Home  »  Review   »  
Review

Dampak Perayaan Hari Keagamaan Terhadap Aktivitas Belanja Online

[Ilustrasi: googleusercontent.com]
[Ilustrasi: googleusercontent.com]
Perayaan hari keagamaan menjadi satu momen istimewa bagi setiap orang. Tak hanya di Indonesia yang negaranya terkenal memiliki banyak agama, tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara yang lain. Perayaan hari keagamaan tidak hanya identik dengan ritual religi, tetapi juga kebiasaan-kebiasaan yang mau tak mau menjadi bagian tidak terlupakan, salah satunya kebiasaan berbelanja.

Di Indonesia misalnya, dalam perayaan hari keagamaan, hampir semua toko besar, baik offline maupun online beramai-ramai menawarkan diskon. Harapannya adalah agar potongan harga tersebut dapat menarik customer lebih banyak. Kebiasaan berbelanja dan perayaan hari keagamaan barangkali juga tidak bisa dipisahkan karena anggapan bahwa hari raya keagamaan itu spesial. Oleh karena itu, untuk menyambutnya diperlukan hal-hal yang juga spesial. Misal saja dengan mengenakan baju tema tertentu, menghidangkan makanan-makanan tertentu, hingga berbelanja kebutuhan tertentu yang hanya digunakaan pada saat perayaan hari besar tersebut.

Baru-baru ini, iPrice, salah satu e-commerce terbesar di Asia melakukan survey untuk mengetahui apa saja perayaan hari keagamaan yang memiliki dampak paling besar terhadap aktivitas belanja di e-commerce. Data ini dianalisa berdasarkan sumber lebih dari 5 juta kunjungan di 400 lebih toko online di Asia Tenggara. Data dikumpulkan dari bulan Juni 2015 hingga Juni 2016.

1. Indonesia


Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbanyak di dunia, hampir bisa dipastikan hari raya keagamaan yang berpengaruh paling besar terhadap aktivitas e-commerce adalah Idul Fitri. Survey tersebut menunjukkan ada kenaikan sebesar 24% dari aktivitas online customer di e-commerce Indonesia selama momen Hari Raya Idul Fitri. Lebih tepatnya, saat bulan Ramadhan. Hal ini bisa dipahami mengingat dalam sistem penggajian di Indonesia, bulan Ramadhan artinya setiap karyawan berkesempatan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Hasil THR tersebut bisa dialokasikan untuk berbelanja online, yang mana hal ini didukung dengan banyaknya diskon ataupun promo yang ditawarkan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Fakta ini mungkin juga tidak lepas dari budaya di Indonesia di mana hari raya identik dengan kemeriahan, baju baru, hingga hidangan-hidangan khusus yang hanya ada di momen-momen tertentu.

2. Philippines

Negara Philippines mengalami perubahan traffic terbesar ketika perayaan Natal. Hal ini mungkin bisa dipahami, mengingat mayoritas penduduk di Philippines memang menganut agama Kristiani. Angka dari iPrice menunjukkan terdapat kenaikan sebanyak 12% dari aktivitas online customer menjelang momen Natal. Waktu terpadat untuk kegiatan berbelanja online penduduk di Philippines adalah sekitar 3 minggu sebelum Natal. Semakin mendekati hari H, kegiatan semakin berkurang. Hal ini bisa jadi dikarenakan adanya ketidakpastian delivery dan kedatangan barang karena urusan logistik menjelang Natal. Meski begitu, angka ini kembali naik setelah Hari Natal itu sendiri.

3. Vietnam

Berbeda dengan dua negara sebelumnya, di Vietnam, perubahan traffic terbesar dari aktivitas belanja online terjadi saat Tahun Baru Imlek. Lebih tepatnya sekitar 3 minggu sebelum Imlek dan 2 minggu setelahnya. Bagi penduduk Vietnam, Tahun Baru Imlek adalah saat yang tepat untuk mengganti barang lama dengan yang baru, termasuk di antaranya pakaian, perabotan, hingga tradisi pemberian hadiah. Angka traffic tertinggi menjelang Imlek bisa diakibatkan karena belanja keperluan Imlek dilakukan sebelum hari H. Sementara, aktivitas yang tinggi dua minggu setelah Imlek bisa jadi diakibatkan karena uang yang didapat dari perayaan Tahun Baru Imlek biasanya dimanfaatkan untuk keperluan belanja. Sebagian masyarakat yang merayakan Imlek juga memiliki keyakinan bahwa Tahun Baru Imlek bisa jadi merupakan momentum untuk perubahan dari berbagai aspek, termasuk dalam penampilan, dan lain-lain.