akan mengetahui apa tujuan, pelajaran, dan nilai-nilai yang ingin kita sampaikan kepada mereka. Para penonton pun mengetahui bahwa iklan yang kita buat merujuk pada produk dan layanan yang kita sediakan.

Baca Juga:  Cara Menyimpan (Pin) Kontak Penting pada Taskbar di PC Windows 10

Sekarang, sudah ada banyak brand-brand ternama di Malaysia yang menggunakan pendekatan ini untuk bersaing dengan iklan Petronas yang memang efektif. Selain itu, ada juga beberapa perusahaan terkemuka yang saya perhatikan dengan seksama. Mereka pun mengaplikasikan ketiga faktor diatas yang juga dikenal sebagai pemasaran emosi ini.

Wacoal Thailand. Saya tidak menyangka bahwa perusahaan pakaian dalam wanita mampu membuat sebuah iklan yang begitu menyentuh emosi. Pada bulan Januari 2014, mereka menampilkan sebuah iklan berjudul My Beautiful Woman yang bercerita tentang naluri keibuan yang dimiliki seorang pelajar wanita. Wanita tersebut membesarkan seorang bayi yang dianggap sebagai anaknya sendiri. Walaupun masyarakat di sekeliling menganggapnya hina, tetapi wanita ini tidak menghiraukan apa yang dikatakan orang lain. Jika Anda tonton bagaimana cerita dalam iklan itu disampaikan, Anda pasti akan meneteskan air mata. Pesan yang disampaikan begitu bermakna: setiap wanita istimewa, walaupun dia hanyalah seorang wanita biasa.

MetLife Hong Kong. Saya kira Anda pernah menonton video berjudul My Dad is a Liar yang dibuat oleh MetLife dari Hong Kong. Iklan ini merupakan cerita yang menyayat hati menurut perspektif seorang anak perempuan terhadap ayahnya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Namun, ayahnya tetap menjadi yang terbaik di hatinya. Pesan yang disampaikan begitu menyentuh. Iklan ini menyampaikan bahwa setiap pengorbanan untuk masa depan seorang anak tak ternilai harganya.

Baca Juga:  Membuat Konsumen Membeli Tanpa Harus "Terang-Terangan" Menjual

Tourder’s Malaysia. Ini merupakan satu-satunya brand travel yang saya perhatikan. Mereka tidak begitu sering menggunakan video. Sebaliknya, mereka lebih sering menggunakan gambar-gambar berresolusi tinggi yang menarik perhatian banyak orang. Gambar yang mereka tampilkan sangatlah berkualitas karena menggunakan jasa fotografer profesional untuk menghasilkan gambar-gambar yang memprovokasi. Jika Anda lihat gambar makanan yang mereka ambil, saya yakin perut Anda akan merasa lapar. Itu adalah hasil yang mereka inginkan.

Ingat, untuk membuat orang membeli, mereka harus mempercayai brand Anda. Dengan pemasaran emosi, Anda mampu mencapainya.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id